Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Iran Tetapkan 40 Hari Berkabung Nasional Usai Khamenei Tewas

by dimas
Maret 1, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Pemerintah Iran resmi menetapkan 40 hari masa berkabung nasional setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel. Pemerintah juga mengumumkan tujuh hari libur nasional, langkah yang langsung menghentikan banyak aktivitas publik dan ekonomi di tengah situasi keamanan yang belum stabil.

Media resmi Iran, termasuk Press TV, Tasnim, dan Fars, mengonfirmasi kematian Khamenei pada Minggu (1/3/2026). Kantor berita Fars menyebut serangan menghantam kompleks kediamannya di Teheran pada Sabtu (28/2/2026) dini hari. Saat itu, Khamenei berada di kantornya dan disebut tengah menjalankan tugas kenegaraan.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya mengumumkan operasi militer tersebut dan menyatakan serangan menargetkan “ancaman yang akan segera terjadi”. Iran sempat membantah klaim kematian itu dan menyebutnya sebagai perang psikologis. Namun, konfirmasi resmi dari media pemerintah mengakhiri spekulasi.

Kompleks Kediaman Hancur Total

Citra satelit yang dikutip sejumlah media internasional menunjukkan bangunan utama kompleks Beit-e Rahbari hancur total. Struktur utama dan perimeter keamanannya rata dengan tanah. Analis militer menilai pola ledakan konsisten dengan penggunaan amunisi penghancur bunker, senjata yang dirancang menembus beton tebal dan fasilitas bawah tanah.

Serangan ini tidak hanya menewaskan Khamenei. Media Iran juga melaporkan putri, menantu, dan cucunya turut menjadi korban. Otoritas menyebut mereka gugur dalam serangan yang sama. Informasi ini memicu gelombang duka sekaligus kemarahan di dalam negeri.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Di Teheran, asap tebal terlihat mengepul di distrik Pasteur, lokasi kediaman resmi pemimpin tertinggi. Aparat keamanan langsung mengerahkan pasukan dalam jumlah besar. Sementara itu, militer Israel meminta warga sipil menjauhi infrastruktur militer untuk menghindari korban tambahan.

Dampak Politik dan Ekonomi

Kematian Khamenei membuka babak baru dalam politik Iran. Ia memimpin sejak 1989, menggantikan Ruhollah Khomeini, dan selama lebih dari tiga dekade membentuk arah militer, ideologi, dan kebijakan luar negeri Iran. Di bawah kepemimpinannya, Iran memperkuat jaringan paramiliter regional dan mempertahankan sikap konfrontatif terhadap Barat.

Kini, pertanyaan besar muncul: siapa yang akan mengisi kekosongan kekuasaan? Proses suksesi di Iran berada di tangan Majelis Ahli. Namun di tengah serangan yang masih berlangsung, stabilitas politik menjadi taruhan utama.

Dampaknya langsung terasa pada masyarakat. Libur nasional memperlambat aktivitas ekonomi. Pasar keuangan regional bergejolak. Harga minyak dunia berpotensi melonjak karena risiko gangguan pasokan dari kawasan Teluk. Jika konflik meluas, masyarakat kelas menengah dan pelaku usaha kecil di Iran akan merasakan tekanan paling cepat, mulai dari kenaikan harga kebutuhan pokok hingga ketidakpastian lapangan kerja.

Selain itu, ketegangan baru ini meningkatkan risiko konflik regional yang lebih luas. Negara-negara tetangga bersiaga. Investor global menahan napas.

Warisan dan Ketegangan yang Tersisa

Khamenei lahir pada 1939 di Mashhad dan tumbuh dalam lingkungan religius Syiah. Ia memimpin Iran melewati perang dengan Irak pada 1980-an dan memperdalam sikap curiga terhadap Amerika Serikat. Sentimen itu membentuk kebijakan pertahanan dan luar negeri Iran selama puluhan tahun.

Kini, setelah serangan yang menewaskannya, siklus ketegangan itu mencapai titik paling ekstrem. Iran menghadapi ujian politik terbesar sejak revolusi 1979. Dunia pun menanti respons berikutnya.

Di tengah dentuman rudal dan manuver diplomasi, rakyat biasa kembali berada di garis paling rentan. Sejarah bergerak cepat di ruang kekuasaan, tetapi dampaknya selalu mendarat di dapur dan dompet masyarakat. Dan ketika pemimpin jatuh, yang paling dulu merasakan guncangannya sering kali bukan para jenderal melainkan warga yang hanya ingin hidup tenang. @dimas

Tags: ASGeopolitikGlobalIsraelKawasanKhameneiKonflik DuniaPerang IranPolitik IndonesiaSeranganStabilitasTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

by teguh
Mei 13, 2026

Saat stunting, campak, hingga angka kematian ibu dan bayi masih menghantui banyak keluarga, sebuah video dari ruang rapat DPRD Jember...

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Amir Syarifuddin: Tokoh yang Terlalu Rumit untuk Sejarah Indonesia?

Amir Syarifuddin: Tokoh yang Terlalu Rumit untuk Sejarah Indonesia?

by jeje
Mei 13, 2026

Amir Syarifuddin bukan tokoh yang mudah dijelaskan dalam satu kalimat. Ia pernah menjadi Perdana Menteri kedua Republik Indonesia, memimpin perlawanan...

Next Post
trump

Trump Sebut Diplomasi Lebih Mudah Usai Khamenei Tewas

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id