Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jokowi Telepon MBS, Endingnya: Perang Jalan, Kepastian Hilang

by dimas
April 5, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, mengungkap satu momen yang menggambarkan betapa kaburnya arah konflik global saat ini. Di tengah eskalasi perang di Timur Tengah, ia langsung menghubungi Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.

Jokowi melakukan panggilan itu pada Rabu (11/3/2026), ketika konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran baru memasuki hari ketiga. Situasi masih panas, tetapi ketidakpastian sudah terasa.

Dalam pidatonya di acara Silaturahmi Kebangsaan dan Halal Bihalal Anniversary ke-1 YouTuber Nusantara, Jokowi menceritakan percakapan tersebut secara lugas.

“Saya telepon saat perang baru tiga hari saya telepon kakak saya di Uni Emirat Arab, Yang Mulia MBS, saya tanya, ‘Yang Mulia kapan perangnya selesai?’,” ujar Jokowi, Sabtu (4/4/2026).

Jawaban yang ia terima justru mempertegas satu hal bahkan pihak yang berada dekat dengan pusaran konflik pun tidak punya kepastian.

Ini Belum Selesai

Bukan Cuma Soal Motor, Ketika Komunitas Jadi Tempat Mencari Arah

Desa Adat Sade Terbakar, Ratusan Rumah Sasak Ludes dalam Semalam

Ketika Bahkan Pusat Konflik Tidak Bisa Menjawab

Alih-alih mendapat prediksi, Jokowi justru menerima jawaban yang menggambarkan kebingungan global. Ia menegaskan bahwa MBS tidak bisa memastikan kapan perang akan berakhir.

“Baru mulai itu saya sudah tanya, ‘kapan perangnya kira-kira selesai?’ Dijawab enggak pasti dan enggak jelas,” tegasnya.

Situasi ini mendorong Jokowi menggali lebih jauh. Ia tidak hanya bertanya soal perang, tetapi juga dampak langsungnya terhadap ekonomi global, terutama harga minyak yang langsung bergejolak.

“Kemudian saya bertanya, Harga minyak ini akan sampai berapa? Dijawab juga enggak pasti dan enggak jelas. Karena memang kalkulasinya sangat rumit, kalkulasinya sangat sulit sekali,” tambahnya.

Jawaban itu menunjukkan satu realitas bahkan aktor utama di kawasan tidak mampu membaca arah konflik secara presisi.

Dampak Langsung: Harga Minyak dan Tekanan ke APBN

Setelah berbicara dengan MBS, Jokowi mencoba mencari kepastian lain. Ia menghubungi menteri terkait di kawasan tersebut. Namun hasilnya tetap sama: tidak ada jawaban pasti.

“Saya ulangi lagi telepon ke menterinya di sana, jawabannya juga sama. Ini yang sudah di dalam lingkaran perang saja tidak bisa memperkirakan apalagi kita yang ada di sini,” jelasnya.

Ketidakpastian ini bukan sekadar persoalan diplomasi. Dampaknya langsung terasa ke sektor ekonomi, terutama harga energi yang berpotensi melonjak.

Kenaikan harga minyak akan menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Imbasnya bisa menjalar ke subsidi, harga bahan bakar, hingga daya beli masyarakat.

Jokowi pun mengakui sulitnya memprediksi kapan situasi akan kembali stabil.

“Sangat sulit memperkirakan, memprediksi kapan perangnya selesai dan kapan harga minyak akan kembali pada harga yang normal kembali,” katanya.

Siapa yang Paling Terdampak?

Di balik percakapan tingkat tinggi itu, dampaknya justru paling terasa di level bawah. Masyarakat menjadi pihak yang paling rentan menghadapi efek domino dari konflik global.

Jika harga minyak terus naik, biaya transportasi akan ikut terdorong. Harga kebutuhan pokok berpotensi ikut merangkak. Dalam situasi seperti ini, kelompok berpenghasilan rendah menjadi yang paling cepat merasakan tekanan.

Pemerintah pun harus menjaga keseimbangan. Di satu sisi, Indonesia tidak terlibat langsung dalam konflik. Di sisi lain, guncangan global tetap menghantam dari luar.

Harapan di Tengah Ketidakpastian

Menutup pernyataannya, Jokowi mengajak masyarakat melihat situasi ini dengan kesadaran penuh bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja. Ia meminta publik ikut mendoakan ketahanan ekonomi nasional.

“Sehingga kita berdoa bersama agar APBN kita, fiskal kita ini kuat menghadapi goncangan-goncangan yang tidak jelas seperti yang kita alami sekarang ini,” pungkasnya.

Di tengah perang yang bahkan sulit diprediksi oleh pelakunya sendiri, satu hal menjadi jelas ketidakpastian kini bukan lagi risiko, tetapi kenyataan. Dan seperti biasa, masyarakatlah yang pertama kali merasakan dampaknya bahkan sebelum peluru terakhir ditembakkan. @dimas

Tags: APBNDuniaEkonomi IndonesiaEnergiGlobalHargaInternasionaljokowiKonflik DuniaKrisis GlobalmemanasminyakNasionalperangTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

by dimas
Agustus 23, 2026

Negara memiliki mandat untuk menguasai sumber daya strategis. Namun, mandat itu bukan sekadar soal izin, regulasi, atau kepemilikan. Ukuran akhirnya...

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

by dimas
Agustus 22, 2026

Pasal 33 UUD 1945 bukan sekadar aturan ekonomi, tetapi tentang pengelolaan sumber daya, distribusi kekayaan, dan kemakmuran rakyat. Tabooo.id -...

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Excerpt: Kartu Kredit Indonesia resmi meluncur. Bersamaan dengan itu, BI memperluas MDR QRIS 0% mulai 1 Oktober 2026 untuk transaksi...

Next Post
Semeru Kembali “Bicara”, Warga Diminta Lebih Siaga

Semeru Kembali “Bicara”, Warga Diminta Lebih Siaga

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id