• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Entertainment

Setelah 7 Tahun, Bumi Manusia Hadir Lagi dalam Versi Extended

Maret 12, 2026
in Entertainment, Film
A A
Setelah 7 Tahun, Bumi Manusia Hadir Lagi dalam Versi Extended

Poster Bumi Manusia Extended. (Foto:Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Film – Pernah merasa sebuah film terlalu cepat selesai? Baru saja kita tenggelam dalam cerita, eh layar sudah gelap dan kredit penutup berjalan.

Itu juga yang dulu dirasakan banyak pembaca setia novel Bumi Manusia. Rasanya seperti membaca novel tebal 500 halaman, tapi versi filmnya hanya memberi ringkasan.

Nah, tujuh tahun setelah filmnya tayang di bioskop, akhirnya muncul kabar yang membuat para penggemar sedikit lega. Rumah produksi Falcon Pictures melalui platform OTT KlikFilm merilis Bumi Manusia Extended versi panjang dari film adaptasi novel karya maestro sastra Pramoedya Ananta Toer.

RelatedPosts

Dilan ITB 1997: Antara Nostalgia dan Realita yang Nyelekit

Riot Games Rilis Miks, Agent Valorant yang Membawa Beat ke Medan Tempur

Dan ini bukan sekadar “film yang dipanjangkan”. Versi ini membuka kembali kotak berisi potongan cerita yang dulu tertinggal di ruang editing.

Ketika Mahakarya Dipaksa Jadi 120 Menit

Versi extended ini hadir dalam enam bagian dan mulai tayang pada 5 Maret 2026. Setiap Senin dan Kamis, penonton kembali menyusuri dunia Minke, Annelies, dan tentu saja Nyai Ontosoroh.

Direktur KlikFilm, Frederica, menyebut proyek ini sebagai kado spesial untuk memperingati 100 tahun kelahiran Pramoedya.

Logikanya sederhana: karya sebesar Bumi Manusia memiliki ruang cerita yang terlalu luas jika harus masuk dalam durasi bioskop yang ketat.

Sutradara Hanung Bramantyo bahkan mengakui bahwa hasil syuting awal film ini mencapai enam jam.

Enam jam. Namun realitas industri bioskop saat itu memaksa tim produksi membuat keputusan berat. Film berdurasi panjang berarti jadwal tayang lebih sedikit, layar lebih terbatas, dan risiko komersial lebih besar.

Karena itu, tim produksi akhirnya merangkum cerita tersebut menjadi sekitar dua jam. Bayangkan saja: seperti memadatkan novel sejarah tebal menjadi trailer panjang.

Kenapa Banyak Fans Dulu Menggerutu?

Saat film Bumi Manusia pertama kali tayang, kritik dari pembaca novel muncul cukup keras.

Banyak penonton merasa film tersebut terlalu fokus pada romansa Minke dan Annelies. Sementara itu, lapisan sosial-politik yang menjadi tulang punggung novel terasa jauh lebih tipis.

Padahal dalam buku karya Pramoedya, cerita ini tidak hanya membahas cinta. Novel itu menggali kolonialisme, kelas sosial, identitas, dan pergulatan intelektual.

Melalui versi extended, sejumlah potongan cerita yang dulu hilang kini kembali muncul. Salah satu yang paling menarik adalah relasi antara Minke dan Jean Marais, pelukis asal Prancis yang ikut membentuk cara berpikir Minke tentang dunia.

Relasi tersebut sangat penting. Dari percakapan mereka, kesadaran politik Minke mulai tumbuh.

Ia tidak hanya jatuh cinta. Ia juga belajar berpikir.

Streaming Memberi “Kemerdekaan” Baru

Ada ironi menarik dalam perjalanan film ini. Dulu bioskop menuntut film berdurasi singkat, ritme cepat, dan cerita yang padat.

Sekarang, platform streaming justru memberi ruang lebih luas bagi cerita untuk berkembang. Karakter dapat tumbuh perlahan. Dialog dapat menggali gagasan lebih dalam. Cerita pun dapat bernapas lebih lega.

Dalam konteks itu, format serial seperti Bumi Manusia Extended terasa lebih cocok untuk mengadaptasi novel sastra besar. Format ini bahkan terasa lebih setia pada semangat karya aslinya.

Keluarga Pramoedya juga menyambut format ini dengan optimistis. Mereka berharap generasi muda Gen Z bahkan Gen Alpha mulai mengenal kembali gagasan besar tentang kemanusiaan, keadilan, dan harga diri.

Minke, Nyai Ontosoroh, dan Kita Hari Ini

Kalau dipikir-pikir, kisah Bumi Manusia sebenarnya tidak pernah menua. Cerita tentang hukum yang tidak adil. Tentang identitas yang diperdebatkan. Tentang seseorang yang belajar berpikir kritis terhadap sistem.

Bukankah semua itu masih terasa sangat relevan? Nyai Ontosoroh memang hidup di masa kolonial. Namun perjuangannya mempertahankan martabat sebagai manusia terasa sangat modern.

Di situlah kekuatan karya Pramoedya. Ia tidak sekadar menceritakan masa lalu. Ia juga memantulkan cermin bagi masa kini. Jadi mungkin pertanyaannya sekarang bukan lagi: “Perlukah versi extended ini?”

Pertanyaan yang lebih menarik justru Setelah menonton ulang kisah Minke, apakah kita masih melihat sejarah Indonesia dengan cara yang sama?

Atau justru seperti yang dialami banyak pembaca Pramoedya kita mulai mempertanyakan semuanya. @eko

Tags: Bumi ManusiaExtendedFilmMinkeNyai OntosorohPramoedya Ananta Toer
Next Post
Andien Rilis “Manusia Favorit”, Lagu Hangat Tentang Orang yang Selalu Ada

Andien Rilis “Manusia Favorit”, Lagu Hangat Tentang Orang yang Selalu Ada

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Kiamat Tidak Menunggu Zona Waktu

    Kiamat Tidak Menunggu Zona Waktu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pantai yang Kita Banggakan, atau yang Kita Abaikan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jubir IRGC Tewas Diserang AS-Israel, Konflik Iran Kian Memanas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ASUS Bawa AI ke Level Baru: Zenbook S14 OLED Bisa “Mikir Sendiri” Tanpa Internet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lebaran 2026: Prabowo Undang Ribuan Warga ke Istana Kepresidenan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.