Jumat, Mei 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Paspor Bermasalah: 4 Pilar Timnas Indonesia Diparkir di Liga Belanda

by teguh
April 2, 2026
in Reality, Sports
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Sports – Sepak bola biasanya bicara soal skill, taktik, dan mental. Namun kali ini, dokumen justru menghentikan langkah pemain Timnas Indonesia. Bukan cedera, bukan kartu merah melainkan paspor.

Media Belanda, De Telegraaf, melaporkan empat pemain Indonesia di Liga Belanda harus menepi sementara. Status kewarganegaraan mereka belum jelas. Situasi ini langsung memukul ritme karier mereka.

Empat Nama, Satu Problem Serius

Dean James lebih dulu menghilang dari skuad Go Ahead Eagles. Klub tidak memasukkannya ke sesi latihan maupun pertandingan.

Masalah itu kemudian merembet. Fortuna Sittard ikut menepikan Justin Hubner. Willem II juga menahan Nathan Tjoe-A-On. Sementara itu, FC Emmen lebih dulu menghentikan aktivitas Tim Geypens.

Klub-klub tersebut memilih langkah aman. Mereka tidak ingin mengambil risiko administratif. Dalam sepak bola profesional, keputusan hukum bisa sekeras keputusan di lapangan.

Ini Belum Selesai

Jogja Financial Festival Dibuka: Literasi Keuangan atau Bahaya Utang Digital?

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Satu Protes, Dampaknya Meluas

Kasus ini bermula dari protes NAC Breda terhadap status Dean James. Klub itu mempertanyakan posisinya sebagai pemain non-Uni Eropa setelah proses naturalisasi Indonesia pada Maret 2025.

Hukum Belanda menyatakan seseorang bisa kehilangan kewarganegaraan jika secara sukarela mengambil paspor lain. Aturan ini langsung menekan para pemain yang membela negara non-Uni Eropa.

Akibatnya, status mereka berubah. Klub harus memenuhi syarat ketat jika ingin tetap memainkan mereka.

Dean James, misalnya, wajib memiliki izin kerja, izin tinggal, dan gaji minimal sekitar 600 ribu euro per tahun. Jika syarat itu tidak terpenuhi, klub bisa terkena sanksi.

Bukan Kasus Tunggal: 25 Pemain Masuk Radar

Masalah ini tidak berhenti pada empat nama tersebut. Dinas Imigrasi dan Naturalisasi Belanda (IND) kini memeriksa sekitar 25 pemain.

Artinya, kasus ini bersifat sistemik. Regulasi lama kembali menghantui sepak bola modern.

Di satu sisi, pemain bebas memilih identitas nasional. Namun di sisi lain, negara tetap memegang kendali hukum.

PSSI Tenang, Tapi Waktu Tidak Menunggu

PSSI memilih sikap tenang. Arya Sinulingga menegaskan bahwa proses berjalan di Belanda. Ia juga memastikan semua dokumen dari Indonesia sudah selesai. Namun waktu terus berjalan.

Saat pemain tidak berlatih, performa bisa menurun. Saat performa turun, posisi di klub ikut terancam. Dan ketika itu terjadi, dampaknya bisa menjalar ke Timnas.

Identitas, Karier, dan Risiko Pilihan

Kasus ini menyingkap sisi lain naturalisasi. Banyak orang melihatnya sebagai solusi cepat untuk memperkuat tim nasional. Namun keputusan itu juga membawa konsekuensi hukum.

Para pemain kini tidak hanya bertarung di lapangan. Mereka juga harus menghadapi sistem yang rumit.

Closing: Ketika Lapangan Digantikan Meja Administrasi

Hari ini, mereka tidak cedera. Mereka juga tidak kalah.

Namun mereka tetap tidak bermain. Masalahnya sederhana tapi menyakitkan status belum jelas.

Sepak bola memang dimainkan di lapangan. Tapi kali ini, birokrasi justru memegang kendali.

Lalu pertanyaannya kalau karier bisa berhenti karena paspor, siapa yang sebenarnya mengatur permainan?. @teguh

Tags: DokumenKlubKriminal & HukumNAC BredaNasionalpasporProtesPSSITimnas

Kamu Melewatkan Ini

Socrates Tidak Mati, Kita yang Berhenti Bertanya

Filsafat Socrates: Mengapa Berpikir Kritis Semakin Langka di Era Digital

by jeje
Mei 22, 2026

Ada sesuatu yang terasa janggal di zaman ini. Informasi datang tanpa henti. Namun, manusia justru semakin sulit membedakan mana pengetahuan...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Rupiah Rp16.800, Ekonomi 6,5%: Janji Fiskal atau Ujian Realitas 2027

Rupiah Rp16.800, Ekonomi 6,5%: Janji Fiskal atau Ujian Realitas 2027

by jeje
Mei 20, 2026

Rupiah masih bergerak di wilayah yang bikin banyak orang waswas. Harga kebutuhan belum terasa ringan, biaya hidup makin terasa sempit,...

Next Post
Gemblak: Yang Kita Hakimi Hari Ini, Pernah Dijaga Sebagai Budaya

Gemblak: Yang Kita Hakimi Hari Ini, Pernah Dijaga Sebagai Budaya

Pilihan Tabooo

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Mei 11, 2026

Realita Hari Ini

Perlawanan Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Perlawanan Dari Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Mei 21, 2026

Bundaran UGM Jadi Sorotan, Spanduk Permintaan Maaf Terbentang

Mei 21, 2026

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Mei 22, 2026

Jogja Financial Festival Dibuka: Literasi Keuangan atau Bahaya Utang Digital?

Mei 22, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id