Tabooo.id: Nasional – Badan Gizi Nasional (BGN) menepis tudingan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menggerus pagu anggaran kementerian lain, khususnya sektor kesehatan dan pendidikan. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan pemerintah menempatkan anggaran MBG sesuai fungsi belanja masing-masing tanpa memotong alokasi kementerian terkait.
Anggaran MBG Masuk Fungsi Kesehatan
Dadan menjelaskan, pemerintah mencatat anggaran untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita dalam rincian output fungsi kesehatan. Skema ini membuat MBG masuk kategori belanja kesehatan, tetapi tidak mengurangi dana Kementerian Kesehatan.
“Pada 2026, BGN mengelola anggaran Rp 24 triliun untuk fungsi kesehatan. Anggaran itu tidak mengganggu alokasi Kementerian Kesehatan,” ujar Dadan dalam siaran pers, Minggu (1/3/2026).
Ia juga menekankan tren kenaikan anggaran Kementerian Kesehatan dari tahun ke tahun membuktikan MBG berjalan seiring dengan peningkatan belanja kesehatan nasional, bukan menggantikannya.
Pendidikan Tetap Terjaga
BGN juga memastikan MBG tidak menyentuh anggaran pendidikan. Pemerintah mencatat dana untuk anak sekolah, termasuk santri dan siswa sekolah keagamaan, dalam output fungsi pendidikan.
Karena itu, pagu anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tetap utuh.
“Alokasi pendidikan nasional tetap naik. Tahun ini mencapai Rp 223 triliun, dan MBG tidak mengurangi dana kementerian mana pun,” ujar Dadan.
Transfer Pusat ke Daerah Terus Meningkat
BGN menegaskan pemerintah tetap menaikkan transfer pusat ke daerah, termasuk untuk tunjangan guru. Tahun ini, kenaikan hampir menyentuh 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan kebijakan itu, guru di berbagai daerah tetap menerima haknya tanpa terdampak program MBG.
Program MBG memberi manfaat langsung kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Selain itu, siswa sekolah negeri dan sekolah keagamaan ikut merasakan dampaknya karena anggaran pendidikan tetap terjaga. Pemerintah merancang pengelolaan ini secara terstruktur agar MBG memperkuat fondasi gizi dan pendidikan nasional tanpa mengorbankan sektor lain.
Refleksi
Kekhawatiran bahwa MBG akan “mencuri” anggaran kementerian lain tampaknya terlalu dini. BGN menunjukkan perencanaan yang rapi memungkinkan negara menjalankan beberapa prioritas sekaligus meningkatkan kualitas gizi generasi muda dan menjaga stabilitas anggaran pendidikan serta kesehatan. @dimas







