Tabooo.id: Global – Iran meningkatkan tekanannya terhadap Amerika Serikat dan Israel dengan menargetkan bandara-bandara tersibuk di negara-negara Teluk. Serangan balasan ini tidak hanya menghantam pangkalan militer, tetapi juga pusat-pusat komersial strategis, memaksa negara-negara tetangga menghadapi kekacauan di jalur vital transportasi udara yang menopang perdagangan dan mobilitas tenaga kerja ekspatriat.
Bandara Kosong dan Penerbangan Dibatalkan
Di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, terminal terlihat kosong melompong, sementara asap hitam membubung dari pelabuhan Jebel Ali di Dubai. Data Flightradar24 menunjukkan lebih dari 3.400 penerbangan dibatalkan pada Minggu (1/3/2026) di tujuh bandara Teluk, menimbulkan gangguan logistik global dan menekan aktivitas ekonomi regional.
Serangan Terhadap Infrastruktur Sipil
Di Uni Emirat Arab, drone Iran menghantam fasilitas penting di Dubai dan Abu Dhabi. Bandara Dubai, yang menampung 92 juta penumpang internasional pada 2024, kini berhenti beroperasi sementara. Di Abu Dhabi, puing-puing dari serangan udara menewaskan satu orang, sementara empat staf bandara terluka di Dubai. Di Kuwait, Bahrain, dan Qatar, bandara juga mengalami gangguan signifikan, menunjukkan dampak langsung eskalasi konflik terhadap masyarakat sipil dan ekonomi regional.
Tekanan Ekonomi dan Politik
Analis menilai, strategi Iran menargetkan infrastruktur sipil dan transportasi ini untuk memaksa AS dan sekutunya mempertimbangkan ulang operasi militer mereka.
“Iran memanfaatkan tekanan ekonomi untuk menciptakan kepanikan dan rasa isolasi di negara-negara Teluk. Penduduk mereka merasakan dampak langsung, sementara tekanan politik meningkat,” ujar Yasmine Farouk, Direktur Proyek Teluk dan Semenanjung Arab di International Crisis Group.
Lonjakan Harga Minyak dan Risiko Inflasi
Konsekuensi ekonomi segera terasa. Lonjakan harga minyak akibat ancaman terhadap Selat Hormuz memengaruhi pasar energi global dan meningkatkan risiko inflasi. Investor dan pelaku bisnis merasakan ketidakpastian, sedangkan ekspatriat dan turis terjebak dalam kekacauan logistik.
“Strategi Iran seperti bumi hangus jika mereka jatuh, semua pihak yang terlibat juga merasakan dampaknya,” kata Bader Al Saif, profesor Universitas Kuwait.
Dampak Humanis bagi Penumpang dan Ekspatriat
Meskipun serangan ini menekan AS, Israel, dan negara Teluk, langkah Iran juga berisiko menjadi bumerang. Negara-negara Teluk bersatu mengecam serangan, dan tekanan diplomatik internasional meningkat. Sementara itu, para penumpang dan tenaga kerja internasional, seperti Manish Gupta dari India, harus menunda perjalanan dan menunggu kepastian penerbangan yang tak jelas.
“Kami hanya bisa menunggu dan berharap dapat pulang,” ujarnya, menggambarkan sisi humanis dari konflik geopolitik yang sedang memanas.
Kesimpulan: Efek Konflik yang Nyata
Serangan Iran ini memperlihatkan bagaimana konflik regional bisa langsung mengubah arus perdagangan, perjalanan global, dan tekanan ekonomi, bahkan bagi mereka yang jauh dari medan perang. Dan sementara para pemimpin beradu strategi di meja politik, masyarakat sipil merasakan efeknya secara nyata, dari bandara yang kosong hingga harga minyak yang melonjak. @dimas





