• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Sabtu, Maret 28, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Edge

Hobi Impor? Mungkin Karena Kita Terlalu Kaya

Maret 27, 2026
in Edge
A A
Hobi Impor? Mungkin Karena Kita Terlalu Kaya

Kaya di darat, sibuk di pelabuhan. Mungkin bukan kekurangan, tapi kebiasaan. (Ilustrasi: Tabooo)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Katanya kita negara kaya, sumber daya melimpah, energi ada di mana-mana. Tapi setiap dunia mulai panas… kita pun langsung buka katalog impor.

Kaya, Tapi Tetap Belanja

Logikanya sederhana, kalau punya, harusnya pakai, kalau cukup, harusnya nggak beli.

RelatedPosts

Joget Rp6 Juta Sehari: Program Sosial atau Ladang Cuan?

Healing ke Bali, Pulangnya Butuh Healing Lagi

Tapi di sini, ceritanya beda. Kita punya minyak, punya gas, tapi tetap impor. Mungkin… karena kita terlalu kaya, sampai malas pakai punya sendiri?

Dunia Ribut, Kita Ikut Checkout

Begitu konflik Timur Tengah naik level, responsnya cepat, gas cari minyak ke mana pun.

Bukan salah, ini realistis. Tapi kalau setiap krisis jawabannya impor, itu bukan strategi, tapi kebiasaan.

Jalur Jauh, Dampak Dekat

Selat Hormuz mungkin jauh di peta. Tapi kalau macet, yang antre bukan cuma kapal, tapi juga stabilitas dalam negeri.

Globalisasi bikin dunia terasa dekat. Sayangnya, krisisnya juga ikut dekat.

Diversifikasi: Upgrade atau Pengulangan?

Sekarang kita diversifikasi, yang mana nggak tergantung lagi hanya pada satu negara. Keren. Lebih aman.

Tapi tetap saja… impor. Jadi sebenarnya, ini upgrade strategi? Atau cuma ganti supplier?

Negara lain sibuk produksi, kita sibuk cari pasokan. Ketika negara lain jual, kita bandingin harga. Negara lain mikir jangka panjang. Kita? mikir stok minggu depan.

Mau Tanya, Tapi Nggak Enak

Kalau kita memang kaya, kenapa masih tergantung?

Kalau kita mampu, kenapa belum mandiri?

Dan kalau ini terus berulang… apakah ini pilihan atau kenyamanan yang terlalu lama dipelihara?

Karena di negeri yang katanya kaya, yang paling langka bukan sumber daya, tapi keberanian untuk berhenti bergantung. @tabooo

Tags: BBM IndonesiaGeopolitik Globalimpor energi Indonesiaironi energi Indonesiakeamanan energikebijakan energiketahanan energiketergantungan energi Indonesiakonflik Timur Tengahkrisis energiminyak dunianegara kaya sumber dayapasokan energi globalSelat Hormuz

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Prabowo Suruh Bahlil Berburu Minyak, Ada Apa Sebenarnya?

    Prabowo Suruh Bahlil Berburu Minyak, Ada Apa Sebenarnya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cantik Itu Luka: Ketika Kecantikan Jadi Kutukan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Suzzanna Tanpa Hantu, Tapi Tetap Menghantui

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pesugihan Sate Gagak: Bisnis Kuliner Paling Laris, Tapi Customer-nya Bukan Manusia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pukulan di Kamar Hotel: Ketika Ego Remaja Lebih Keras dari Empati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.