Sabtu, April 11, 2026
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Jokowi Telepon MBS, Endingnya: Perang Jalan, Kepastian Hilang

April 5, 2026
in Nasional, News
A A
Jokowi Effect: Mantan Presiden, Jabatan Selesai tapi Pengaruh Belum Usai

Jokowi hubungi MBS saat perang baru tiga hari jawabannya sama tak ada kepastian, dunia benar-benar di fase “nggak jelas”. (Foto istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, mengungkap satu momen yang menggambarkan betapa kaburnya arah konflik global saat ini. Di tengah eskalasi perang di Timur Tengah, ia langsung menghubungi Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.

Jokowi melakukan panggilan itu pada Rabu (11/3/2026), ketika konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran baru memasuki hari ketiga. Situasi masih panas, tetapi ketidakpastian sudah terasa.

Dalam pidatonya di acara Silaturahmi Kebangsaan dan Halal Bihalal Anniversary ke-1 YouTuber Nusantara, Jokowi menceritakan percakapan tersebut secara lugas.

“Saya telepon saat perang baru tiga hari saya telepon kakak saya di Uni Emirat Arab, Yang Mulia MBS, saya tanya, ‘Yang Mulia kapan perangnya selesai?’,” ujar Jokowi, Sabtu (4/4/2026).

Jawaban yang ia terima justru mempertegas satu hal bahkan pihak yang berada dekat dengan pusaran konflik pun tidak punya kepastian.

BacaJuga

Prabowo Mundur dari IPSI: Pengabdian 34 Tahun atau Misi yang Belum Selesai?

Bukan Sekadar Tutup Toko, Ini Strategi Bertahan di Era E-Commerce

Ketika Bahkan Pusat Konflik Tidak Bisa Menjawab

Alih-alih mendapat prediksi, Jokowi justru menerima jawaban yang menggambarkan kebingungan global. Ia menegaskan bahwa MBS tidak bisa memastikan kapan perang akan berakhir.

“Baru mulai itu saya sudah tanya, ‘kapan perangnya kira-kira selesai?’ Dijawab enggak pasti dan enggak jelas,” tegasnya.

Situasi ini mendorong Jokowi menggali lebih jauh. Ia tidak hanya bertanya soal perang, tetapi juga dampak langsungnya terhadap ekonomi global, terutama harga minyak yang langsung bergejolak.

“Kemudian saya bertanya, Harga minyak ini akan sampai berapa? Dijawab juga enggak pasti dan enggak jelas. Karena memang kalkulasinya sangat rumit, kalkulasinya sangat sulit sekali,” tambahnya.

Jawaban itu menunjukkan satu realitas bahkan aktor utama di kawasan tidak mampu membaca arah konflik secara presisi.

Dampak Langsung: Harga Minyak dan Tekanan ke APBN

Setelah berbicara dengan MBS, Jokowi mencoba mencari kepastian lain. Ia menghubungi menteri terkait di kawasan tersebut. Namun hasilnya tetap sama: tidak ada jawaban pasti.

“Saya ulangi lagi telepon ke menterinya di sana, jawabannya juga sama. Ini yang sudah di dalam lingkaran perang saja tidak bisa memperkirakan apalagi kita yang ada di sini,” jelasnya.

Ketidakpastian ini bukan sekadar persoalan diplomasi. Dampaknya langsung terasa ke sektor ekonomi, terutama harga energi yang berpotensi melonjak.

Kenaikan harga minyak akan menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Imbasnya bisa menjalar ke subsidi, harga bahan bakar, hingga daya beli masyarakat.

Jokowi pun mengakui sulitnya memprediksi kapan situasi akan kembali stabil.

“Sangat sulit memperkirakan, memprediksi kapan perangnya selesai dan kapan harga minyak akan kembali pada harga yang normal kembali,” katanya.

Siapa yang Paling Terdampak?

Di balik percakapan tingkat tinggi itu, dampaknya justru paling terasa di level bawah. Masyarakat menjadi pihak yang paling rentan menghadapi efek domino dari konflik global.

