Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Wafat di Usia 90 Tahun

by dimas
Maret 2, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Wakil Presiden keenam Republik Indonesia, Try Sutrisno, meninggal dunia Senin (2/3/2026) pukul 06.58 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Mantan Kepala RSPAD, Letjen TNI (Purn) Albertus Budi Sulistya, memastikan kabar ini kepada publik.

Keluarga menjelaskan bahwa usia 90 tahun menurunkan kondisi fisik Try secara alami. Anak Try, Taufik Dwi Cahyono, mengatakan, “Bapak sudah lanjut usia, kemampuan napas dan daya tahan tubuh menurun. Tidak ada penyakit khusus, hanya faktor usia.” jelasnya.

Sejak 16 Februari 2026, Try menjalani perawatan di RSPAD karena kehilangan selera makan. Tim dokter RSPAD dan tim kepresidenan menangani beliau dengan serius, tetapi kondisi fisik Try terus menurun hingga meninggal pada pagi hari tadi.

Keluarga berencana menyelenggarakan shalat jenazah di Masjid Sunda Kelapa, kemudian memakamkan Try di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Mereka berharap prosesi berlangsung khidmat dan memberi penghormatan atas pengabdian Try sepanjang hidupnya.

Dari Taruna hingga Wakil Presiden

Try Sutrisno lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 November 1935. Ia menempuh pendidikan militer di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) sejak 1956. Try berpartisipasi aktif dalam operasi militer, termasuk Operasi Pembebasan Irian Barat pada 1962, yang mempertemukannya dengan Presiden Soeharto.

Ini Belum Selesai

Bukan Cuma Soal Motor, Ketika Komunitas Jadi Tempat Mencari Arah

Desa Adat Sade Terbakar, Ratusan Rumah Sasak Ludes dalam Semalam

Kariernya terus menanjak. Try menjadi ajudan Soeharto pada 1974, diangkat Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) pada Agustus 1985, lalu menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) pada 1986. Pada 1993, MPR memilih Try sebagai Wakil Presiden mendampingi Soeharto hingga 1998. Setelah itu, Try tetap aktif di politik dan kenegaraan, termasuk menjabat anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila sejak 2017.

Kehilangan yang Dirasakan Bangsa

Meninggalnya Try menyisakan duka mendalam bagi keluarga, masyarakat, dan kalangan militer. Tokoh politik dan pejabat negara menyampaikan penghormatan terakhir, mengakui jasa Try dalam menjaga stabilitas negara selama masa transisi penuh tantangan.

Publik juga merasakan kehilangan simbol keteguhan dan keberanian. Try bukan hanya Wakil Presiden; ia mewakili keseimbangan antara militer dan sipil dalam politik Indonesia, sekaligus teladan bagi generasi muda tentang dedikasi dan pengabdian.

Refleksi Terakhir

Try Sutrisno wafat dalam usia matang, meninggalkan jejak panjang dari ajudan presiden hingga Wakil Presiden. Ia menunjukkan bahwa pengabdian tidak tergantung pada jabatan, melainkan pada konsistensi dan keberanian menghadapi sejarah. Kini, meski jasadnya dimakamkan, kenangan tentang keberanian dan pengabdiannya tetap menyala bagi bangsa yang terus berjalan. Seperti pepatah lama sejarah tidak hanya dicatat, tapi juga dirasakan oleh yang masih hidup. @dimas

Tags: BangsaKehilanganMiliterPolitik IndonesiariSejarah

Kamu Melewatkan Ini

81 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Merdeka untuk Siapa?

81 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Merdeka untuk Siapa?

by Tabooo
Agustus 20, 2026

Sehari setelah perayaan HUT ke-81 RI, mahasiswa turun ke jalan membawa delapan tuntutan. Di sana, makna kemerdekaan kembali dipertanyakan lewat...

Prabowo, Jokowi, Gibran Duduk Bersama: Protokol atau Pesan Politik?

Prabowo, Jokowi, Gibran Duduk Bersama: Protokol atau Pesan Politik?

by dimas
Agustus 18, 2026

Prabowo, Jokowi, dan Gibran duduk bersama di Istana saat HUT ke-81 RI. Protokol kenegaraan atau pesan politik di tengah isu...

AI Mempercepat Jawaban, Tetapi Bukan Pemahaman

AI Mempercepat Jawaban, Tetapi Bukan Pemahaman

by dimas
Juli 28, 2026

AI mempercepat jawaban, tetapi belum tentu menghadirkan pemahaman. Ketika makna diproduksi secara instan, manusia berisiko kehilangan kesabaran, kedalaman berpikir, dan...

Next Post
KSPN Tuntut KPK-BPK Periksa Impor Pik Up 4×4

KSPN Desak KPK Lakukan Audit atas Impor Mobil 4x4 oleh PT Agrinas

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id