Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dua Warga Meninggal Dunia dalam Banjir Bandang di Buleleng, Bali

by dimas
Maret 8, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu pada Jumat (6/3/2026) malam memicu banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Arus air yang datang tiba-tiba membawa lumpur, kayu, dan material dari aliran sungai, lalu menghantam permukiman warga.

Akibatnya, ratusan rumah mengalami kerusakan. Hingga Minggu (8/3/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng mencatat sedikitnya 253 rumah terdampak banjir bandang tersebut.

Petugas masih terus mendata kerusakan di lapangan. Mereka memeriksa kondisi rumah warga satu per satu untuk menentukan tingkat kerusakan, mulai dari ringan hingga berat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, mengatakan proses pendataan belum selesai. Tim lapangan masih memverifikasi laporan warga sekaligus menghitung potensi kerugian akibat bencana tersebut.

“Data sementara di Desa Banjar ada 253 rumah yang terdampak banjir bandang. Saat ini petugas masih melakukan verifikasi dan mengklasifikasikan tingkat kerusakan apakah masuk kategori ringan, sedang, atau berat,” ujar Suyasa saat dikonfirmasi pada Minggu.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Selain rumah warga, banjir juga merusak sejumlah infrastruktur lingkungan. Lumpur dan material kayu menutup beberapa akses jalan, sementara aliran air menghanyutkan barang-barang milik warga.

BPBD memperkirakan angka kerugian masih bisa bertambah karena proses pendataan belum sepenuhnya selesai.

Hujan Deras dari Hulu Picu Banjir

Banjir bandang itu terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu sungai selama beberapa jam. Debit air meningkat tajam dan akhirnya meluap ke permukiman warga di Desa Banjar.

Air datang dengan cepat pada Jumat malam. Banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka. Beberapa rumah bahkan langsung terendam lumpur ketika arus air masuk ke halaman hingga ke dalam bangunan.

Bagi sebagian warga, banjir ini bukan sekadar genangan biasa. Air membawa material kayu dan lumpur tebal yang merusak dinding rumah, perabotan, hingga kendaraan yang terparkir di halaman.

Warga yang tinggal di bantaran sungai menjadi kelompok paling terdampak. Mereka harus membersihkan rumah dari lumpur sekaligus menghadapi risiko kehilangan tempat tinggal jika kerusakan bangunan dinilai berat.

Dua Warga Meninggal, Dua Anak Masih Hilang

Banjir bandang itu juga menelan korban jiwa. Tim pencarian menemukan dua warga dalam kondisi meninggal dunia setelah terseret arus.

Korban pertama adalah Dewa Ketut Adi Suarjaya (55), warga Dusun Santal, Desa Banjar. Arus banjir menyeretnya pada Jumat malam ketika ia berusaha memindahkan mobil di depan rumahnya.

Korban kedua, Komang Suci (44), warga Dusun Ambengan, ditemukan pada Sabtu siang. Tim menemukan jenazahnya di aliran sungai sekitar 1,5 kilometer dari rumahnya.

Tragedi belum berhenti di sana. Dua anak Komang Suci dilaporkan masih hilang hingga Minggu. Mereka adalah Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12).

Keduanya diduga ikut terseret arus ketika banjir menghantam rumah mereka pada Jumat malam.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan terus melakukan pencarian. Mereka menyisir aliran sungai hingga ke arah pantai untuk menemukan kedua korban.

Warga Hadapi Kerugian dan Trauma

Bagi warga Desa Banjar, banjir ini meninggalkan luka ganda: kerusakan rumah sekaligus kehilangan anggota keluarga.

Sebagian warga kini harus membersihkan lumpur setebal beberapa sentimeter di dalam rumah. Yang lain mulai memikirkan bagaimana memperbaiki bangunan yang rusak di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu siap menghadapi bencana mendadak.

Banjir bandang seperti ini juga mengingatkan satu hal yang sering luput dari perhatian ketika alam bergerak lebih cepat dari kesiapan manusia, yang paling terdampak selalu warga biasa mereka yang rumahnya berdiri paling dekat dengan sungai dan paling jauh dari jaminan perlindungan. @dimas

Tags: balibanjirBanjir BandangbencanaBPBDBulelengCuaca EkstremNasionalsiaga

Kamu Melewatkan Ini

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Excerpt: Kartu Kredit Indonesia resmi meluncur. Bersamaan dengan itu, BI memperluas MDR QRIS 0% mulai 1 Oktober 2026 untuk transaksi...

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Prabowo meminta RUU Perampasan Aset dipercepat. DPR masih menjaring masukan publik. Tantangannya bukan cuma pengesahan, tetapi memastikan aset hasil kejahatan...

17 Agustus Mode Darurat: HUT 81 RI, Bendera Naik, Data Korban Mengejar

17 Agustus Mode Darurat: HUT 81 RI, Bendera Naik, Data Korban Mengejar

by teguh
Agustus 17, 2026

Merah Putih tetap naik di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Senin, 17 Agustus 2026. Upacara HUT ke-81 RI dimulai pukul 09.00...

Next Post
Novel Laris Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Siap Diadaptasi ke Film

Novel Laris Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Siap Diadaptasi ke Film

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id