Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kasus Rokok Tanpa Cukai: Dua Pria Dituntut 3 Tahun dan Denda Rp1,5 Miliar

by teguh
Januari 5, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Dua pria, Rois dan Haryadi, kini harus membayar mahal harga rokok tanpa cukai. Warga Pamekasan dan Malang itu duduk di kursi Pengadilan Negeri Mojokerto, menghadapi tuntutan 3 tahun penjara serta denda total Rp1,5 miliar.

Jaksa Penuntut Umum Kejari Mojokerto, Ari Budiarti, menilai keduanya terbukti melanggar UU Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai yang telah diubah melalui UU Nomor 39 Tahun 2007, juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

“Jaksa menuntut pidana penjara selama tiga tahun, dikurangi masa tahanan sementara, dan memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan,” ujar Kasi Intel Kejari Mojokerto, Denata Suryaningrat, Selasa (28/10/2025).

Selain hukuman badan, jaksa juga menuntut denda masing-masing Rp757 juta. Jika keduanya gagal membayar dalam waktu satu bulan, jaksa berhak menyita harta benda mereka. Bila nilai sitaan tidak mencukupi, pengadilan akan menambah enam bulan kurungan sebagai pengganti.

Perjalanan Singkat Menuju Jeruji

Kasus ini bermula dari operasi Bea Cukai Sidoarjo pada Juli 2024. Saat itu, seseorang bernama Halim memerintahkan Rois mengirim ratusan ribu batang rokok tanpa pita cukai dari Pamekasan ke Mojokerto.

Ini Belum Selesai

Kirab Pusaka di Tengah Dualisme: Tradisi atau Legitimasi?

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Rois kemudian mengajak Haryadi. Keduanya berangkat dini hari pada 9 Juli 2025 menggunakan mobil pikap L-300. Namun, petugas sudah mengendus pergerakan mereka sejak awal.

Di wilayah Mojosari, aparat menghentikan laju kendaraan tersebut. Dari dalam mobil, petugas menemukan 508.000 batang rokok ilegal berbagai merek. Sementara itu, Halim, yang diduga sebagai pengendali utama, hingga kini masih buron dan masuk daftar pencarian orang (DPO).

Siapa yang Diuntungkan, Siapa yang Dikorbankan?

Negara jelas menanggung kerugian akibat peredaran rokok ilegal. Penerimaan cukai bocor, dan pasar legal ikut terganggu. Namun, kasus seperti ini juga membuka wajah lain dari ketimpangan ekonomi dan penegakan hukum.

Dua orang lapangan tampil sebagai “pelaku utama” di mata hukum. Sementara itu, otak bisnis gelap justru tetap bergerak bebas, jauh dari jerat pengadilan.

Hukum tampak bekerja cepat bagi mereka yang berada di barisan bawah. Tetapi bagi pihak yang bersembunyi di balik sistem dan modal, seberapa sering publik benar-benar melihat mereka duduk di kursi terdakwa?

Reflektif

Di negeri yang mengaku menjunjung keadilan, hukuman sering kali lebih cepat menghampiri mereka yang miskin daripada mereka yang berkuasa. Di balik asap rokok tanpa cukai i ni, yang paling terbakar mungkin bukan tembakau, melainkan rasa percaya publik terhadap keadilan itu sendiri.@teguh

Tags: Bea CukaiMalangPamekasan

Kamu Melewatkan Ini

22 Detik Video: Satu Indonesia Mendadak Jadi Penyidik

22 Detik Video: Satu Indonesia Mendadak Jadi Penyidik

by teguh
Mei 9, 2026

;: Cuma 22 detik. Namun video dua petugas Bea Cukai yang masuk ke Warung Madura pada malam hari langsung mengubah...

Saat Video 22 Detik Bisa Kalahkan Klarifikasi Negara

Saat Video 22 Detik Bisa Kalahkan Klarifikasi Negara

by teguh
Mei 9, 2026

Dulu, seragam aparat identik dengan rasa aman. Kini, banyak warga justru refleks mengambil ponsel saat petugas datang. Tabooo.id - Video...

Video Bea Cukai: Fakta atau Framing yang Keburu Meledak?

Video Bea Cukai: Fakta atau Framing yang Keburu Meledak?

by teguh
Mei 9, 2026

Video berdurasi 22 detik memicu gelombang opini di media sosial. Dua petugas berseragam Bea Cukai mendatangi Warung Madura pada malam...

Next Post
Beneran Prabowo Ancang-Ancang Mobil Nasional?

Beneran Prabowo Ancang-Ancang Mobil Nasional?

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id