Minggu, September 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Perang AS-Iran Membakar Anggaran, Biaya Bisa Tembus Rp3.500 Triliun

by dimas
Maret 5, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Global – Serangan militer Amerika Serikat ke Iran bukan hanya memanaskan suhu geopolitik, tetapi juga langsung membakar anggaran. Sejak operasi dimulai awal Maret 2026, biaya perang melonjak tajam. Sejumlah analis memperkirakan total beban konflik ini bisa menembus ratusan miliar dollar AS jika eskalasi terus berlanjut.

Majalah bisnis Amerika, Forbes, pada Selasa (3/3/2026) menilai perhitungan total biaya masih sulit dilakukan karena Pentagon belum membuka seluruh detail operasi dan jenis persenjataan yang digunakan. Namun satu hal jelas: setiap jam operasi berarti tambahan jutaan dollar keluar dari kas negara.

Di balik angka-angka itu, pembayar pajak Amerika menjadi pihak yang paling terdampak langsung. Sementara di luar AS, negara-negara importir energi termasuk Indonesia ikut menanggung efek domino melalui lonjakan harga minyak dan tekanan inflasi.

Kapal Induk dan Bomber: Mesin Uang yang Terbakar

Biaya terbesar datang dari pengerahan kekuatan laut dan udara. Dua kapal induk AS yang beroperasi di Timur Tengah diperkirakan menghabiskan sekitar 13 juta dollar AS per hari. Satu kapal induk kelas terbaru seperti USS Gerald R Ford saja bisa menelan lebih dari 11 juta dollar AS per hari dalam kondisi tempur tertentu.

Angka itu belum menghitung biaya jet tempur, logistik, bahan bakar, dan sistem pertahanan udara. Militer AS juga mengerahkan bomber siluman B-2 Spirit dengan ongkos operasional sekitar 130.000 hingga 150.000 dollar AS per jam terbang. Setiap kali pesawat itu lepas landas, kas negara terkuras dalam hitungan menit.

Ini Belum Selesai

Artis Jule Ditangkap, Polisi Ungkap Jejak Vape Narkoba Etomidate

Abdon Kisamdu Ditangkap di Yahukimo, Dugaan Transaksi Senjata Jadi Sorotan

Selain itu, AS menggunakan sekitar 1.250 drone “kamikaze” dengan estimasi nilai total 43,8 juta dollar AS. Satu drone berharga sekitar 35.000 dollar AS. Rudal jelajah Tomahawk yang menghantam target presisi dibanderol sekitar 2 juta dollar AS per unit, sementara sistem pertahanan THAAD untuk mencegat rudal balistik mencapai 12,8 juta dollar AS per unit.

Dengan komposisi persenjataan seperti itu, satu operasi besar bisa menghabiskan puluhan hingga ratusan juta dollar hanya dalam satu malam.

Hitungan Akademisi: Bisa Tembus Rp3.500 Triliun

Direktur Penn Wharton Budget Model, Kent Smetters, memperkirakan biaya langsung yang harus ditanggung pembayar pajak AS berkisar 40 miliar hingga 95 miliar dollar AS, tergantung durasi perang. Ia menyampaikan kepada Fortune bahwa dampak ekonomi keseluruhan bahkan bisa mencapai 50 miliar hingga 210 miliar dollar AS akibat gangguan perdagangan dan pasar energi.

Jika angka tertinggi 210 miliar dollar AS terwujud, nilainya setara sekitar Rp3.550 triliun. Angka itu mendekati seperlima APBN Indonesia tahun 2026 sebuah perbandingan yang menunjukkan betapa mahalnya satu konflik regional di era modern.

Hari Pertama: Ratusan Juta Dollar Menguap

Media internasional Al Jazeera melaporkan bahwa dalam 24 jam pertama operasi bertajuk “Operation Epic Fury”, AS menghabiskan sekitar 779 juta dollar AS. Persiapan sebelum serangan termasuk pemindahan pesawat dan pengerahan belasan kapal perang menyerap tambahan sekitar 630 juta dollar AS.

