Tabooo.id: Lifestyle – Pernah nggak sih kamu pengin healing tapi juga pengin ngerasa hidup lagi bukan cuma rebahan sambil scroll TikTok? Nah, Bendungan Selorejo di Malang kayaknya ngerti banget kebutuhan itu. Bukan cuma tempat buat liat air tenang dan pepohonan hijau, sekarang Selorejo punya wahana yang bikin kamu harus berani basah Stand Up Paddle dan Kayak.
Yup, dua olahraga air yang belakangan lagi naik daun ini resmi hadir di sana. Dan buat kamu yang suka tantangan, ini bukan sekadar gaya-gayaan di atas air. Ini tentang keseimbangan, fokus, dan, tentu saja, nyali.
Dari “Healing” ke “Feeling”
Direktur Operasional Perum Jasa Tirta 1, Milfan Rantawi, bilang kalau kehadiran dua wahana baru ini bukan buat saingan sama wisata perahu yang udah duluan ada.
“Pasarnya kan beda. Justru dengan adanya ini, kita memperluas pasar,” ujar Milfan dikutip dari Kompas.com.
Artinya, Selorejo bukan cuma destinasi untuk keluarga atau bapak-bapak mancing. Sekarang, tempat ini juga ngincar anak muda yang haus tantangan dan pengalaman baru.
Harga tiketnya pun masih ramah kantong. Weekend Rp20 ribu per orang, weekdays Rp13 ribu. Tapi kalau kamu pengin coba Stand Up Paddle, siapin Rp75 ribu, atau Rp100 ribu buat Kayak. Udah termasuk pelampung, helm, dan pelatih dari komunitas lokal yang siap bantu kamu supaya nggak tenggelam secara harfiah maupun sosial.
Balik Lagi ke Tubuh Sendiri
Kalau kamu pernah nyoba Stand Up Paddle, kamu bakal paham ini bukan cuma olahraga, tapi meditasi dalam bentuk lain. Bayangin berdiri di atas papan, dikelilingi air tenang, lalu kamu harus jaga keseimbangan sambil mendayung pelan. Sedikit goyah aja, byur! kamu jatuh.
Bagi pemula, kuncinya sederhana tapi nggak gampang: berdiri dari belakang papan dan gunakan dayung buat jaga stabilitas. Buat main kayak, kamu harus ngerti arah dayung kanan, jalan kiri, dan sebaliknya. Kedengerannya sepele, tapi begitu kamu di tengah bendungan, semua teori itu mendadak lenyap. Yang tersisa cuma kamu, papan, dan air yang reflektif.
Di situ, kamu belajar ternyata tubuh punya cara sendiri buat mengingatkan kita agar tetap balance.
Tren “Sport Tourism”: Liburan Tapi Aktif
Fenomena kayak gini lagi nge-trend di kalangan anak muda liburan bukan buat tidur di vila doang, tapi juga buat ngerasain sesuatu yang baru. Dunia pariwisata menyebutnya sport tourism, alias wisata olahraga.
Data Kemenparekraf menunjukkan tren wisata berbasis aktivitas fisik naik signifikan pasca-pandemi. Setelah dua tahun terkurung, orang-orang butuh sensasi gerak dan tantangan. Mereka pengin menyembuhkan diri lewat pengalaman nyata, bukan cuma lewat filter Instagram.
Itu sebabnya, Perum Jasa Tirta 1 mulai memposisikan Selorejo sebagai water sport destination yang serius. “Ke depan, kita ingin Selorejo ini ada positioning wisata air,” kata Milfan.
Bisa jadi, dalam beberapa tahun ke depan, Selorejo bakal dikenal bukan cuma karena dam-nya yang legendaris, tapi juga sebagai spot paddle board paling keren di Jawa Timur.
Antara Adrenalin dan Mindfulness
Menariknya, aktivitas seperti Stand Up Paddle ini nggak cuma menantang secara fisik, tapi juga punya efek psikologis yang kuat.
Psikolog olahraga menyebut kegiatan di air bisa meningkatkan hormon endorfin dan dopamin, dua zat bahagia yang bikin kita tenang tapi semangat di saat bersamaan.
Kamu dipaksa buat fokus penuh satu gerakan salah, jatuh. Tapi di situ juga kamu belajar buat berdamai sama ketidakseimbangan. Kadang kamu jatuh, kadang kamu bisa berdiri lagi dan justru di situ letak healing-nya.
Kenapa Anak Muda Butuh “Basah”?
Di era digital ini, kebanyakan dari kita hidup di kepala mikirin konten, target, ekspektasi. Jarang banget kita merasakan tubuh sendiri. Padahal, manusia butuh sensasi air dingin yang menyentuh kulit, suara dayung yang membelah permukaan, degup jantung yang cepat karena takut jatuh.
Mungkin itu sebabnya olahraga air seperti di Selorejo terasa ngena. Ia jadi ruang buat kembali sadar bahwa kita masih punya tubuh, bukan sekadar layar dan pikiran yang penuh notifikasi.
Air yang Mengingatkan
Bendungan Selorejo mungkin cuma satu dari sekian banyak tempat wisata air di Indonesia. Tapi di tengah kesibukan dan kejenuhan hidup modern, tempat ini menawarkan sesuatu yang lebih kesadaran.
Airnya tenang, tapi mengajarkan gerak. Anginnya sejuk, tapi menguji keseimbangan. Dan setiap kali kamu jatuh, kamu belajar lagi tentang cara berdiri.
Mungkin itu yang disebut healing bukan kabur dari kenyataan, tapi belajar menyeimbangkan diri di atasnya. @teguh




