Sabtu, Mei 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Harga Cup Melejit, Es Teh Jumbo Tak Lagi Murah di Solo

by dimas
April 5, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Lonjakan harga bahan pendukung seperti cup gelas dan plastik kemasan mulai menggoyang napas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Solo. Kenaikan ini tidak datang sekaligus. Ia merangkak pelan sejak sebelum Lebaran 2026, lalu melonjak tanpa aba-aba. Dampaknya terasa nyata: pedagang terpaksa menyesuaikan harga jual demi menjaga usaha tetap hidup.

Di tengah tekanan itu, Nita (28), pedagang es teh jumbo, memilih langkah yang tak populer di mata pelanggan menaikkan harga. Ia menegaskan keputusan itu lahir dari keterpaksaan, bukan keinginan mencari untung lebih.

“Es teh naik seribu. Jadi Rp 4 ribu sebelumnya hanya Rp 3 ribu. Terpaksa karena memang kondisinya seperti ini, cup gelas dan plastik untuk bungkus es cup naik,” ujar Nita, Jumat (3/4/2026).

Biaya Kemasan Melonjak, Margin Kian Menyempit

Kenaikan harga perlengkapan usaha menjadi pemicu utama. Nita menggambarkan bagaimana biaya yang semula stabil kini berubah drastis dalam waktu singkat.

“Sebelum Lebaran itu sudah naik sedikit demi sedikit, dari naik dua ribu, empat ribu, dan seterusnya,” jelasnya.

Ini Belum Selesai

Yovie: AI Bisa Bikin Lagu, Tapi Tak Punya Hati

Jogja Financial Festival Dibuka: Literasi Keuangan atau Bahaya Utang Digital?

Lonjakan paling terasa terjadi pada cup gelas. Harga satu rol berisi 50 pieces yang sebelumnya sekitar Rp12.000 kini menembus Rp21.000. Dalam praktik sehari-hari, angka ini langsung menekan biaya operasional.

Tekanan juga datang dari plastik pembungkus. Harga yang semula di kisaran Rp30 ribuan per kilogram kini melampaui Rp40 ribu.

“Plastik untuk cup ini juga naik, hitungnya per kilogram. Awalnya hanya Rp30 ribuan, sekarang sudah di atas Rp40 ribu,” katanya.

Di saat bersamaan, harga gula ikut naik. Kombinasi kenaikan ini menciptakan efek berantai yang sulit dihindari: biaya produksi membengkak, sementara ruang keuntungan semakin sempit.

Harga Jual Naik, Konsumen Ikut Menanggung

Dalam situasi seperti ini, pelaku UMKM praktis tidak punya banyak pilihan. Menahan harga berarti menanggung kerugian, sementara menaikkan harga berisiko kehilangan pelanggan. Banyak yang akhirnya memilih jalan tengah: menaikkan harga secukupnya agar usaha tetap berjalan.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Solo. Di Kabupaten Sukoharjo, harga es teh jumbo juga naik sekitar Rp500, dari Rp3.000 menjadi Rp3.500 per cup. Kenaikan ini memperlihatkan pola yang sama beban biaya produksi bergeser ke harga jual.

Harapan Sederhana di Tengah Tekanan

Di balik keputusan menaikkan harga, tersimpan harapan sederhana dari pelaku usaha kecil: pengertian dari masyarakat.

“Harapannya masyarakat bisa mengerti kondisi kami, karena kenaikan ini memang tidak bisa dihindari,” pungkasnya.

Di meja pelanggan, segelas es teh mungkin terlihat biasa. Namun di baliknya, ada cerita tentang rantai pasok yang rapuh dan pelaku UMKM yang terus bertahan di tengah tekanan. Ketika harga kemasan saja mampu mengguncang usaha kecil, persoalannya bukan lagi sekadar kenaikan harga melainkan seberapa lama mereka bisa tetap berdiri. @dimas

Tags: DampakEkonomi IndonesiaHargaKenaikanNaikplastikSolo

Kamu Melewatkan Ini

Purbaya vs Ekonom TikTok: Pertarungan Data dan Ketakutan Publik

Purbaya vs Ekonom TikTok: Pertarungan Data dan Ketakutan Publik

by dimas
Mei 22, 2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadhewa menepis ketakutan krisis 1998 di tengah pelemahan rupiah. Namun di era TikTok, publik justru lebih...

Ekonomi Tumbuh, Publik Tetap Gelisah: Data Negara vs Realita TikTok

Ekonomi Tumbuh, Publik Tetap Gelisah: Data Negara vs Realita TikTok

by dimas
Mei 22, 2026

Data ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen, tetapi publik tetap merasa hidup semakin berat. Purbaya menilai media sosial ikut membentuk keresahan...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Next Post
Kemlu Segera Evakuasi WNI dari Iran di Tengah Konflik AS-Israel

Darah di Zona Damai, Indonesia Tagih Tanggung Jawab PBB

Pilihan Tabooo

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Mei 11, 2026

Realita Hari Ini

Perlawanan Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Perlawanan Dari Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Mei 21, 2026

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Mei 22, 2026

Bundaran UGM Jadi Sorotan, Spanduk Permintaan Maaf Terbentang

Mei 21, 2026

Jogja Financial Festival Dibuka: Literasi Keuangan atau Bahaya Utang Digital?

Mei 22, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id