Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bayar Zakat Pakai Uang Utang, Sah Nggak Sih?

by dimas
Maret 9, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Talk – Mari mulai dengan pertanyaan yang sering muncul menjelang Lebaran. Kalau dompet lagi tipis, tapi kewajiban zakat fitrah sudah di depan mata, boleh nggak sih bayar zakat pakai uang hasil utang?

Pertanyaan ini sebenarnya bukan sekadar soal hukum agama. Ia juga menyentuh realitas hidup banyak orang. Menjelang Idul Fitri, kebutuhan meningkat. Harga bahan pokok naik. Sementara gaji? Ya begitu-begitu saja.

Di tengah situasi itu, kabar dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas/Bazis) DKI Jakarta cukup menarik perhatian. Lembaga ini menyatakan bahwa seseorang tetap boleh membayar zakat fitrah menggunakan uang hasil utang.

Tidak ada larangan khusus mengenai hal tersebut.

Wakil Ketua IV Bidang SDM Baznas/Bazis DKI Jakarta, Prof. Bunyamin, menjelaskan bahwa Islam tidak melarang penggunaan uang hasil pinjaman untuk menunaikan zakat fitrah. Dengan kata lain, kalau seseorang meminjam uang lalu menggunakannya untuk membayar zakat, zakatnya tetap sah.

Ini Belum Selesai

Langit Oranye, Napas Terancam: Kabut Asap Uji Tanggung Jawab Negara

Mengapa Publik Makin Skeptis terhadap Janji Pejabat?

Tapi tentu saja, ada catatan penting di balik penjelasan ini.

Ketika Zakat Bertemu Realitas Dompet

Mari kita jujur sedikit. Banyak orang menganggap zakat fitrah sebagai kewajiban yang harus ditunaikan apa pun kondisinya. Bahkan jika harus meminjam uang.

Logikanya sederhana: masa iya mau Lebaran tapi belum bayar zakat?

Padahal dalam konsep dasar Islam, zakat fitrah justru memiliki tujuan sosial yang cukup jelas. Ia bukan sekadar ritual spiritual, melainkan juga bentuk solidaritas kepada orang yang lebih membutuhkan.

Baznas RI sendiri menjelaskan bahwa zakat fitrah merupakan kewajiban setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, yang harus ditunaikan selama bulan Ramadan dan diselesaikan sebelum shalat Idul Fitri.

Dasar kewajiban ini berasal dari hadits Ibnu Umar yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau gandum kepada setiap Muslim, tanpa membedakan status sosial maupun usia.

Tujuannya jelas: menyucikan diri setelah menjalankan puasa sekaligus membantu masyarakat yang kurang mampu.

Jadi sebenarnya, zakat fitrah bukan sekadar “administrasi keagamaan”. Ia juga mekanisme sosial agar kebahagiaan Lebaran bisa dirasakan lebih merata.

Tapi Kalau Harus Utang?

Nah, di sinilah diskusinya menjadi menarik.

Baznas DKI memang menyatakan bahwa seseorang boleh menggunakan uang hasil utang untuk membayar zakat. Namun konteks utang yang dimaksud bukan untuk kebutuhan pokok seperti makan sehari-hari.

Misalnya seseorang memiliki utang karena keperluan bisnis atau alasan lain, lalu tetap mampu membayar zakat fitrah. Dalam situasi itu, pembayaran zakat tetap sah.

Sebaliknya, jika seseorang benar-benar tidak mampu bahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar kewajiban zakat fitrahnya justru gugur.

Dalam kondisi seperti ini, orang tersebut bahkan bisa masuk kategori mustahik, yaitu pihak yang berhak menerima zakat.

Ironis? Mungkin.

Tapi justru di situlah letak logika sosial zakat.

Islam tidak meminta seseorang memaksakan kewajiban hingga menyulitkan hidupnya sendiri.

