Tabooo.id: Nasional – Seorang turis asal Jerman datang ke Labuan Bajo dengan harapan menikmati surga wisata. Tapi realitas justru menampar agen perjalanan meninggalkannya tanpa pendamping pada Senin (06/04/2026).
Kasus ini langsung memicu reaksi keras dari pelaku pariwisata lokal. Mereka melihat kejadian ini bukan sekadar insiden, tapi ancaman serius bagi reputasi destinasi unggulan Indonesia.
Agen Tak Terdaftar, Masalah Jadi Makin Jelas
Ketua Sekretariat Bersama Asosiasi Pariwisata Manggarai Barat, Aloysius Suhartim Karya, mengungkap fakta penting. Agen wisata yang terlibat ternyata tidak masuk dalam jaringan resmi asosiasi.
“16 asosiasi pariwisata Mabar jelas bermitra dengan Pemda Mabar dan berada di bawah sekretariat bersama,” ujarnya.
Artinya, pelaku usaha resmi tidak mengenal agen tersebut. Mereka pun tidak bisa mengawasi atau menjamin kualitas layanannya.
Reputasi Labuan Bajo Ikut Dipertaruhkan
Insiden ini langsung berdampak luas. Pelaku wisata lokal merasa kerja keras mereka menjaga standar layanan ikut tercoreng.
Mereka selama ini membangun kepercayaan wisatawan. Mereka juga menjaga pengalaman wisata tetap aman dan nyaman. Tapi satu kasus ini bisa merusak semuanya dalam sekejap.
Karena itu, asosiasi mendesak pemerintah daerah dan kepolisian segera bertindak. Mereka ingin proses hukum berjalan profesional dan transparan.
Desak Sanksi Tegas: Jangan Ada Ruang untuk Operator Nakal
Aloysius tidak berhenti pada kritik. Ia juga mendorong langkah konkret penertiban dan sanksi tegas untuk operator ilegal.
“Kita berharap ada pemberian sanksi tegas termasuk blacklist terhadap tour operator yang terbukti melakukan pelanggaran,” tegasnya.
Menurutnya, pemerintah harus menutup celah bagi agen abal-abal yang merusak ekosistem pariwisata.
Di Lapangan: Bantuan Datang dari Pihak Lain
Manajer Neptune Cruise, Cindy Pangge, justru mengambil inisiatif saat melihat situasi tersebut. Ia menerima telepon dari agen Phinisi Trip Senin (06/04/2026) sekitar pukul 13.00 Wita.
“Mereka bilang ada tamu yang mau trip 6-8 April dan posisi tamu sudah di pelabuhan tanpa ada yang menemani,” jelas Cindy.
Cindy langsung mencari solusi. Ia meminta agen menyiapkan speedboat agar wisatawan bisa menyusul kapal di Manta Point. Setelah wisatawan menyelesaikan pembayaran, perjalanan akhirnya tetap berjalan.
Namun masalah belum selesai. Polisi meminta keterangan, tapi agen terkait tidak merespons.
“Seharusnya keterangan diambil dari pihak agen, tapi mereka tidak bisa dihubungi,” pungkasnya.
Closing: Wisata Aman Itu Hak, Bukan Kebetulan
Kasus ini menampar satu hal penting destinasi kelas dunia butuh sistem yang juga kelas dunia.
Labuan Bajo sudah punya alam yang luar biasa. Tapi tanpa pengawasan ketat dan tanggung jawab jelas, kepercayaan wisatawan bisa runtuh kapan saja.
Sekarang pertanyaannya sederhana kalau turis saja bisa ditelantarkan, kamu masih merasa aman liburan di sana?. @teguh



