Tabooo.id: Sports – Sepak bola biasanya bicara soal skill, taktik, dan mental. Namun kali ini, dokumen justru menghentikan langkah pemain Timnas Indonesia. Bukan cedera, bukan kartu merah melainkan paspor.
Media Belanda, De Telegraaf, melaporkan empat pemain Indonesia di Liga Belanda harus menepi sementara. Status kewarganegaraan mereka belum jelas. Situasi ini langsung memukul ritme karier mereka.
Empat Nama, Satu Problem Serius
Dean James lebih dulu menghilang dari skuad Go Ahead Eagles. Klub tidak memasukkannya ke sesi latihan maupun pertandingan.
Masalah itu kemudian merembet. Fortuna Sittard ikut menepikan Justin Hubner. Willem II juga menahan Nathan Tjoe-A-On. Sementara itu, FC Emmen lebih dulu menghentikan aktivitas Tim Geypens.
Klub-klub tersebut memilih langkah aman. Mereka tidak ingin mengambil risiko administratif. Dalam sepak bola profesional, keputusan hukum bisa sekeras keputusan di lapangan.
Satu Protes, Dampaknya Meluas
Kasus ini bermula dari protes NAC Breda terhadap status Dean James. Klub itu mempertanyakan posisinya sebagai pemain non-Uni Eropa setelah proses naturalisasi Indonesia pada Maret 2025.
Hukum Belanda menyatakan seseorang bisa kehilangan kewarganegaraan jika secara sukarela mengambil paspor lain. Aturan ini langsung menekan para pemain yang membela negara non-Uni Eropa.
Akibatnya, status mereka berubah. Klub harus memenuhi syarat ketat jika ingin tetap memainkan mereka.
Dean James, misalnya, wajib memiliki izin kerja, izin tinggal, dan gaji minimal sekitar 600 ribu euro per tahun. Jika syarat itu tidak terpenuhi, klub bisa terkena sanksi.
Bukan Kasus Tunggal: 25 Pemain Masuk Radar
Masalah ini tidak berhenti pada empat nama tersebut. Dinas Imigrasi dan Naturalisasi Belanda (IND) kini memeriksa sekitar 25 pemain.
Artinya, kasus ini bersifat sistemik. Regulasi lama kembali menghantui sepak bola modern.
Di satu sisi, pemain bebas memilih identitas nasional. Namun di sisi lain, negara tetap memegang kendali hukum.
PSSI Tenang, Tapi Waktu Tidak Menunggu
PSSI memilih sikap tenang. Arya Sinulingga menegaskan bahwa proses berjalan di Belanda. Ia juga memastikan semua dokumen dari Indonesia sudah selesai. Namun waktu terus berjalan.
Saat pemain tidak berlatih, performa bisa menurun. Saat performa turun, posisi di klub ikut terancam. Dan ketika itu terjadi, dampaknya bisa menjalar ke Timnas.
Identitas, Karier, dan Risiko Pilihan
Kasus ini menyingkap sisi lain naturalisasi. Banyak orang melihatnya sebagai solusi cepat untuk memperkuat tim nasional. Namun keputusan itu juga membawa konsekuensi hukum.
Para pemain kini tidak hanya bertarung di lapangan. Mereka juga harus menghadapi sistem yang rumit.
Closing: Ketika Lapangan Digantikan Meja Administrasi
Hari ini, mereka tidak cedera. Mereka juga tidak kalah.
Namun mereka tetap tidak bermain. Masalahnya sederhana tapi menyakitkan status belum jelas.
Sepak bola memang dimainkan di lapangan. Tapi kali ini, birokrasi justru memegang kendali.
Lalu pertanyaannya kalau karier bisa berhenti karena paspor, siapa yang sebenarnya mengatur permainan?. @teguh



