Jumat, Mei 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Beasiswa Rp 898 Juta ke Inggris Dibuka: Kesempatan atau Ujian Mental?

by teguh
April 4, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kalau kamu perempuan di bidang STEM dan masih ragu melangkah lebih jauh, ini bisa jadi momen yang kamu tunggu. Program beasiswa ASEAN-UK Women in STEM 2026/2027 masih membuka pendaftaran hingga akhir April. Nilainya? Nggak main-main mencapai Setiap beasiswa bernilai minimum 40.000 Poundsterling atau Rp 898 juta untuk kuliah S2 selama satu tahun di Inggris.

British Council bersama UK Mission to ASEAN mendanai program ini. Mereka ingin membuka jalan lebih lebar bagi perempuan di dunia sains, teknologi, engineering, dan matematika bidang yang masih didominasi laki-laki.


Bukan Sekadar Beasiswa, Tapi “Akses” yang Selama Ini Mahal

Program ini memberi paket lengkap biaya kuliah, tunjangan hidup, tiket perjalanan, visa, asuransi kesehatan, hingga dukungan bahasa Inggris. Dengan skema ini, penyelenggara berusaha meruntuhkan hambatan finansial yang selama ini jadi tembok terbesar.

Selain itu, peserta akan belajar langsung di universitas dan lembaga riset top di Inggris. Mereka juga bisa membangun koneksi dengan para ahli STEM dan jaringan global. Jadi, program ini bukan cuma soal gelar tapi juga soal exposure dan masa depan.

Penyelenggara menyediakan sekitar 20 beasiswa untuk pelamar dari Asia Timur, termasuk Indonesia dan Timor Leste. Kuota yang terbatas ini otomatis membuat persaingan jadi ketat.

Ini Belum Selesai

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Bundaran UGM Jadi Sorotan, Spanduk Permintaan Maaf Terbentang

Beasiswa Rp 898 Juta ke Inggris Dibuka: Kesempatan atau Ujian Mental?
Jembatan WestMinster di Inggris

Masalahnya: Bakat Ada, Tapi Sistem Belum Selalu Ramah

Global Head of Enabling Research & Science di British Council, Dr. Jen Bardsley, menegaskan bahwa program ini ingin menghadirkan suara yang lebih inklusif dalam sains.

Dr. Jen Bardsley menerangkan, program ini bertujuan menurunkan hambatan bagi perempuan untuk berkarier di bidang STEM. “Program ini benar-benar menciptakan suara-suara yang lebih inklusif dan beragam dalam sains, yang kita tahu akan menghasilkan sains yang lebih baik dan dampak yang lebih positif bagi semua,” tutur Jen, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (03/04/2026).

Menurutnya, semakin beragam perspektif dalam STEM, semakin besar dampak positif yang bisa dihasilkan. Sains akan berkembang lebih “hidup” ketika semua suara mendapat ruang.

Namun, realitas di lapangan belum sepenuhnya berubah. Banyak perempuan masih menghadapi hambatan struktural mulai dari akses pendidikan, bias gender, hingga minimnya peluang riset global.

Country Director British Council Indonesia, Summer Xia, melihat langsung fenomena ini. Ia menilai banyak perempuan punya bakat besar di STEM, tapi sistem sering menghentikan langkah mereka di tengah jalan.

Jadi, Ini Peluang Atau Tes Nyali?

Beasiswa ini jelas membuka pintu. Tapi keputusan untuk melangkah tetap ada di tangan masing-masing.

Di balik angka Rp 898 juta, ada standar tinggi, seleksi ketat, dan tuntutan mental untuk bersaing di level global. Program ini tidak hanya mencari yang pintar tapi juga yang berani.

Pendaftaran masih dibuka. Informasi lengkap tersedia di situs resmi British Council.

Sekarang pertanyaannya sederhana kalau peluang sudah ada di depan mata, kamu mau melangkah atau masih menunggu merasa “cukup layak”?. @teguh

Tags: BeasiswaGlobalInggrisInklusifketatMasa DepanperempuanProgramrisetSeleksi

Kamu Melewatkan Ini

Papua 65 Tahun Konflik: Kenapa Luka Ini Tak Pernah Selesai?

Papua 65 Tahun Konflik: Kenapa Luka Ini Tak Pernah Selesai?

by jeje
Mei 18, 2026

“Papua bukan soal keamanan semata. Papua adalah soal keadilan, sejarah, dan rasa dipercaya.” Kalimat itu terus muncul dalam diskusi para...

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Fashion 2026: Ini Bukan Lagi Soal Gaya, Tapi Cara Kamu Bertahan

Fashion 2026: Ini Bukan Lagi Soal Gaya, Tapi Cara Kamu Bertahan

by Naysa
Mei 8, 2026

Dulu, fashion cuma soal terlihat keren. Sekarang, itu sudah tidak cukup. Tahun 2026 mengubah semuanya, baju bukan lagi sekadar gaya,...

Next Post
Otak Gen Z Kelelahan: Brain Fry sampai Imposter Syndrome, Siapa yang Salah?

Otak Gen Z Kelelahan: Brain Fry sampai Imposter Syndrome, Siapa yang Salah?

Pilihan Tabooo

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Mei 11, 2026

Realita Hari Ini

Perlawanan Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Perlawanan Dari Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Mei 21, 2026

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Mei 22, 2026

KUHAP 2025 Tegaskan Peran Sah PPNS dalam Sistem Peradilan Pidana

Februari 4, 2026

Inbox Lebih Kalem: Saat Gmail Pakai AI Buat Ngurangin Drama Email

Mei 8, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id