Artinya, bahkan sebelum konflik memasuki fase panjang, biaya sudah mendekati 1,4 miliar dollar dalam waktu kurang dari dua hari.

Sejumlah lembaga riset seperti proyek Costs of War dari Brown University juga mencatat bahwa sepanjang 2025 saja, AS telah menggelontorkan 2 hingga 2,25 miliar dollar untuk operasi terkait Iran. Dengan kata lain, biaya sudah membengkak bahkan sebelum eskalasi terbaru meledak.

Pelacak Biaya Perang dan Transparansi Publik

Di tengah minimnya keterbukaan resmi, muncul situs pelacak biaya perang bertajuk Iran Cost Ticker. Situs itu memperkirakan pengeluaran militer AS telah mencapai sekitar 2,3 miliar dollar AS per 4 Maret 2026 dan terus bergerak naik secara real-time.

Pengelola situs menggabungkan data dari berbagai sumber, mulai dari laporan Departemen Pertahanan AS, Congressional Budget Office, hingga lembaga riset seperti SIPRI. Meski angka tersebut tetap bersifat estimasi, keberadaannya menunjukkan satu hal publik ingin tahu ke mana uang mereka mengalir.

Bukan Hanya Uang, Stok Senjata Jadi Masalah

Analis pertahanan dari Stimson Center, Christopher Preble, mengingatkan bahwa persoalan utama bukan semata biaya, melainkan ketersediaan persenjataan. Ia menilai laju penggunaan interceptor seperti Patriot atau SM-6 sulit dipertahankan dalam jangka panjang.

Produksi sistem rudal modern membutuhkan waktu dan rantai pasok yang kompleks. Industri pertahanan tidak bisa memproduksi ratusan unit per hari. Jika perang berlarut, stok bisa menipis sebelum anggaran habis.

Energi, Inflasi, dan Efek ke Indonesia

Dampak perang langsung terasa di pasar energi. Harga minyak global naik, pasar saham sempat melemah, dan biaya logistik meningkat. Negara-negara importir minyak termasuk Indonesia berisiko menghadapi tekanan fiskal jika harga bertahan tinggi.

Selain itu, lebih dari 500 korban dilaporkan di Iran, sementara militer AS menyebut sedikitnya enam personelnya tewas. Konflik ini tidak hanya menguras uang, tetapi juga merenggut nyawa.

Jika eskalasi terus berlanjut, biaya perang akan terus membengkak bukan hanya dalam dollar, tetapi juga dalam harga kebutuhan pokok, ongkos transportasi, dan beban pajak warga.

Pada akhirnya, perang memang selalu mahal. Pertanyaannya sederhana siapa yang benar-benar membayar harga terbesarnya negara, atau rakyatnya? @dimas

Tags: anggaranASDuniaEkonomi IndonesiaEnergiGeopolitikGlobalHargaInflasiKrisis GlobalMiliterminyakNasionalPasarperangPerang IranTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Jalan Kasasi Terbuka, Tapi Keadilan Andrie Yunus Berhenti di Mana?

Jalan Kasasi Terbuka, Tapi Keadilan Andrie Yunus Berhenti di Mana?

by dimas
September 8, 2026

Kasasi kasus Andrie Yunus masih terbuka setelah Dilmilti memangkas hukuman enam bulan dan mencabut pemecatan. Lalu, di mana keadilan bagi...

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

by Tabooo
September 1, 2026

Kementerian Kebudayaan merilis lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Lebih dari 5.000 halaman membawa pembaca dari...

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

by Tabooo
Agustus 28, 2026

Kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, menelan korban jiwa. Bambang Setiawan (59), pedagang cermin asal Bendungan Hilir, meninggal setelah dianiaya saat...

Next Post
Pantau Harga Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Langsung Turun ke Pasar

Pantau Harga Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Langsung Turun ke Pasar

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id