Rabu, Mei 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Vasektomi Bukan Kebiri: Kenapa Tubuh Pria Justru Tetap Normal?

by teguh
Mei 8, 2026
in Health, Life
A A
Home Life Health
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Health – Media sosial lagi rame bahas vasektomi. Ada yang bilang ini bentuk tanggung jawab, ada juga yang nyeletuk “itu kan kebiri?”

Masalahnya, opini sering lebih kencang dari fakta. Jadi, sebenarnya apa yang terjadi di tubuh pria setelah vasektomi?

Saat Keputusan Pribadi Jadi Bahan Perdebatan

Sebuah pasangan membagikan keputusan mereka menjalani vasektomi setelah merasa jumlah anak cukup. Respons publik langsung terbelah.

Sebagian orang memuji langkah itu sebagai bentuk tanggung jawab. Tapi yang lain justru meragukan, bahkan menyamakannya dengan kebiri.

Padahal, secara medis, dua hal ini beda jauh.

Ini Belum Selesai

Saat Minimarket Tutup, 150 Orang Kehilangan Tempat Bertahan Hidup

Tubuhmu Sebenarnya Kuat atau Cuma Bertahan Karena Kafein?

Vasektomi: Prosedur Kecil, Dampak Besar

Dokter melakukan vasektomi dengan memotong atau menutup saluran sperma (vas deferens). Tujuannya jelas menghentikan sperma keluar saat ejakulasi agar tidak terjadi kehamilan.

Prosedur ini tergolong ringan. Dokter hanya memakai anestesi lokal, tanpa rawat inap. Pasien bahkan bisa langsung pulang di hari yang sama.

Efektivitasnya juga tinggi hampir 100 persen.

Lalu, ke mana sperma pergi setelah “jalannya ditutup”?

Dokter spesialis urologi RSCM, Nur Rasyid, menjelaskan dengan sederhana “Dengan berjalannya waktu, sperma itu akan rusak dan diserap kembali oleh tubuh.”

Tubuh tidak menyimpan sperma. Tubuh mengelolanya, lalu mendaur ulang secara alami.

Kebiri? Jauh Banget

Di sinilah banyak orang salah paham. Vasektomi hanya menutup jalur sperma. Testis tetap bekerja seperti biasa. Tubuh tetap memproduksi hormon testosteron.

Nur Rasyid menegaskan

“Hormon testosteron tetap diproduksi dan disalurkan melalui darah, jadi tidak terpengaruh.”

Artinya, pria tetap bisa ereksi, orgasme, dan ejakulasi. Tidak ada yang “hilang”, kecuali sperma di dalam cairan mani.

Sebaliknya, kebiri justru menghentikan fungsi testis secara total. Prosedur itu bisa menurunkan hormon testosteron, memengaruhi libido, bahkan mengubah kondisi fisik.

Jadi, menyamakan vasektomi dengan kebiri? Itu seperti menyamakan rem mobil dengan mematikan mesin.

Bisa Dibalik, Tapi Jangan Coba-coba

Dokter sebenarnya bisa menyambung kembali saluran sperma. Tapi prosedur ini rumit, mahal, dan tidak selalu berhasil.

Karena itu, dokter menyarankan vasektomi hanya untuk pria yang benar-benar yakin tidak ingin punya anak lagi.

Alternatif lain tetap ada, seperti bayi tabung (IVF) dengan pengambilan sperma langsung dari testis. Tapi jelas, prosesnya tidak sesederhana yang dibayangkan.

Aman, Tapi Bukan “Tameng” Segalanya

Sebagian pria takut efek samping. Faktanya, vasektomi jarang menimbulkan komplikasi serius.

Pasien mungkin merasakan nyeri ringan, bengkak, atau memar. Tapi kasus nyeri jangka panjang hanya terjadi pada sekitar 1–2 persen.

Yang perlu diingat vasektomi tidak melindungi dari infeksi menular seksual. Dalam kondisi tertentu, kondom tetap jadi pilihan aman.

Antara Maskulinitas dan Fakta

Perdebatan soal vasektomi sering bukan soal medis tapi soal stigma.

Sebagian orang masih mengaitkan kejantanan dengan kemampuan reproduksi. Padahal, tubuh pria tidak “berkurang” hanya karena memilih kontrasepsi.

Faktanya jelas vasektomi aman, efektif, dan tidak mengganggu fungsi seksual.

Sekarang pertanyaannya bukan lagi “berani atau tidak”. Tapi kenapa keputusan kesehatan pribadi masih sering kalah oleh opini yang belum tentu benar?. @teguh

Tags: dokterFaktaHormonPasienResponSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

Socrates Tidak Mati, Kita yang Berhenti Bertanya

Filsafat Socrates: Mengapa Berpikir Kritis Semakin Langka di Era Digital

by jeje
Mei 22, 2026

Ada sesuatu yang terasa janggal di zaman ini. Informasi datang tanpa henti. Namun, manusia justru semakin sulit membedakan mana pengetahuan...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Next Post
Next Goal: Program Sekaligus Ujian Serius Sepak Bola Putri Indonesia

Next Goal: Program Sekaligus Ujian Serius Sepak Bola Putri Indonesia

Pilihan Tabooo

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Mei 24, 2026

Realita Hari Ini

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Februari 21, 2026

Mendagri Tegaskan Wakil Kepala Daerah Ikut Hadir di Rakornas 2026

Februari 2, 2026

MBG Bukan Makan Bergizi Gratis, Ini Versi “Mantap Banget Gila”

April 9, 2026

Ribuan Pemudik Padati Terminal Tirtonadi Solo, Lonjakan Penumpang Capai 50 Persen

Maret 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id