Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel

by dimas
Maret 1, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Global – Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dikonfirmasi tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) dini hari waktu Teheran. Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa Khamenei gugur di kantornya saat masih menjalankan tugas kenegaraan.

“Diumumkan kepada rakyat Iran bahwa Yang Mulia Ayatollah Agung Imam Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, telah gugur sebagai syahid dalam serangan gabungan yang dilancarkan oleh AS dan rezim Zionis pada pagi hari Sabtu, 28 Februari,” tulis Tasnim dalam pernyataan resminya.

Citra satelit yang beredar beberapa jam setelah serangan memperlihatkan kompleks kediaman dan kantor Khamenei hancur total. Ledakan menghantam jantung kekuasaan politik Iran. Selain Khamenei, media Iran menyebut anak, menantu, dan cucunya turut menjadi korban.

Serangan ini bukan sekadar operasi militer. Dunia kini menyaksikan momen paling genting dalam sejarah Republik Islam sejak Revolusi 1979.

Arsitek Pertahanan yang Membentuk Iran Modern

Kematian Khamenei menutup bab panjang kepemimpinan yang berlangsung sejak 1989. Ia menggantikan Ruhollah Khomeini setelah wafatnya tokoh Revolusi Islam tersebut. Jika Khomeini menjadi motor ideologis revolusi, Khamenei membangun fondasi pertahanan dan konsolidasi kekuasaan negara.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Pengalaman memimpin Iran sebagai presiden saat perang Iran–Irak pada 1980-an membentuk cara pandangnya terhadap Barat. Dukungan Amerika Serikat dan sekutunya kepada Saddam Hussein memperdalam rasa curiga Teheran terhadap Washington. Sejak itu, Khamenei mengarahkan Iran pada doktrin kemandirian militer dan politik.

Di bawah kendalinya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) berkembang menjadi kekuatan dominan, bukan hanya dalam bidang keamanan, tetapi juga ekonomi dan politik. IRGC menguasai proyek infrastruktur besar, sektor energi, hingga jaringan bisnis strategis. Dengan kata lain, Khamenei tidak hanya memimpin negara ia membentuk ulang struktur kekuasaan di dalamnya.

Ia juga menggagas konsep “ekonomi perlawanan”, strategi untuk menghadapi sanksi internasional dengan memperkuat produksi domestik dan mengurangi ketergantungan pada Barat. Kebijakan ini menjaga rezim tetap bertahan, tetapi juga membebani rakyat dengan inflasi tinggi dan keterbatasan akses barang impor.

Dari Mashhad ke Puncak Kekuasaan

Khamenei lahir pada 1939 di Mashhad, kota suci di timur laut Iran. Ia tumbuh dalam keluarga ulama terpandang dan menempuh pendidikan agama di Najaf serta Qom. Di Qom, ia menjalin kedekatan dengan Khomeini dan terlibat aktif dalam gerakan melawan monarki Shah Pahlavi.

Polisi rahasia SAVAK berulang kali menangkapnya. Ia pernah diasingkan ke wilayah terpencil. Namun tekanan itu tidak mematahkan langkahnya. Pada 1978, ia kembali ke Teheran dan ikut memimpin gelombang protes yang menjatuhkan dinasti Pahlavi setahun kemudian.

Sejak revolusi itu, karier politiknya menanjak cepat. Ia menjabat presiden sebelum akhirnya dipilih sebagai Pemimpin Tertinggi posisi dengan kewenangan tertinggi atas militer, peradilan, media negara, dan kebijakan luar negeri.

Pragmatis di Balik Retorika Keras

Meski sering tampil dengan retorika keras terhadap Amerika Serikat dan Israel, Khamenei dikenal pragmatis dalam momen krisis. Pada 2015, ketika sanksi ekonomi menghantam keras perekonomian Iran, ia memberi lampu hijau kepada Presiden Hassan Rouhani untuk bernegosiasi dengan kekuatan dunia.

