Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Abadi Nan Jaya: Jamu gagal BPOM, Desa Kena Wabah Zombi

by Tabooo
Mei 8, 2026
in Culture, Film
A A
Home Culture Film
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo: Film – Akhirnya, film zombi lokal yang gak malu-maluin. Abadi Nan Jaya sudah redmi tayang di Netflix. Film ini bukan cuma pamer darah dan jeritan, tapi berhasil bikin mayat hidup terasa… masuk akal.

Di tengah kebiasaan film horor kita yang sering “asal serem”, karya Kimo Stamboel ini datang membawa hal langka, yaitu naskah yang sadar konteks, logika yang gak maksa, dan keberanian buat bikin jamu gagal BPOM jadi pemicu kiamat kecil.

1. Wabah Dimulai dari Jamu

Premisnya sederhana tapi brilian: satu produk jamu yang ditolak izin BPOM, dan bum … Desa Wanirejo jadi lahan eksperimen antara manusia dan mayat hidup.

Di tangan Kimo Stamboel, konsep yang kedengarannya “lebay” ini malah terasa logis dan relevan.

Kita tahu betul betapa kuatnya budaya jamu di Indonesia, dan film ini menjadikannya medium kritik sosial. Dari kepercayaan rakyat, sistem kesehatan, sampai birokrasi yang sering bikin penyakit baru ketimbang nyembuhin.

Ini Belum Selesai

Banteng Terakhir Kesultanan Yogyakarta: Kisah Raden Ronggo dari Madiun

Film Pendek Bukan Soal Gaya, Tapi Cara Membaca Realitas

Mikha Tambayong dan Marthino Lio tampil meyakinkan sebagai orang biasa yang dipaksa heroik. Donny Damara menambah kedalaman emosional, seolah berkata “Di negeri ini, kadang yang mati justru lebih jujur dari yang hidup”.

2. Zombinya Gak Kaleng-Kaleng

Zombi di Abadi Nan Jaya bukan sekadar figuran berdarah-darah, tapi entitas dengan karakter. Gerakannya agresif, instingtif, dan untuk pertama kalinya di film lokal, bikin kita lupa kalau ini produksi Indonesia.

Efek praktikalnya gila: darah muncrat, daging sobek, dan adegan ngilu yang bikin popcorn nyaris tumpah. Make-up-nya presisi sampai ke detail kulit busuk yang bereaksi sama air.

Emang ada beberapa efek ledakan yang masih “kurang greget”, tapi untuk level produksi lokal, ini udah mendekati standar internasional. Dan yang paling penting, film ini ngerti kapan harus ngeri dan kapan harus mikir.

3. Ketika Zombi Terasa Wajar

Yang bikin Abadi Nan Jaya istimewa adalah kejujuran tonenya. Kimo gak berusaha bikin film ini “terlalu keren” kayak adaptasi barat, tapi juga gak jatuh ke parodi. Ia menghadirkan dunia di mana zombi adalah bagian dari keseharian, dan manusia tetap ribut karena urusan pribadi, bahkan saat kiamat di depan mata.

Kamera menyorot konflik manusia dengan manusia lebih sering daripada manusia lawan zombi, dan di situlah film ini hidup, bahwa ancaman terbesar bukan wabah, tapi ego.

Abadi Nan Jaya adalah bukti bahwa film horor Indonesia bisa matang tanpa kehilangan identitas lokal. Dengan durasi 116 menit, film ini berdarah, berisik, tapi punya jiwa.

Sebuah eksperimen sosial berbungkus zombi, yang akhirnya berhasil bikin kita percaya bahwa kengerian paling nyata justru tumbuh dari budaya yang terlalu yakin dirinya kebal.

🎯 Rating Tabooo: 8.5/10 — “Jamu, birokrasi, dan kiamat kecil: akhirnya, film zombi lokal yang hidup.”

Tags: EntertainmentFilmFilm Indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Film Pendek Bukan Soal Gaya, Tapi Cara Membaca Realitas

Film Pendek Bukan Soal Gaya, Tapi Cara Membaca Realitas

by Tabooo
Juni 25, 2026

Film pendek sering disalahpahami sebagai karya kecil yang cukup hanya menang di visual. Padahal, yang membuat film pendek kuat bukan...

Sutradara James Gunn Memuji Joe Taslim: Ada Apa dengan The Furious?

Sutradara James Gunn Memuji Joe Taslim: Ada Apa dengan The Furious?

by teguh
Juni 17, 2026

Pujian di dunia film datang setiap hari. Namun ketika Sutradara James Gunn mengangkat satu judul secara terbuka, industri hiburan biasanya...

Saputra Kori: Dari Parodi Tik Tok ke Tria yang Mencintai Ibunya

Saputra Kori: Dari Parodi Tik Tok ke Tria yang Mencintai Ibunya

by dimas
Juni 5, 2026

Saputra Kori membuktikan dirinya bukan sekadar kreator TikTok. Dari video parodi hingga memerankan Tria dalam film Jangan Buang Ibu, ia...

Next Post
Kita Suka Bicara Soal Warisan, Tapi Bagaimana Kejujurannya?

Kita Suka Bicara Soal Warisan, Tapi Bagaimana Kejujurannya?

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id