Senin, April 6, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo Today
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Zakat, Scam, Salah Paham Digital: Ketika Niat Baik Indosat Jadi Bumerang

April 5, 2026
in Lifestyle, Teknologi
A A
Zakat, Scam, Salah Paham Digital: Ketika Niat Baik Indosat Jadi Bumerang

kampanye anti-scam dari IM3 milik Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menuai kontroversi. (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Teknologi – Kalau kamu lagi hidup di era serba digital, satu hal pasti scam makin kreatif, tapi kepercayaan makin rapuh. Nah, di tengah niat melindungi pengguna, justru muncul pertanyaan baru apakah semua peringatan itu benar-benar aman, atau malah bikin kita curiga ke hal yang seharusnya suci?

Itulah yang terjadi ketika kampanye anti-scam dari IM3 milik Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menuai kontroversi. Pesannya simpel, bahkan terasa relevan “Telpon ngajak zakat? Jangan diangkat, bisa jadi scammer.” Tapi masalahnya, konteksnya nggak sesederhana itu.

Ketika Anti-Scam Bertabrakan dengan Sensitivitas

Indosat sebenarnya punya alasan kuat. Data internal mereka menunjukkan bahwa selama Ramadan 2025, kasus penipuan digital naik 34,7%. Lebih dari itu, 89% terjadi lewat WhatsApp dan 64% lewat panggilan telepon. Artinya? Ancaman itu nyata.

Tapi di sisi lain, zakat bukan sekadar transaksi. Ini soal kepercayaan, ibadah, dan sistem sosial yang sudah lama dibangun. Jadi ketika kampanye itu terdengar seperti generalisasi semua telepon zakat patut dicurigai reaksi publik pun meledak.

Organisasi seperti POROZ bahkan menilai narasi tersebut berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat resmi. Padahal, selama ini mereka bekerja berdasarkan regulasi yang jelas.

Niat Baik, Eksekusi Kurang “Rasa”

Indosat pun akhirnya angkat tangan dalam arti positif. Mereka minta maaf secara terbuka.

Mereka menegaskan tidak ada niat menyinggung nilai keagamaan. Kampanye itu murni untuk edukasi soal penipuan digital yang memang meningkat saat Ramadan.

“Kami sampaikan bahwa tidak memiliki niat untuk menyinggung nilai-nilai keagamaan maupun kelompok/organisasi manapun. Hal ini dilakukan seiring dengan meningkatnya temuan potensi penipuan yang mengatasnamakan aktivitas zakat di bulan Ramadhan,” kata SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison Ovidia Nomia dalam keterangan resminya, melansir Antara, Sabtu (04/04/2026)

Tapi di sinilah pelajaran pentingnya di era digital, niat baik saja nggak cukup. Cara menyampaikan pesan itu sama pentingnya.

Apalagi kalau menyentuh ranah sensitif seperti agama. Karena di dunia yang penuh notifikasi ini, satu kalimat bisa jadi proteksi atau justru provokasi.

Teknologi, Keamanan, dan Krisis Trust

Kasus ini membuka satu hal yang sering kita abaikan teknologi bukan cuma soal fitur, tapi juga soal trust. Fitur anti-scam? Penting, Edukasi digital? Wajib.

Tapi kalau komunikasi brand terasa “menyerempet” nilai sosial, kepercayaan bisa runtuh lebih cepat daripada scam itu sendiri.

Ironisnya, di saat kita butuh perlindungan dari penipuan digital, kita juga butuh perlindungan dari over-warning yang bikin kita jadi paranoid.

Jadi, Harus Percaya Siapa?

Di satu sisi, kamu harus waspada karena scam itu nyata dan makin canggih.

RelatedPosts

Timbal Kuno Kapal Romawi: Barang Rongsok Apa Kunci Rahasia Alam Semesta?

6 Smartwatch yang Bisa Hidup Tanpa Charger Berhari-hari

Di sisi lain, kamu juga nggak bisa hidup dengan kecurigaan ke semua hal, termasuk aktivitas sosial seperti zakat.

Mungkin jawabannya bukan “jangan percaya siapa-siapa”, tapi “belajar percaya dengan cara yang lebih cerdas.” Cek sumber. Kenali lembaga resmi. Jangan asal angkat, tapi juga jangan asal menolak.

Karena di era ini, yang paling mahal bukan pulsa atau kuota tapi kepercayaan. Lalu, menurutmu, kita sekarang lebih takut kena scam atau lebih takut salah percaya?. @teguh

Tags: AgamaancamanAnti-scamDigitalFiturIbadahIM3IndosatKampanyeKasusPOROZProvokasiRamadhanSalah PahamScamSensistifwhatsappZakat

Recommended

WNI Dijadikan “Budak” di Melbourne: Dipukul, Kelaparan, Hidup di Garasi

Dipukul dan Kelaparan di Negeri Orang: Kisah Kelam WNI di Melbourne

April 2, 2026
Kacamata AI: Smartphone Pensiun Dini atau Kita yang Terlalu Nyaman?

Kacamata AI: Smartphone Pensiun Dini atau Kita yang Terlalu Nyaman?

April 3, 2026

Popular News

  • Bendera Setengah Tiang di Beirut, Dunia Menunduk untuk Tiga Prajurit TNI

    Bendera Setengah Tiang di Beirut, Dunia Menunduk untuk Tiga Prajurit TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AI Menyerang Programmer, Guru Justru Bertahan Dan Tak Tergantikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Bantuan ke Ketergantungan: Sistem yang Salah Arah?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rel yang Hilang di Bawah Waduk: Jejak Kereta yang Masih Hidup di Ingatan Wonogiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanggul Jebol, Demak Tenggelam: Bencana Alam atau Kelalaian?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.