Tabooo.id: Sports – Gurun California selalu menyimpan drama. Angin berembus kencang di Indian Wells, dan di antara ribuan kursi yang menatap ke lapangan keras itu, satu nama Indonesia berdiri di persimpangan sejarah Janice Tjen.
Undian WTA Indian Wells Open 2026 membuka peluang besar. Jika segalanya berjalan sesuai skenario, Janice bisa berhadapan langsung dengan petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka. Bukan di final. Bukan di mimpi. Tapi di babak ketiga.
Dua Rintangan, Satu Impian
Namun jalan ke sana tidak mudah. Di babak pertama, Janice harus menaklukkan Jaqueline Cristian. Lolos dari situ, ia berpotensi menghadapi Maya Joint di babak kedua. Dua kemenangan wajib diraih. Dua laga hidup-mati. Baru setelah itu, duel dengan Sabalenka bisa benar-benar terjadi.
Sabalenka sendiri mendapat bye di babak pertama. Artinya, sang ratu hanya butuh satu kemenangan untuk sampai di babak ketiga. Jalannya lebih singkat. Statusnya sebagai unggulan pertama memberi keuntungan.
Secara ranking dan pengalaman, jurangnya jelas. Sabalenka sudah mengoleksi empat gelar grand slam dua Australia Open dan dua US Open. Ia duduk di singgasana sejak 2023. Stabil, beringas, dan konsisten. Namun tenis bukan cuma soal angka.
Lonjakan yang Menggetarkan
Setahun lalu, Janice Tjen masih berkutat di luar 400 besar dunia. Ia bermain di ITF Tour, mengumpulkan poin sedikit demi sedikit. Ia bertarung di lapangan-lapangan kecil, jauh dari sorotan kamera utama. Kini, semuanya berubah.
Dalam waktu satu tahun, Janice melesat ke 40 besar dunia. Ia mulai rutin tampil di turnamen WTA, bahkan sudah mencicipi atmosfer grand slam Australia Open. Perjalanan itu bukan kebetulan. Ia membangun setiap kemenangan dengan kerja keras dan keberanian.
Indian Wells bukan sekadar turnamen WTA 1000. Ini panggung pembuktian.
Momen yang Bisa Mengubah Segalanya
Janice belum berbicara banyak. Namun bahasa tubuhnya musim ini jelas: ia tak lagi datang sebagai pelengkap. Ia datang untuk bersaing.
Jika duel melawan Sabalenka benar-benar terjadi, itu bukan hanya pertandingan babak ketiga. Itu simbol lompatan generasi. Itu kesempatan Indonesia melihat wakilnya menantang yang terbaik di dunia, bukan sebagai underdog pasif, tetapi sebagai penantang serius.
Tenis sering menghadirkan kejutan. Dan di gurun California, dua kemenangan bisa mengubah arah karier.
Bagi Janice, ini bukan sekadar tentang menghadapi nomor satu dunia. Ini tentang membuktikan bahwa mimpi besar selalu dimulai dari satu langkah kecil lalu satu kemenangan lagi. @teguh





