Selasa, Juli 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Iran Tunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Baru

by dimas
Maret 9, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Iran resmi menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru, menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, Senin (9/3/2026). Majelis Ahli, badan 88 ulama senior, mengumumkan keputusan ini tepat setelah tengah malam waktu Teheran.

“Dengan suara yang menentukan, Majelis Ahli memilih Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin ketiga Republik Islam Iran,” bunyi pernyataan resmi, dikutip AFP.

Dengan jabatan ini, Mojtaba mengendalikan seluruh urusan negara, mulai dari kebijakan luar negeri hingga ekonomi domestik. Penunjukan terjadi saat ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel mencapai puncaknya.

Mojtaba Khamenei: Pewaris yang Siap

Mojtaba Khamenei bukan sosok baru di lingkaran penguasa Iran. Ia memimpin jaringan bisnis luas dan memegang pengaruh signifikan di pasukan keamanan. Posisi ini ia peroleh di bawah arahan ayahnya, membangun basis kekuatan yang kuat.

Beberapa hari sebelum pengumuman, Mojtaba selamat dari serangan udara AS dan Israel. Ia tidak berada di Teheran saat serangan terjadi. Laporan Reuters menyebut bahwa selamatnya Mojtaba memperkuat posisi politiknya sebagai kandidat penerus.

Ini Belum Selesai

Kekeringan Ekstrem di Gunungkidul, Warga Jual Ternak Demi Air

“Jurnalis Bukan Londo Ireng”, Insan Pers Solo Gelar Aksi Bela Kebebasan Pers

Tekanan Politik dari Luar Negeri

Presiden AS Donald Trump menilai pemimpin muda ini “tidak berbobot” dan menuntut Amerika memiliki suara dalam penunjukan Pemimpin Tertinggi baru.

Ia mengatakan, “Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama.” ujarnya.

Meski mendapat tekanan internasional, Iran menegaskan bahwa pemilihan pemimpin baru tetap berjalan sesuai konstitusi. Negara menolak campur tangan asing dalam proses internal yang sensitif ini.

Proses Pemilihan Pemimpin Tertinggi

Iran tidak memilih Pemimpin Tertinggi secara langsung dari rakyat. Majelis Ahli memegang hak mutlak untuk menentukan pengganti. Anggota Majelis dipilih publik setiap delapan tahun, tapi calon harus melewati persetujuan Dewan Penjaga, badan pengawas yang sebagian anggotanya ditunjuk Pemimpin Tertinggi.

Jika jabatan kosong, Majelis Ahli segera berkumpul dan melakukan pemungutan suara sederhana. Kandidat harus ahli hukum senior, menguasai yurisprudensi Syiah, memiliki kemampuan menilai politik, keberanian, dan administrasi yang kuat.

Sejarah menunjukkan transisi kekuasaan di jabatan ini hanya terjadi sekali, saat Ayatollah Ruhollah Khomeini meninggal pada 1989.

Dampak pada Masyarakat dan Politik Global

Penunjukan Mojtaba akan memengaruhi masyarakat Iran, terutama sektor ekonomi dan keamanan. Ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel kemungkinan meningkatkan harga energi dan memengaruhi perdagangan regional.

Secara global, komunitas internasional mengamati langkah politik Iran. Investor asing, negara tetangga, dan diaspora menjadi pihak paling terdampak.

Kini Iran memasuki babak baru politiknya. Mojtaba Khamenei duduk di pucuk kekuasaan, dan semua mata dunia tertuju pada Teheran. Dalam sejarah yang sarat konflik, kekuasaan berjalan sesuai logika keras bukan sekadar suara rakyat atau retorika diplomasi. @dimas

Tags: ASdiplomasiGeopolitikIsraelkekuasaanKeteganganKhameneiKrisis GlobalMojtaba KhameneiPerang IranPolitik IndonesiaRegionalStabilitasTeheranTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Mental Feodal di Balik Seragam Kekuasaan

Mental Feodal di Balik Seragam Kekuasaan

by dimas
Juli 28, 2026

Kasus satpam di Bundaran HI mengungkap mental feodal yang masih mengakar. Saat jabatan mengalahkan martabat, demokrasi menghadapi ujian serius. Tabooo.id...

Kudatuli: Ketika Jakarta Bangun dalam Kepungan

Kudatuli: Ketika Jakarta Bangun dalam Kepungan

by Tabooo
Juli 27, 2026

Peristiwa Kudatuli pada 27 Juli 1996 bukan sekadar konflik internal PDI. Penyerbuan di Jalan Diponegoro membuka kekerasan, perburuan aktivis, dan...

Kaesang Nyaleg di Dapil Puan: Politik Simbol atau Elektoral?

Kaesang Nyaleg di Dapil Puan: Politik Simbol atau Elektoral?

by dimas
Juli 27, 2026

Kaesang Pangarep maju sebagai caleg DPR dari Dapil Jawa Tengah V, wilayah yang selama ini menjadi basis Puan Maharani. Apakah...

Next Post
Gunung Marapi Meletus Lagi, Warga Sumbar Diminta Waspada

Gunung Marapi Meletus Lagi, Warga Sumbar Diminta Waspada

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id