Perspektif Lain: Antara Niat dan Realitas

Namun tentu saja, tidak semua orang sepakat dengan praktik membayar zakat menggunakan uang utang.

Sebagian orang berpendapat bahwa zakat seharusnya berasal dari harta yang benar-benar dimiliki. Jika seseorang harus meminjam uang untuk membayar zakat, bukankah itu justru bertentangan dengan tujuan meringankan beban sosial?

Di sisi lain, ada juga yang melihatnya dari sudut pandang niat.

Mereka berargumen bahwa niat menunaikan kewajiban agama tetap bernilai baik, bahkan jika seseorang harus berusaha lebih keras untuk melaksanakannya.

Perdebatan ini sebenarnya mencerminkan satu hal: praktik keagamaan selalu bertemu dengan realitas hidup sehari-hari.

Dan realitas hidup jarang sesederhana teori.

Lebaran, Solidaritas, dan Sedikit Kejujuran

Mari kita tarik napas sebentar.

Lebaran sering digambarkan sebagai momen kemenangan spiritual. Tapi di balik itu, ada juga realitas sosial yang tidak selalu nyaman dibicarakan.

Sebagian orang menunggu THR.

Sebagian lainnya menunggu bantuan sosial.

Dan sebagian lagi justru berharap zakat fitrah bisa membantu mereka bertahan sampai bulan depan.

Dalam konteks itu, zakat sebenarnya bukan soal angka Rp50 ribu per orang yang saat ini menjadi standar zakat fitrah menurut keputusan Baznas tahun 2026.

Zakat adalah tentang bagaimana masyarakat saling menjaga agar tidak ada yang benar-benar merasa sendirian di hari raya.

Kalau seseorang harus berutang untuk membayar zakat, mungkin pertanyaan yang lebih penting bukan sekadar “boleh atau tidak”.

Pertanyaan yang lebih besar justru ini kenapa masih ada orang yang merasa harus berutang demi memenuhi kewajiban sosial?

Bukankah tujuan zakat justru untuk meringankan beban hidup?

Jadi sebelum kita terlalu sibuk menghakimi cara orang lain membayar zakat, mungkin ada baiknya kita melihat gambaran yang lebih luas.

Zakat fitrah bukan sekadar kewajiban individual. Ia juga cermin kondisi sosial kita bersama.

Dan sekarang pertanyaannya kembali ke kamu.

Kalau kondisi ekonomi sedang sulit, menurutmu lebih baik tetap bayar zakat meski harus berutang atau jujur pada kondisi dan menunggu sampai benar-benar mampu?

Lalu, kamu di kubu yang mana? @dimas

Tags: 2026DiskusiEkonomi IndonesiaIsulebaranMuslimrakyatRamadanRealitaSolidaritasSosial

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Klaim Banyak Capaian, Survei Publik Justru Menunjukkan Tren Menurun

Prabowo Klaim Banyak Capaian, Survei Publik Justru Menunjukkan Tren Menurun

by teguh
September 21, 2026

Presiden Prabowo klaim memasuki hampir dua tahun pemerintahannya dengan nada percaya diri. Di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19/09/2026, ia menyebut...

Membuka Jalan Perubahan di Tengah Persoalan Sosial Gilingan

Membuka Jalan Perubahan di Tengah Persoalan Sosial Gilingan

by eko
Agustus 30, 2026

Kelurahan Gilingan membuka jalan perubahan di tengah persoalan sosial lewat pendekatan humanis dan pemberdayaan warga yang ingin beralih pekerjaan. Tabooo.id...

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

by dimas
Agustus 23, 2026

Negara memiliki mandat untuk menguasai sumber daya strategis. Namun, mandat itu bukan sekadar soal izin, regulasi, atau kepemilikan. Ukuran akhirnya...

Next Post
Anak di Era Digital: Antara Game, Media Sosial, dan Bahaya Tersembunyi

Anak di Era Digital: Antara Game, Media Sosial, dan Bahaya Tersembunyi

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id