Sabtu, Mei 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Intimidasi Wartawan di Stadion Gelora Kie Raha Picu Kecaman

by teguh
Maret 9, 2026
in Reality, Sports
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Sports – Sorak suporter mengguncang Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Sabtu (07/03/2026) malam. Laga panas antara Malut United FC melawan PSM Makassar dalam lanjutan Super League Indonesia berlangsung sengit sejak awal. Namun drama justru muncul setelah pertandingan berakhir.

Ketegangan merambat dari lapangan ke tribun stadion. Sejumlah wartawan yang meliput pertandingan menghadapi intimidasi saat menjalankan tugas jurnalistik. Peristiwa itu langsung memicu kecaman dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Ternate.

Ketua PWI Ternate, Ramlan Harun, menilai tindakan tersebut melanggar prinsip kebebasan pers.

“PWI Ternate mengecam keras setiap upaya yang menghalangi wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik,” tegas Ramlan, Minggu (08/03/2026).

Wartawan Diminta Hapus Video

Insiden tersebut menimpa Irwan, jurnalis dari Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate. Ia merekam perjalanan perangkat pertandingan setelah laga selesai.

Ini Belum Selesai

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Namun seorang oknum yang diduga ofisial tim Malut United menghampiri Irwan. Oknum itu meminta Irwan menghapus video yang sudah direkam.

Irwan menolak tekanan tersebut karena ia menjalankan tugas jurnalistik secara sah.

Selain itu, oknum tersebut juga meminta steward stadion mengusir sejumlah wartawan dari tribun. Padahal para jurnalis menunjukkan kartu identitas resmi peliputan dari penyelenggara kompetisi, ILeague.

Media Lokal Ikut Memprotes

Insiden tersebut memicu protes dari kalangan media di Ternate. Pimpinan media Halmahera Post, Firjal Usdek, juga mengalami perlakuan serupa.

Firjal menegaskan bahwa steward stadion memintanya meninggalkan tribun meskipun ia membawa ID Card resmi peliputan.

Menurut Firjal, wartawan memiliki hak berada di tribun selama pertandingan berlangsung jika mereka memegang identitas resmi dari penyelenggara liga.

“Kami berada di area yang diperbolehkan dan menggunakan kartu peliputan resmi,” kata Firjal.

PWI Ingatkan Ancaman Hukum

Ramlan kembali mengingatkan bahwa kerja jurnalistik memiliki perlindungan hukum melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Undang-undang tersebut menjamin kemerdekaan pers sekaligus melarang setiap bentuk penghalangan terhadap aktivitas jurnalistik.

Pasal 18 ayat (1) dalam aturan itu menyebutkan bahwa setiap orang yang menghambat kerja pers dapat menghadapi ancaman pidana penjara hingga dua tahun atau denda maksimal Rp500 juta.

“Pers bekerja untuk kepentingan publik. Karena itu, siapa pun harus menghormati kerja jurnalistik,” ujar Ramlan.

Sepak Bola dan Ruang Kebebasan Pers

Sepak bola selalu menghadirkan emosi besar. Gol, kemenangan, kekalahan, hingga kontroversi mewarnai setiap pertandingan. Namun publik mengetahui semua cerita itu karena jurnalis melaporkannya. Wartawan mencatat setiap momen dari pinggir lapangan hingga tribun stadion.

Karena itu, insiden di Gelora Kie Raha menjadi pengingat penting. Sepak bola membutuhkan ruang terbuka bagi pers untuk bekerja. Tanpa kebebasan pers, banyak cerita penting dari dunia olahraga tidak pernah sampai ke publik. @teguh

Tags: EmosiIntimidasiJurnalisOknumPers

Kamu Melewatkan Ini

Ditolak Itu Sakit. Luka Terbesarnya Ada di Cara Kita Menilai Diri Sendiri

Ditolak Itu Sakit. Luka Terbesarnya Ada di Cara Kita Menilai Diri Sendiri

by teguh
Mei 6, 2026

Satu kata “tidak” sering terasa lebih berat dari apa pun. Misalnya, kamu gagal diterima kerja atau kehilangan seseorang. Namun, yang...

Dulu Dipenjara Karena Tulusan, Sekarang Dibungkam Algoritma?

Dulu Dipenjara Karena Tulisan, Sekarang Dibungkam Algoritma?

by teguh
April 25, 2026

Pada era kolonial, penguasa menangkap orang yang menulis kritik. Kini, banyak suara kritis tidak perlu masuk sel. Platform cukup menenggelamkannya...

Akademi Bola atau Sekolah Emosi? EPA U-20 Bukan Cari Masa Depan

Akademi Bola atau Sekolah Emosi? EPA U-20 Bukan Cari Masa Depan

by teguh
April 20, 2026

Sepak bola usia muda mestinya melahirkan bintang baru. Namun di Stadion Citarum, Minggu, 19 April 2026, yang lahir justru tontonan...

Next Post
ThinkTab X11 Lenovo: Tablet Tangguh di MWC 2026 dengan Konsep Baterai Jadul

ThinkTab X11 Lenovo: Tablet Tangguh di MWC 2026 dengan Konsep Baterai Jadul

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

Mei 15, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id