Tabooo.id: Regional – Ketemu langsung Raja Surakarta di era modern? Bukan mimpi. Kraton Surakarta Hadiningrat membuka ruang itu lewat acara silaturahmi Idulfitri bertajuk Bersua Sang Raja bersama SISKS Pakoe Boewono XIV, Kamis (26/3/2026).
Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB di Palereman Dalem Sasana Narendra ini terbuka untuk umum. Artinya, siapa pun bisa merasakan pengalaman yang biasanya hanya ada di balik tembok budaya kraton.
Momentum ini jadi langka, karena selama ini, figur raja identik dengan jarak, tata krama ketat, dan akses yang terbatas. Tapi hari itu, batas itu sedikit dilonggarkan.
Tradisi Lama, Nuansa Baru
Kraton Surakarta, yang berdiri sejak 1745 sebagai penerus Kesultanan Mataram Islam, tetap memegang kuat tradisi. Namun, acara ini menunjukkan satu hal, tradisi bisa tetap hidup tanpa harus tertutup.
Dalam rangkaian Idulfitri, digelar pula prosesi Sungkeman Pangabekten. Para Sentono dan Abdi Dalem satu per satu menghaturkan penghormatan kepada SISKS Pakoe Boewono XIV yang didampingi oleh sang ibunda, yakni Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Ageng.
Suasana terasa sakral. Gamelan mengalun pelan, aroma dupa memenuhi ruangan, dan barisan Abdi Dalem berjalan rapi dalam busana adat Jawa.
Bukan Hanya untuk Abdi Dalem, Tapi Juga untuk Publik
Wakil Pengageng Sasana Wilapa, KRMT Poestokoningrat, menegaskan bahwa acara ini tidak eksklusif.
“Acara halal bihalal atau Bersua bersama raja ini tidak hanya dihadiri Sentono dan Abdi Dalem, tapi juga terbuka untuk masyarakat umum,” ujarnya.
Ia juga menyebut tradisi ini bukan hal baru. Sudah berlangsung sejak era Pakubuwono X dan terus diwariskan hingga sekarang.
Suara dari Pengunjung
Bagi sebagian orang, ini bukan sekadar acara, tapi menjadi sebuah pengalaman emosional.
Salah satu pengunjung asal Sleman, Valentino Danis Febrianto, mengaku bahagia bisa ikut serta.
“Alhamdulillah, saya sangat senang bisa merasakan dan bersilaturahmi langsung di Kraton Surakarta,” katanya.
Ia berharap acara seperti ini bisa terus digelar setiap tahun, sebagai jembatan antara kraton dan masyarakat.
Ketika Tradisi Mulai Membuka Diri
Di tengah dunia yang makin digital dan cepat, Kraton Surakarta justru menunjukkan sesuatu yang berbeda, membuka pintu, tanpa kehilangan jati diri.
Gelaran Bersua Sang Raja bersama SISKS Pakoe Boewono XIV bukan sekadar seremoni, tapi sinyal, bahwa tradisi tidak harus eksklusif untuk tetap dihormati.
Lalu, kalau kraton saja mulai membuka diri… masyarakatnya sudah siap belum untuk benar-benar mendekat? @tabooo



