Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KPK Tahan Eks Stafsus Menag, Skema Fee Kuota Haji Terbongkar

by dimas
Maret 18, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – kasus dugaan korupsi kuota haji kembali mengguncang lingkar kekuasaan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, mantan staf khusus Menteri Agama, pada Selasa (17/3/2026).

Petugas KPK langsung menggiring Alex keluar dari Gedung Merah Putih sekitar pukul 14.44 WIB dengan rompi tahanan. Penahanan ini menyusul langkah KPK yang lebih dulu menahan Yaqut Cholil Qoumas pada 12 Maret lalu.

Bantahan Singkat di Tengah Sorotan

Alex memilih menjawab singkat saat awak media mencecarnya. Ia membantah menerima perintah maupun mengalirkan uang kepada Yaqut.

“Tidak ada, tidak ada, tidak ada,” ujar Alex sebelum masuk ke mobil tahanan.

Ia menutup ruang pertanyaan lanjutan dan menyerahkan seluruh penjelasan kepada penyidik. Yaqut juga mengambil sikap serupa. Ia menegaskan tidak pernah menerima uang dari kebijakan kuota haji yang kini dipersoalkan.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Peran Alex: Penghubung yang Dianggap Perintah

KPK menilai Alex memainkan peran kunci, bukan sekadar staf pendamping. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyebut Alex bertindak sebagai representasi langsung menteri di internal Kementerian Agama.

Para pejabat di lapangan memperlakukan setiap arahan Alex sebagai instruksi resmi. Pola ini mengubah komunikasi informal menjadi keputusan yang langsung dijalankan.

Dalam konstruksi perkara, Alex mengumpulkan fee dari Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) untuk mempercepat keberangkatan jemaah. Ia memanfaatkan celah kebijakan untuk menjalankan skema tersebut.

Skema Fee: Jalan Pintas Berbayar ke Tanah Suci

Penyidik menemukan pola yang berulang dalam dua tahun terakhir. Pada 2023, jemaah yang ingin berangkat tanpa antre membayar sekitar 5.000 dolar AS atau setara Rp 84 juta.

Pada 2024, angka itu turun menjadi sekitar 2.400 dolar AS. Meski turun, praktiknya tetap sama: jemaah membeli percepatan keberangkatan di luar mekanisme resmi.

Alex kemudian menggerakkan pejabat teknis di Kementerian Agama, termasuk Rizky Fisa Abadi, untuk mendistribusikan kuota ke puluhan PIHK. Langkah ini membuat sebagian jemaah langsung berangkat tanpa harus menunggu antrean panjang.

Perubahan Aturan Buka Ruang Praktik

KPK melihat perubahan kebijakan sebagai pintu masuk utama kasus ini. Yaqut mengubah komposisi kuota haji tambahan dari 92 persen reguler dan 8 persen khusus menjadi 50:50.

Perubahan ini bertabrakan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019. Namun kebijakan tetap berjalan setelah dituangkan dalam keputusan resmi yang membagi kuota tambahan masing-masing 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 untuk haji khusus.

Kebijakan tersebut memperlebar ruang distribusi kuota. Di titik inilah praktik pengumpulan fee diduga berkembang.

Jemaah dan Pelaku Usaha Jadi Pihak Paling Terdampak

Dampak kasus ini langsung terasa bagi jemaah haji. Mereka yang menunggu antrean bertahun-tahun harus berhadapan dengan realitas baru: percepatan ibadah tersedia, tetapi dengan harga tinggi.

Di sisi lain, pelaku usaha travel haji menghadapi tekanan untuk mengikuti skema yang tidak sepenuhnya transparan. Mereka berada di posisi sulit antara memenuhi permintaan pasar atau menghadapi risiko hukum.

Penahanan dua tokoh ini membuka wajah lain tata kelola haji di Indonesia. Ketika jalur ibadah berubah menjadi transaksi cepat, persoalannya tidak lagi sekadar hukum tetapi juga soal keadilan. Sebab pada akhirnya, yang paling diuji bukan hanya sistemnya, melainkan batas antara pelayanan dan kepentingan. @dimas

Tags: HajiJemaahKasusKemenagKorupsi di IndonesiaKPKKriminal & HukumKuotaNasionalSkandaltransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Drama Madiun Belum Tuntas: Giliran Bagus Panuntun Diperiksa KPK

Drama Madiun Belum Tuntas: Giliran Bagus Panuntun Diperiksa KPK

by Tabooo
Mei 11, 2026

Bagus Panuntun diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan pemerasan yang menyeret Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Dari luar, ini...

Next Post
Sidang Isbat Digelar Hari Ini, Penetapan Awal Puasa Segera Diumumkan

Penentuan Idulfitri 1447 H Menanti Rukyat, 117 Lokasi Disiagakan

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id