Senin, Juni 29, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Regulasi UMP 2026 Hampir Rampung: Siapa yang Diuntungkan, Siapa yang Ditinggalkan?

by dimas
Oktober 29, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pemerintah tengah berpacu dengan waktu. Regulasi Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 kini memasuki tahap akhir penyusunan. Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan rumusan kenaikan UMP rampung pada November 2025, sebelum tahun berganti dan tensi sosial kembali naik bersama tuntutan buruh.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memastikan, regulasi baru ini akan memperhatikan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sesuai amanat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 168. Regulasi itu juga akan menghitung inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks tertentu sebagai dasar perhitungan.

“UMP sedang progres, kita sedang menyiapkan regulasinya,” ujar Yassierli di Kantor Kemnaker RI, Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Tarik Menarik Antara Realitas dan Janji

Sementara pemerintah bicara tentang formula, buruh bicara tentang perut. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Ketua Partai Buruh, Said Iqbal, menuntut kenaikan 8,5% hingga 10,5% untuk UMP 2026.

Menurutnya, angka itu bukan soal ambisi, tapi kebutuhan dasar.

Ini Belum Selesai

Gus Ipul: Sekolah Rakyat Bukan Ruang Titipan

Suran Agung PSHWTM ke-123, Persaudaraan Jadi Kekuatan

“KSPI dan Partai Buruh mengusulkan kenaikan upah minimum tahun 2026 sebesar 8,5% sampai 10,5%,” tegas Iqbal.

Namun di sisi lain, kalangan pengusaha mengkhawatirkan lonjakan biaya operasional. Mereka menilai kenaikan tajam bisa menekan investasi, terutama di sektor padat karya. Pemerintah kini berada di tengah antara menjaga iklim usaha dan meredam gejolak buruh yang semakin keras bersuara.

Siapa Diuntungkan, Siapa Dirugikan

Jika regulasi ini condong ke arah pengusaha, buruh akan kembali menanggung beban stagnasi upah di tengah harga kebutuhan yang terus naik. Tapi jika pemerintah memenuhi tuntutan buruh, pelaku industri kecil dan menengah bisa terhimpit oleh biaya tenaga kerja yang meningkat.

Dua sisi mata uang ini terus berputar, sementara di lapangan, jutaan pekerja masih menghitung hari menuju pengumuman angka yang akan menentukan isi dapur mereka setahun ke depan.

Antara Harapan dan Kenyataan

Kenaikan UMP selalu datang dengan drama tahunan, rapat alot, janji politis, dan unjuk rasa di jalanan. Tapi ujungnya selalu sama angka resmi diumumkan, sebagian lega, sebagian kecewa.

Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, pada akhirnya rakyat pekerja tahu yang benar-benar naik setiap tahun bukan upah mereka, tapi harga barang di pasar. @dimas

Tags: KSPIPartai BuruhSaid Iqbal

Kamu Melewatkan Ini

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Kehilangan Napas

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Kehilangan Napas

by teguh
Juni 28, 2026

Langit di Timur Tengah mungkin terasa sangat jauh dari kawasan industri di Indonesia. Namun setiap ledakan yang mengguncang wilayah itu...

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Mulai Berguguran

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Mulai Berguguran

by teguh
Juni 28, 2026

Pemerintah janji redam PHK tapi Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terus menekan sejumlah sektor industri nasional. Kenaikan biaya produksi membuat...

Konsep Otomatis

Prabowo Hadir di Monas Saat May Day: Simbol Kedekatan atau Strategi Politik Buruh?

by dimas
Mei 1, 2026

Presiden Prabowo Subianto hadir langsung di tengah peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Ia...

Next Post
Rp1,5 Miliar untuk Rokok Tanpa Cukai: Negara Menang di Atas Pundak Orang Kecil?

Kasus Rokok Tanpa Cukai: Dua Pria Dituntut 3 Tahun dan Denda Rp1,5 Miliar

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id