Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Penulis Diduga Lakukan Kekerasan Seksual, Korban Speak Up di X

by Tabooo
Maret 28, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kasus dugaan kekerasan seksual oleh penulis berinisial PS kini viral di media sosial, dan memantik sebuah pertanyaan, bagaimana belajar yang seharusnya jadi ruang aman, justru jadi titik awal trauma?

Dugaan Kekerasan Seksual oleh PS Viral di X

Seorang penulis berinisial PS tengah menjadi sorotan publik setelah diduga melakukan kekerasan seksual terhadap seorang perempuan. Dugaan ini mencuat setelah akun X milik korban membagikan kronologi panjang yang kemudian viral dan memicu diskusi luas.

Pada akun X @tmptmengeluhku, korban mengaku awalnya menghubungi PS pada 28 Maret 2025 untuk belajar menulis. Pertemuan pertama disebut berlangsung di sebuah kafe, di mana interaksi awal masih terlihat normal. Namun, menurut pengakuan korban, situasi perlahan berubah.

Kronologi: Dari Relasi Belajar ke Dugaan Manipulasi

Dalam kronologi yang dibagikan, korban menggambarkan pola yang disebutnya sebagai proses bertahap.

Pada tahap awal, korban mengaku mendapatkan pujian, perhatian, serta pertanyaan-pertanyaan yang semakin personal. PS juga disebut mulai membangun kedekatan emosional dengan membayangkan skenario hubungan di masa depan.

Ini Belum Selesai

Tragedi Sibolangit: Empat Nyawa Melayang di Jalur Medan-Berastagi

Vivo T5 Lite Resmi Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh dan Fast Charging 44W

Memasuki tahap berikutnya, korban menyebut adanya upaya manipulasi emosional. PS diceritakan sering membagikan kisah sedih tentang kehidupan pribadinya untuk memancing empati.

Situasi kemudian berkembang menjadi lebih intens. Korban mengaku diajak ke rumah PS, diminta menginap, dan mengalami tekanan situasi yang membuatnya sulit menolak.

Dalam kronologi lanjutan, korban menyebut adanya tindakan yang mengarah pada pelecehan hingga dugaan pemaksaan hubungan seksual, disertai tekanan psikologis.

TW: ABUSIVE RELATIONSHIP, SH, RAPE AND SABOTAGE TO MENTAL HEALTH ACCESS (Kronologi Peristiwa Kekerasan Seksual Berbasis Relasi Kuasa dan Manipulasi Psikologis)

– thread memuat dokumen visual dan peristiwa di atas yang dapat memicu, prioritaskan keselamatan sebelum lanjut membaca pic.twitter.com/NPE0RJLurM

— Sun (@tmptmengeluhku) March 25, 2026

Pola Relasi Kuasa Jadi Sorotan

Kasus ini memunculkan isu yang lebih luas, yakni relasi kuasa antara mentor dan murid. Dalam hubungan semacam ini, posisi yang tidak setara sering kali membuat korban kesulitan menolak atau keluar dari situasi yang tidak nyaman.

Korban juga mengaku mengalami, tekanan emosional (guilt trip), isolasi sosial, hingga body shaming dan kontrol perilaku. Semua ini menunjukkan bahwa dugaan kekerasan tidak selalu terjadi secara tiba-tiba, tapi bisa melalui proses panjang.

Respons Penerbit & Dukungan Korban

Penerbit Buku Mojok, yang pernah bekerja sama dengan PS, menyatakan permintaan maaf kepada publik. Mereka menegaskan telah menghentikan kerja sama sejak 2022 dan tidak lagi mendistribusikan karya terkait.

“Kami mengecam segala bentuk kekerasan seksual, serta praktik seksis dan misoginis yang dilakukan pelaku kepada korban. Oleh karena itu, Buku Mojok mendorong upaya penanganan kasus agar korban segera mendapatkan keadilan,” tulis mereka, Kamis (26/3/2026).

Sementara itu, korban menyatakan masih berupaya mencari keadilan dan berharap kasus ini diproses sesuai UU TPKS No. 12 Tahun 2022.

Realita yang Lebih Dekat dari yang Dikira

Ini bukan cuma soal satu kasus viral, melainkan tentang realita yang mungkin lebih dekat dari yang kita kira.

Kalau kamu pernah berada dalam relasi belajar, kerja, atau mentorship, Ingat bahwa batas profesional itu penting. Ketika komunikasi mulai terlalu personal, ada tekanan emosional, atau muncul rasa tidak nyaman tapi sulit menolak… Itu bukan hal sepele. Itu adalah sinyal.

Namun, kasus ini masih berupa dugaan berdasarkan pengakuan korban di media sosial. Belum ada putusan hukum yang menetapkan PS bersalah. Prinsip praduga tak bersalah tetap berlaku, dan proses hukum menjadi penentu akhir.

Di balik dunia literasi yang terlihat intelektual dan aman, ternyata realitanya tetap ada ruang gelap yang jarang dibicarakan.

Dan mungkin, yang paling tabu bukan kasusnya, tapi kenyataan bahwa ini bisa terjadi di mana saja.

Lalu pertanyaannya, kita sudah cukup sadar… atau masih menganggap ini “hal biasa”? @tabooo

Tags: Isu SosialKekerasan SeksualLiterasi DigitalMedia SosialPelecehan SeksualpenulisTabooo News

Kamu Melewatkan Ini

Satu Pelaku Lagi Tertangkap, Tragedi Sampang Belum Berakhir

Satu Pelaku Lagi Tertangkap, Tragedi Sampang Belum Berakhir

by dimas
Juli 14, 2026

Satu pelaku lagi tertangkap dalam kasus pemerkosaan remaja di Sampang. Namun, 14 pelaku masih buron, sementara korban terus menjalani pemulihan...

Kampus dan Kekerasan Seksual: Saat Kuasa Mengalahkan Keadilan

Kampus dan Kekerasan Seksual: Saat Kuasa Mengalahkan Keadilan

by dimas
Juli 14, 2026

Kampus dan kekerasan seksual terus menjadi sorotan. Relasi kuasa, budaya diam, dan lemahnya perlindungan korban membuat keadilan sulit terwujud. Tabooo.id...

Marketplace Menahan Saldo, Dapur di Rumah Ikut Berhenti Ngebul

Marketplace Menahan Saldo, Dapur di Rumah Ikut Berhenti Ngebul

by teguh
Juli 13, 2026

Setiap hari, jutaan pelaku UMKM membuka dashboard marketplace dengan harapan yang sederhana. Mereka ingin melihat hasil penjualan masuk, menarik saldo,...

Next Post
Dimulai dari Pujian, Berakhir di Trauma

Dimulai dari Pujian, Berakhir di Trauma

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id