• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Senin, Maret 23, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News

Polemik Dean James: Dari Lapangan ke Meja Hukum, Nasib Pemain Dipertaruhkan!

Maret 23, 2026
in News, Sports
A A
Polemik Dean James: Dari Lapangan ke Meja Hukum, Nasib Pemain Dipertaruhkan!

NAC Breda melayangkan protes. Mereka menilai Dean James tidak memenuhi syarat bermain. Alasannya serius status kewarganegaraan. ( Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Sports – Sorotan tak lagi hanya datang dari lapangan. Kali ini, drama justru meledak di luar pertandingan. Nama Dean James tiba-tiba jadi pusat kontroversi, bukan karena gol atau assist, tapi karena status hukum yang mengguncang kariernya.

Semuanya bermula dari satu laga kekalahan telak 0-6 yang diderita NAC Breda dari Go Ahead Eagles. Namun, hasil itu ternyata bukan akhir cerita. Sebaliknya, dari kekalahan itu muncul laporan resmi yang menyeret Dean James ke dalam pusaran masalah besar.

Dari Skor Telak ke Masalah Hukum

NAC Breda melayangkan protes. Mereka menilai Dean James tidak memenuhi syarat bermain. Alasannya serius status kewarganegaraan.

Menurut hukum Belanda, seseorang yang secara sukarela mengambil kewarganegaraan lain seharusnya kehilangan paspor Belanda. Artinya, status Dean James sebagai pemain bisa dipertanyakan.

Awalnya, media seperti De Telegraaf menyebut pemain dari Suriname dan Tanjung Verde tidak akan terdampak. Namun, laporan terbaru dari jurnalis Jeroen Kapteijns mengungkap fakta berbeda. Masalah ini ternyata jauh lebih rumit.

RelatedPosts

Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

Beberapa negara memang mendapat pengecualian. Curacao dan Aruba termasuk karena masih bagian dari Kerajaan Belanda. Sementara Maroko punya aturan sendiri yang melarang warganya melepas kewarganegaraan.

Namun, Indonesia tidak termasuk dalam kategori itu.

“Aturan Ada, Tapi Tidak Ditegakkan”

Yang bikin situasi makin pelik, penegakan hukum di lapangan ternyata tidak sejalan dengan aturan di atas kertas.

Banyak pemain tetap memegang paspor Belanda, meski secara prinsip sudah tidak berhak. Hal ini terjadi karena lembaga imigrasi Belanda tidak secara aktif mencabut status tersebut.

“Situasi ini sebenarnya tidak sepenuhnya benar secara hukum, tapi sudah lama dibiarkan,” tulis laporan De Telegraaf.

Artinya, ada celah yang selama ini “ditoleransi”. Namun, begitu kasus seperti ini muncul ke permukaan, semuanya berubah jadi sorotan.

Dampaknya Bisa Lebih Besar

Masalah ini bukan cuma soal satu pemain.

Jika aturan ditegakkan secara ketat, maka pemain seperti Dean James bisa dianggap sebagai non-Uni Eropa. Konsekuensinya berat klub harus membayar gaji minimum sekitar 600.000 euro per tahun untuk mendapatkan izin kerja.

Bagi klub besar, mungkin itu bukan masalah. Namun, bagi klub kecil di Eredivisie atau kasta kedua, angka itu bisa jadi mustahil. Dan di sinilah kekhawatiran muncul.

Beberapa pemain Indonesia lain juga bermain di Belanda. Ada Justin Hubner di Fortuna Sittard, Nathan Tjoe-A-On di Willem II, hingga pemain-pemain lain di kasta bawah.

Jika kasus ini melebar, dampaknya bisa menjalar ke banyak karier.

Lebih dari Sekadar Sepak Bola

Ini bukan lagi soal menang atau kalah. Ini soal masa depan.

Sepak bola sering kita lihat sebagai permainan di atas rumput hijau. Namun, kasus ini membuktikan satu hal: di balik pertandingan, ada sistem, aturan, dan politik yang bisa mengubah segalanya dalam sekejap.

Bagi publik Indonesia, ini jadi pengingat bahwa perjalanan pemain di luar negeri tidak selalu mulus. Ada perjuangan lain yang tidak terlihat—di luar stadion, di balik kontrak, dan di meja hukum.

Apa Maknanya?

Kasus Dean James membuka mata banyak orang.

Bahwa mimpi bermain di Eropa bukan hanya soal skill, tapi juga soal status, regulasi, dan keberuntungan. Kini, semua mata tertuju pada bagaimana kasus ini akan berakhir.

Namun satu hal sudah jelas di dunia sepak bola modern, satu keputusan di luar lapangan bisa lebih menentukan daripada 90 menit di dalamnya. @teguh

Tags: De TelegraafEredivisieFortuna SittardGajiGo Ahead EaglesIndonesiaJurnaliskarierKasusKewarganegraanNAC Bredanon-Uni EropaPolitikProtesRegulasiWillem II

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Not Crime: Kenapa Muncul di Tembok Poppies?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.