Jumat, September 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tanggul Jebol, Demak Tenggelam: Bencana Alam atau Kelalaian?

by dimas
April 5, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Banjir besar menerjang Kabupaten Demak pada Jumat (3/4/2026) pagi. Air bergerak cepat dan langsung merendam permukiman warga hingga memaksa ratusan orang meninggalkan rumah. Hingga kini satu orang masih dilaporkan hilang, sementara proses evakuasi terus berlangsung.

Hujan deras di wilayah hulu memicu lonjakan debit air secara drastis. Tekanan air yang terus meningkat akhirnya merobek tanggul di Dukuh Solowere dan Dukuh Selodoko. Dalam hitungan menit, luapan air menyebar dan menggenangi kawasan permukiman.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Abdul Muhari, menjelaskan penyebab utama kejadian ini.

“Banjir dipicu hujan berintensitas tinggi di wilayah hulu yang menyebabkan peningkatan debit air hingga mengakibatkan tanggul di Dukuh Solowere dan Dukuh Selodoko jebol. Air kemudian meluap dan merendam permukiman warga,” ujarnya.

Air Meluas, Warga Kehilangan Ruang Aman

Genangan tidak membutuhkan waktu lama untuk meluas. Air akhirnya menjangkau empat kecamatan dan delapan desa. Wilayah terdampak berada di Kecamatan Guntur, Karangtengah, Wonosalam, hingga Kebonagung.

Ini Belum Selesai

Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi, Ada Apa?

Bakar Sampah Berujung Kebakaran Kabel PT Sangsaka di Bantul

Rincian wilayah terdampak juga disampaikan Abdul Muhari.

“Empat kecamatan terdampak dengan total delapan desa. Di Kecamatan Guntur meliputi Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turirejo, dan Sumberejo. Kecamatan Karangtengah mencakup Desa Ploso. Kecamatan Wonosalam meliputi Desa Lempuyang, sedangkan Kecamatan Kebonagung mencakup Desa Solowire dan Desa Sarimulyo,” jelasnya.

Secara keseluruhan, banjir mempengaruhi 1.070 kepala keluarga atau sekitar 4.280 jiwa. Dari jumlah tersebut, 583 warga terpaksa mengungsi ke berbagai titik darurat seperti masjid, mushola, balai desa, hingga kantor kecamatan.

Di lokasi pengungsian, petugas segera membuka layanan kesehatan. Tim medis langsung menangani warga yang kelelahan serta mulai menunjukkan gejala gangguan kesehatan.

Kerusakan Meluas, Ekonomi Ikut Terhenti

Dampak banjir tidak hanya memaksa warga meninggalkan rumah. Infrastruktur permukiman juga ikut terpukul. Sebanyak 1.230 rumah terdampak, sementara empat unit mengalami kerusakan berat.

Kerusakan kemudian merambat ke fasilitas umum dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Sepuluh fasilitas pendidikan dan lima belas tempat ibadah turut terdampak. Selain itu, sekitar 194 hektare lahan sawah juga terendam,” kata Abdul Muhari.

Bagi petani dan pekerja harian, kondisi ini langsung menghentikan sumber penghasilan. Aktivitas ekonomi berhenti seketika, sementara kebutuhan hidup tetap berjalan.

Alam Memicu, Manusia Memperparah

Curah hujan tinggi memang menjadi pemicu awal. Namun jebolnya tanggul juga menunjukkan adanya kerentanan infrastruktur yang belum sepenuhnya teratasi.

Kapasitas sungai yang menurun mempercepat limpasan air. Pada saat yang sama, kesiapan tanggul dan sistem pengendalian banjir belum cukup kuat menahan tekanan ekstrem.

Kombinasi faktor alam dan kelemahan infrastruktur ini menunjukkan bahwa bencana tidak selalu murni datang dari alam. Dalam banyak kasus, kelalaian manusia ikut memperbesar dampaknya.

Penanganan Berpacu dengan Risiko Baru

Sejak awal kejadian, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama berbagai instansi langsung turun ke lapangan. Petugas mengevakuasi warga, menyalurkan bantuan, dan memperkuat tanggul darurat menggunakan karung pasir.

Pencarian terhadap warga yang hilang masih terus berlangsung. Posko utama kini beroperasi di Desa Bumiharjo sebagai pusat koordinasi penanganan bencana.

Di tengah situasi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengingatkan potensi banjir susulan masih cukup tinggi. Debit air belum stabil dan kondisi tanggul tetap rentan.

Berbagai kebutuhan mendesak juga terus dipenuhi, mulai dari logistik, air bersih, obat-obatan, hingga perlengkapan bayi bagi pengungsi.

Air memang belum sepenuhnya surut. Ancaman pun belum benar-benar pergi. Pada akhirnya, banjir ini bukan hanya tentang hujan yang turun deras melainkan juga tentang seberapa sering manusia mengabaikan peringatan yang sebenarnya sudah datang lebih dulu. @dimas

Tags: banjirBanjir BandangBencana AlamdemakInfrastrukturJawa TengahKrisis GlobalLingkungansiagaTerdampak

Kamu Melewatkan Ini

Gotong Royong, Modal Pembangunan yang Sering Dilupakan

Gotong Royong, Modal Pembangunan yang Sering Dilupakan

by dimas
September 11, 2026

Gotong royong bukan sekadar kerja bakti, tetapi modal sosial untuk membangun dan merawat infrastruktur. Saatnya menghitung potensi selain uang. Tabooo.id...

Karhutla Lahap 100 Hektare Tahura Bukit Soeharto di IKN

Karhutla Lahap 100 Hektare Tahura Bukit Soeharto di IKN

by dimas
September 2, 2026

Karhutla melahap sekitar 100 hektare Tahura Bukit Soeharto di kawasan IKN. Petugas menghadapi medan sulit dan keterbatasan akses saat memadamkan...

Banjir Nepal-Tibet Tewaskan 633 Orang, 2.980 Masih Hilang

Banjir Nepal-Tibet Tewaskan 633 Orang, 2.980 Masih Hilang

by dimas
Agustus 29, 2026

Banjir bandang dan longsor menerjang Nepal-Tibet, menewaskan 633 orang dan membuat 2.980 lainnya masih hilang di tengah ancaman banjir susulan....

Next Post
Rel yang Hilang di Bawah Waduk: Jejak Kereta yang Masih Hidup di Ingatan Wonogiri

Rel yang Hilang di Bawah Waduk: Jejak Kereta yang Masih Hidup di Ingatan Wonogiri

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id