Jika harga minyak terus naik, biaya transportasi akan ikut terdorong. Harga kebutuhan pokok berpotensi ikut merangkak. Dalam situasi seperti ini, kelompok berpenghasilan rendah menjadi yang paling cepat merasakan tekanan.

Pemerintah pun harus menjaga keseimbangan. Di satu sisi, Indonesia tidak terlibat langsung dalam konflik. Di sisi lain, guncangan global tetap menghantam dari luar.

Harapan di Tengah Ketidakpastian

Menutup pernyataannya, Jokowi mengajak masyarakat melihat situasi ini dengan kesadaran penuh bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja. Ia meminta publik ikut mendoakan ketahanan ekonomi nasional.

“Sehingga kita berdoa bersama agar APBN kita, fiskal kita ini kuat menghadapi goncangan-goncangan yang tidak jelas seperti yang kita alami sekarang ini,” pungkasnya.

Di tengah perang yang bahkan sulit diprediksi oleh pelakunya sendiri, satu hal menjadi jelas ketidakpastian kini bukan lagi risiko, tetapi kenyataan. Dan seperti biasa, masyarakatlah yang pertama kali merasakan dampaknya bahkan sebelum peluru terakhir ditembakkan. @dimas

Tags: APBNDuniaEkonomiEnergiGlobalHargaIndonesiaInternasionaljokowiKetidakpastianKonflikKrisisMBSmemanasminyakperangShockTimur Tengah

REKOMENDASI TABOOO

Prabowo Mundur dari IPSI: Pengabdian 34 Tahun atau Misi yang Belum Selesai?

Prabowo Mundur dari IPSI: Pengabdian 34 Tahun atau Misi yang Belum Selesai?

by dimas
April 11, 2026

Tabooo.id: Nasional - Setiap perpisahan selalu meninggalkan jejak.Namun kali ini, yang terasa bukan hanya kehilangan, melainkan juga kegagalan yang belum...

OTT Kepala Daerah Lagi, Kapan RUU Perampasan Aset Disahkan?

OTT Kepala Daerah Lagi, Kapan RUU Perampasan Aset Disahkan?

by dimas
April 11, 2026

Tabooo.id: Deep - Kasus korupsi kepala daerah kembali muncul. Lagi, dan lagi.Penangkapan seolah bukan akhir, melainkan bagian dari siklus yang...

Indonesia Negara Termiskin Kedua? Atau Kita yang Salah Paham Data?

Indonesia Negara Termiskin Kedua? Atau Kita yang Salah Paham Data?

by dimas
April 11, 2026

Tabooo.id: Check - Angka sering terlihat meyakinkan. Terlebih lagi saat infografis rapi menyertakan nama lembaga dunia. Namun, di balik itu,...

Next Post
Semeru Kembali “Bicara”, Warga Diminta Lebih Siaga

Semeru Kembali “Bicara”, Warga Diminta Lebih Siaga

Recommended

Iran Tolak Gencatan Senjata: Ini Soal Damai atau Permainan Narasi Kekuatan?

Iran Tolak Gencatan Senjata: Ini Soal Damai atau Permainan Narasi Kekuatan?

April 7, 2026
“Songko”: Ketika Ketakutan Lama Kembali Hidup

“Songko”: Ketika Ketakutan Lama Kembali Hidup

April 8, 2026

Popular

Materialisme Tan Malaka: Realita Itu Nyata, Tapi Apa Kamu Siap Menerima? – Madilog Series #1

Materialisme Tan Malaka: Realita Itu Nyata, Tapi Apa Kamu Siap Menerima? – Madilog Series #1

April 10, 2026

Siapa Ibu Sebenarnya? Teror Psikologis di Balik Legenda Malin Kundang

April 2, 2026

Polling: Buku Apa Lagi yang Perlu Dibongkar?

April 11, 2026

Makam Tan Malaka: Ingatan yang Sengaja Disembunyikan?

April 10, 2026

Bupati Tulungagung Kena OTT, Publik Kembali Kehilangan Kepercayaan

April 11, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.