Rabu, November 4, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

“Songko”: Ketika Ketakutan Lama Kembali Hidup

by jeje
April 8, 2026
in Vibes
A A
Home Vibes

Tabooo.id: Vibes – Horor Indonesia sering mengandalkan visual. Jumpscare, suara keras, dan sosok menyeramkan jadi senjata utama. Tapi “Songko” memilih jalan berbeda. Film ini tidak hanya ingin menakuti, tapi juga mengajak kamu berpikir.

Masalahnya bukan sekadar “ada hantu atau tidak”. Justru yang lebih mengganggu adalah pertanyaan lain: kenapa satu desa bisa percaya, lalu saling menuduh?

Di titik itu, horor terasa lebih dekat. Bukan lagi soal layar, tapi soal manusia.

Horor yang Tumbuh dari Akar Budaya

Film produksi Dunia Mencekam Studio bersama Santara ini mengambil inspirasi dari legenda Sulawesi Utara, terutama Minahasa dan Tomohon. Karena itu, ceritanya terasa familiar, bukan asing.

Gerald Mamahit, yang debut sebagai sutradara layar lebar, sengaja membangun horor yang “jujur”. Ia tidak sekadar mengandalkan efek visual, tapi juga emosi dan konteks budaya.

Ini Belum Selesai

Menjaga Mata Air, Merawat Tradisi Dawetan Umbul Kroman, Klaten

Kisah Jenderal Hoegeng: Integritas di Tengah Godaan Kekuasaan

“Songko adalah cerita yang sangat dekat dengan budaya dan legenda masyarakat Minahasa,” ujarnya.

Artinya jelas. Film ini tidak menciptakan ketakutan baru. Sebaliknya, ia menggali ketakutan yang sudah lama hidup di masyarakat.

Dan justru di situlah kekuatannya. Karena horor paling efektif bukan yang dibuat, tapi yang sudah dipercaya.

Dari Teror ke Tuduhan

Cerita bergerak ke tahun 1986, di sebuah desa di Tomohon. Awalnya tenang. Lalu, satu per satu perempuan muda ditemukan tewas secara misterius.

Warga mulai gelisah. Kemudian, rasa takut berubah menjadi keyakinan. Mereka percaya ada makhluk tak kasat mata yang datang.

Mereka menyebutnya Songko.

Makhluk ini dipercaya mengincar “darah suci” demi keabadian. Namun, ketakutan tidak berhenti di sana. Justru setelah itu, situasi menjadi lebih rumit.

Karena ketika jawaban tidak ditemukan, manusia mulai mencari kambing hitam.

Tuduhan pun muncul. Perlahan, semua mengarah ke keluarga Mikha. Helsye, ibu tirinya, dituduh sebagai dalang.

Dan sejak saat itu, horor berubah bentuk. Bukan lagi tentang makhluk. Tapi tentang manusia yang saling mencurigai.

Antara Cerita dan Realitas

Pengalaman para aktor memperkuat nuansa ini. Khiva Iskak mengaku suasana syuting terasa berbeda.

“Yang membuat film ini menarik adalah kisahnya berasal dari legenda yang benar-benar dipercaya oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Annette Edoarda melihat lapisan yang lebih dalam.

“Ini bukan hanya tentang ketakutan. Ini tentang tuduhan dan bagaimana sebuah desa bisa terpecah,” ujarnya.

Kutipan ini menegaskan satu hal. Inti “Songko” bukan pada hantunya, melainkan pada reaksi manusia terhadap rasa takut.

Cerita dari Daerah, Bukan Sekadar Tentang Daerah

Santara tidak hanya menjadikan Sulawesi Utara sebagai latar. Mereka membangun identitas produksi dari daerah itu sendiri.

Tim produksi membangun set di kaki Gunung Lokon. Selain itu, mereka melibatkan banyak talenta lokal dari Minahasa, Manado, dan Tomohon.

Dengan pendekatan ini, cerita terasa lebih hidup. Karena film ini bukan sekadar mengambil lokasi, tapi juga membawa perspektif lokal ke layar lebar.

Dan ini penting. Karena selama ini, banyak film hanya “meminjam” daerah tanpa benar-benar memahaminya.

Horor yang Lebih Dekat dari yang Kamu Kira

“Songko” akan tayang pada 23 April 2026. Namun, yang menarik bukan hanya tanggal rilisnya.

Pertanyaannya sederhana, tapi mengganggu: apakah kamu siap menghadapi horor yang datang dari manusia sendiri?

Karena pada akhirnya, yang paling menakutkan bukan apa yang muncul di layar.

Melainkan apa yang kita percaya… tanpa pernah benar-benar kita pahami. @jeje

Tags: Budaya Indonesiafilm 2026film horor IndonesiaFilm Indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Bapak Paling Jujur: Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Berbohong

Bapak Paling Jujur: Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Berbohong

by eko
Oktober 6, 2026

Bapak Paling Jujur mengisahkan calon gubernur yang tak bisa berbohong setelah terkena kutukan. Film tayang 15 Oktober 2026. Tabooo.id -...

Film G30S/PKI Pernah Catatkan Diri sebagai Film Termahal

Film G30S/PKI Pernah Catatkan Diri sebagai Film Termahal

by eko
September 30, 2026

Film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI karya Arifin C. Noer tercatat menghabiskan Rp800 juta dan menjadi film termahal pada dekade 1980-an. Film...

Guruh Soekarnoputra: Anak Bung Karno yang Memilih Panggung Seni

Guruh Soekarnoputra: Anak Bung Karno yang Memilih Panggung Seni

by teguh
September 26, 2026

Guruh Soekarnoputra wafat pada Sabtu, 26/09/2026, pukul 04.16 WIB. Putra bungsu Soekarno itu meninggal pada usia 73 tahun di MRCCC...

Next Post
Disidang Gara-Gara Sampah: Masih Mau Bilang Ini Sepele?

Disidang Gara-Gara Sampah: Masih Mau Bilang Ini Sepele?

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id