Hasilnya adalah kesepakatan nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), yang menukar pembatasan program nuklir Iran dengan pencabutan sanksi. Langkah itu menunjukkan bahwa Khamenei mampu berkompromi ketika stabilitas domestik dipertaruhkan.

Namun dinamika geopolitik berubah. Penarikan Amerika Serikat dari JCPOA beberapa tahun kemudian kembali memperketat tekanan ekonomi terhadap Iran. Inflasi melonjak, nilai mata uang merosot, dan kelas menengah tergerus.

Siapa yang Paling Terdampak?

Kematian Khamenei langsung mengguncang pasar regional. Harga minyak melonjak tajam dalam hitungan jam. Ketegangan militer di Teluk Persia meningkat. Risiko konflik terbuka antara Iran dan Israel kini semakin nyata.

Di dalam negeri, rakyat Iran menjadi pihak yang paling terdampak. Ketidakpastian politik dapat memicu perebutan kekuasaan di lingkar elite, sementara masyarakat sipil menghadapi ancaman instabilitas ekonomi dan potensi represi keamanan yang lebih keras.

Di kawasan, negara-negara Timur Tengah bersiap menghadapi eskalasi. Jalur perdagangan energi global terancam. Negara-negara dengan ketergantungan tinggi pada impor minyak termasuk banyak negara berkembang harus bersiap menghadapi lonjakan harga dan tekanan inflasi baru.

Babak Baru Timur Tengah

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Washington maupun Tel Aviv terkait detail operasi tersebut. Namun satu hal jelas kematian seorang Pemimpin Tertinggi bukan sekadar pergantian figur. Ia membuka ruang ketidakpastian strategis yang bisa mengubah peta kekuatan kawasan.

Iran memasuki masa berkabung nasional. Dunia memasuki fase menunggu menunggu respons militer, menunggu transisi kekuasaan, menunggu apakah diplomasi masih punya ruang.

Dan di tengah ketegangan itu, rakyat biasa kembali menjadi penonton sekaligus korban dari pertarungan geopolitik para raksasa. Karena dalam sejarah Timur Tengah, setiap ledakan besar di pucuk kekuasaan hampir selalu bergetar paling keras di dapur-dapur rakyat kecil. @dimas

Tags: ASBreaking NewsDampakEkonomi IndonesiaGeopolitikInternasionalIslamIsraelKhameneiKonflik DuniaKrisis GlobalmasyarakatPerang IranPerlawananPolitik IndonesiaProtesRevolusiSeranganTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Pilot WNI Ditolak Israel, Pesawat Kembali: Siapa Harus Menjelaskan?

Pilot WNI Ditolak Israel, Pesawat Kembali: Siapa Harus Menjelaskan?

by teguh
Oktober 14, 2026

Sebuah pesawat sudah mengudara. Tujuannya jelas, rute penerbangan sudah berjalan, dan misi pengiriman kargo seharusnya tinggal mengikuti prosedur. Namun, perjalanan...

Pilot WNI Bikin Pesawat Kargo Putar Balik: Ada yang Salah di Prosedur Israel?

Pilot WNI Bikin Pesawat Kargo Putar Balik: Ada yang Salah di Prosedur Israel?

by teguh
Oktober 14, 2026

Insiden penerbangan pada 12/10/2026 menyoroti pemeriksaan awak, koordinasi maskapai, dan dampak hubungan diplomatik terhadap operasional penerbangan internasional. Otoritas keamanan dan...

Jokowi Tak Lagi Bicara Dua Periode: Sinyal Politik atau Sekadar Menahan Diri?

Jokowi Tak Lagi Bicara Dua Periode: Sinyal Politik atau Sekadar Menahan Diri?

by dimas
Oktober 10, 2026

Jokowi tak lagi menegaskan dukungan dua periode untuk Prabowo-Gibran. Sinyal politik menuju Pilpres 2029 atau sekadar sikap hati-hati? Tabooo.id -...

Next Post
BGN Pastikan MBG Tak Gerus Anggaran Kesehatan dan Pendidikan

BGN Pastikan MBG Tak Gerus Anggaran Kesehatan dan Pendidikan

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id