Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tragis, Anak 7 Tahun Hanyut di Irigasi Waduk Gajah Mungkur Sukoharjo

by dimas
Maret 5, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun hanyut di aliran irigasi Waduk Gajah Mungkur di Dukuh Serut, Desa Kenokorejo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (5/3/2026) siang. Tim pencari akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia sekitar 500 meter dari lokasi awal kejadian.

Korban berinisial SYA (7), seorang pelajar yang tinggal di Dukuh Serut RT 01 RW 02, Desa Kenokorejo, Polokarto.

Kapolsek Polokarto AKP Aris Joko Narimo menyampaikan warga pertama kali mengetahui peristiwa itu sekitar pukul 12.35 WIB. Tak lama kemudian, warga melaporkan kejadian tersebut kepada polisi sekitar pukul 13.00 WIB.

Mendapat laporan itu, Aris langsung memimpin anggota Polsek Polokarto menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan sekaligus membantu proses pencarian korban.

“Kami menerima informasi ada anak tenggelam di aliran irigasi. Setelah itu anggota langsung menuju lokasi untuk memastikan kejadian dan melakukan pencarian,” ujar Aris.

Ini Belum Selesai

Kirab Pusaka di Tengah Dualisme: Tradisi atau Legitimasi?

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Terpeleset Saat Bermain di Pinggir Sungai

Berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya bermain di sekitar pinggiran sungai. Saat itu, korban bersama temannya mencoba mencari ikan di tepi aliran irigasi.

Namun, korban tiba-tiba terpeleset saat berada di pinggiran sungai. Tubuhnya kemudian jatuh ke aliran air yang mengalir cukup deras.

Salah satu saksi, Iqwan Affan Ma’ruf (9), melihat langsung kejadian tersebut. Ia mengatakan korban sempat berada di tepi sungai sebelum akhirnya tergelincir.

“Korban bermain di pinggir sungai lalu terpeleset dan jatuh ke aliran air,” ujarnya.

Pencarian Libatkan Tim SAR dan Relawan

Setelah menerima laporan, polisi bersama warga langsung menyisir aliran irigasi untuk mencari korban. Selain itu, tim SAR dari Polres juga turun ke lokasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak.

BPBD, Basarnas, TNI, serta PMI ikut membantu proses pencarian di sepanjang aliran sungai.

Upaya pencarian itu akhirnya membuahkan hasil. Tim menemukan tubuh korban tersangkut di sebuah gorong-gorong yang berjarak sekitar 500 meter dari titik awal korban jatuh sekitar pukul 16.00 WIB.

Petugas kemudian mengevakuasi korban dan membawa jenazah ke rumah duka untuk menjalani proses visum sebelum dimakamkan oleh pihak keluarga.

Polisi Minta Orang Tua Awasi Anak

Kapolsek Polokarto AKP Aris Joko Narimo mengingatkan para orang tua agar lebih waspada ketika anak bermain di sekitar sungai atau saluran irigasi.

Menurutnya, arus air di aliran irigasi Waduk Gajah Mungkur saat ini cukup deras. Kondisi itu terjadi karena curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Sukoharjo dalam beberapa hari terakhir.

“Kami mengimbau orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya, terutama saat bermain di dekat sungai. Arus air sekarang cukup deras karena curah hujan masih tinggi,” pungkasnya.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati. Ketika musim hujan datang, debit air meningkat dan arus sungai menjadi jauh lebih berbahaya, terutama bagi anak-anak yang bermain tanpa pengawasan. @dimas

Tags: AnakBeritaHujanIrigasiJawa TengahKejadianKeselamatanMusimsukoharjo

Kamu Melewatkan Ini

Lima Juta Kendaraan Menunggak: Krisis Kepatuhan atau Daya Beli yang Melemah?

Lima Juta Kendaraan Menunggak: Krisis Kepatuhan atau Daya Beli yang Melemah?

by teguh
Juni 11, 2026

Lima juta kendaraan di Jawa Tengah tidak membayar pajak hingga akhir 2025. Angka itu bukan sekadar catatan administrasi. Nilainya mencapai...

Becak Tidak Mati. Mereka Hanya Disembunyikan.

Becak Tidak Mati: Mereka Hanya Disembunyikan

by jeje
Mei 6, 2026

Pagi belum benar-benar terang ketika Slamet mengayuh becaknya pelan di sudut kota. Roda tuanya berderit kecil. Tangannya kasar. Punggungnya sedikit...

Pintar Itu Banyak. Etis? Kok Jadi Minoritas?

Pintar Itu Banyak. Etis? Kok Jadi Minoritas?

by teguh
Mei 4, 2026

Di dunia digital yang penuh kebocoran data, ransomware, dan hacker kriminal, kabar ini terasa agak “nggak biasa”.Sementara itu, seorang siswa...

Next Post
Indonesia Upayakan Pembebasan Dua Kapal Pertamina di Selat Hormuz

Indonesia Upayakan Pembebasan Dua Kapal Pertamina di Selat Hormuz

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id