Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Iran Luncurkan Gelombang Kesembilan Serangan, Targetkan Israel dan AS

by dimas
Maret 2, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Iran kembali menaikkan tensi konflik di Timur Tengah. Minggu (1/3), Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan dimulainya gelombang kesembilan serangan dalam operasi bertajuk True Promise 4. Targetnya tidak hanya wilayah Israel, tetapi juga fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan.

Melalui siaran televisi pemerintah Islamic Republic of Iran Broadcasting, IRGC menyatakan operasi tersebut menyasar “seluruh wilayah pendudukan” dan target-target AS di Timur Tengah. Pernyataan itu menegaskan bahwa konflik kini bergerak ke fase yang lebih luas dan lebih berisiko.

Serangan Balasan dan Klaim Hancurnya Sistem Pertahanan

Iran mengklaim angkatan udaranya menghancurkan sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) milik AS di Al Dhannah, Uni Emirat Arab. Jika klaim ini terkonfirmasi, maka dampaknya bukan sekadar taktis, melainkan strategis. Sistem THAAD selama ini menjadi tameng utama bagi pangkalan dan aset militer AS di kawasan Teluk.

Serangan tersebut terjadi hanya sehari setelah Amerika Serikat dan Israel menggempur sejumlah target di dalam wilayah Iran, termasuk di Teheran. Laporan awal menyebutkan adanya kerusakan infrastruktur dan korban sipil. Washington dan Tel Aviv belum merinci seluruh target, namun keduanya menyatakan serangan itu bertujuan melemahkan kapasitas militer Iran.

Sebagai respons, Teheran meluncurkan rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di beberapa titik Timur Tengah. Pemerintah Iran menyebut langkah itu sebagai tindakan pembelaan diri atas agresi sebelumnya.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Dampak Langsung: Warga Sipil dan Stabilitas Ekonomi

Eskalasi ini langsung memukul warga sipil di tiga negara sekaligus: Iran, Israel, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Sirene peringatan berbunyi di kota-kota Israel. Di Iran, masyarakat menghadapi ketidakpastian keamanan dan potensi pembatasan aktivitas publik. Sementara itu, negara-negara Teluk memperketat keamanan fasilitas vital dan jalur energi.

Lebih jauh, pasar energi global mulai merespons dengan waspada. Timur Tengah merupakan jantung distribusi minyak dunia. Setiap gangguan terhadap instalasi militer atau energi di kawasan ini berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dan mengguncang pasar internasional. Negara berkembang yang bergantung pada impor energi bisa menjadi pihak paling terdampak secara ekonomi.

Selain itu, pekerja migran dan pelaku usaha di kawasan Teluk menghadapi risiko tambahan. Jika konflik meluas, mobilitas tenaga kerja dan arus logistik dapat terganggu. Dampaknya akan terasa hingga ke dapur-dapur rumah tangga di berbagai negara yang tidak terlibat langsung dalam perang.

Konflik Terbuka atau Perang Bayangan yang Membesar?

Selama bertahun-tahun, Iran dan Israel terlibat dalam perang bayangan melalui serangan siber, operasi intelijen, dan serangan terbatas. Namun kini, pola itu berubah menjadi konfrontasi yang semakin terbuka. Keterlibatan langsung Amerika Serikat memperbesar risiko konflik regional yang sulit dikendalikan.

Situasi ini menempatkan masyarakat sipil sebagai pihak paling rentan. Mereka tidak memegang kendali atas keputusan militer, tetapi harus menanggung konsekuensi ekonomi, sosial, bahkan keselamatan jiwa.

Dunia kembali menyaksikan bagaimana satu tombol peluncur rudal dapat mengguncang harga minyak, stabilitas kawasan, dan rasa aman jutaan orang. Di tengah retorika pembelaan diri dan klaim kemenangan strategis, pertanyaan paling sederhana justru terabaikan: berapa lama rakyat biasa harus membayar harga dari ambisi geopolitik para elite? @dimas

Tags: DuniaGeopolitikGlobalHargaIRGCIsraelKonflik DuniaKrisis GlobalminyakPerang IranRudalSeranganTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Kaya di Atas Peta, Miskin di Dalam Realitas

Kaya di Atas Peta, Miskin di Dalam Realitas

by Anisa
Juni 14, 2026

Kaya di Atas Peta, tetapi tidak selalu terasa di kehidupan sehari-hari. Indonesia memiliki tanah yang subur, sumber daya alam yang...

Dua Musuh, Satu Kepentingan

Dua Musuh, Satu Kepentingan

by dimas
Juni 7, 2026

Di balik ancaman dan negosiasi yang tak berujung, AS dan Iran ternyata terjebak dalam kepentingan yang sama: sama-sama membutuhkan lawannya...

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

Next Post
Laut Bercerita: Ketika Layar Lebar Menggugat Ingatan Kita

Laut Bercerita: Ketika Layar Lebar Menggugat Ingatan Kita

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id