Kamis, Juni 11, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Hobi Impor? Mungkin Karena Kita Terlalu Kaya

by Tabooo
Maret 27, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Katanya kita negara kaya, sumber daya melimpah, energi ada di mana-mana. Tapi setiap dunia mulai panas… kita pun langsung buka katalog impor.

Kaya, Tapi Tetap Belanja

Logikanya sederhana, kalau punya, harusnya pakai, kalau cukup, harusnya nggak beli.

Tapi di sini, ceritanya beda. Kita punya minyak, punya gas, tapi tetap impor. Mungkin… karena kita terlalu kaya, sampai malas pakai punya sendiri?

Dunia Ribut, Kita Ikut Checkout

Begitu konflik Timur Tengah naik level, responsnya cepat, gas cari minyak ke mana pun.

Bukan salah, ini realistis. Tapi kalau setiap krisis jawabannya impor, itu bukan strategi, tapi kebiasaan.

Ini Belum Selesai

Vonis Kasus Andrie Yunus: Keadilan atau Sekadar Formalitas?

Air Keras untuk Kritik: Demokrasi Sedang Sakit?

Jalur Jauh, Dampak Dekat

Selat Hormuz mungkin jauh di peta. Tapi kalau macet, yang antre bukan cuma kapal, tapi juga stabilitas dalam negeri.

Globalisasi bikin dunia terasa dekat. Sayangnya, krisisnya juga ikut dekat.

Diversifikasi: Upgrade atau Pengulangan?

Sekarang kita diversifikasi, yang mana nggak tergantung lagi hanya pada satu negara. Keren. Lebih aman.

Tapi tetap saja… impor. Jadi sebenarnya, ini upgrade strategi? Atau cuma ganti supplier?

Negara lain sibuk produksi, kita sibuk cari pasokan. Ketika negara lain jual, kita bandingin harga. Negara lain mikir jangka panjang. Kita? mikir stok minggu depan.

Mau Tanya, Tapi Nggak Enak

Kalau kita memang kaya, kenapa masih tergantung?

Kalau kita mampu, kenapa belum mandiri?

Dan kalau ini terus berulang… apakah ini pilihan atau kenyamanan yang terlalu lama dipelihara?

Karena di negeri yang katanya kaya, yang paling langka bukan sumber daya, tapi keberanian untuk berhenti bergantung. @tabooo

Tags: Geopolitik Globalkebijakan energiketahanan energikonflik Timur Tengahkrisis energiminyak duniaSelat Hormuz

Kamu Melewatkan Ini

Dua Musuh, Satu Kepentingan

Dua Musuh, Satu Kepentingan

by dimas
Juni 7, 2026

Di balik ancaman dan negosiasi yang tak berujung, AS dan Iran ternyata terjebak dalam kepentingan yang sama: sama-sama membutuhkan lawannya...

Amerika Serikat Serang Iran Lagi: Perdamaian Tinggal Formalitas?

Amerika Serikat Serang Iran Lagi: Perdamaian Tinggal Formalitas?

by dimas
Mei 28, 2026

AS kembali menyerang Iran di Bandar Abbas saat negosiasi damai memanas. Selat Hormuz kini berubah jadi titik rawan konflik global....

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

by dimas
Mei 24, 2026

AS dan Iran menunjukkan sinyal damai baru. Namun di balik negosiasi dan pembukaan Selat Hormuz, dunia masih mencium ancaman konflik...

Next Post
Jogja yang Tidak Lagi Sopan: Cerita dari Gang-Gang Seturan

Jogja yang Tidak Lagi Sopan: Cerita dari Gang-Gang Seturan

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id