Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gratis Sampai Akad! Masjid Zayed Kembali Gelar Golek Garwo 3

by eko
Februari 28, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo: Regional – Program pencarian jodoh bertajuk Special Sahabat Zayed Golek Garwo 3 kembali menyedot perhatian publik. Panitia menggelar acara ini di Masjid Raya Sheikh Zayed pada 28 Februari hingga 1 Maret 2026. Ribuan peserta datang dari berbagai daerah, membuktikan satu hal: urusan hati tetap jadi prioritas, apalagi di bulan Ramadan.

Panitia pertama kali mengadakan Golek Garwo pada Maret 2025. Saat itu, Ramadan juga menjadi momentum utama. Tahun ini, pengelola masjid mempertahankan konsep yang sama. Direktur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Munajat, menegaskan hal itu.

“Semuanya masih sama persis, paling cuma ada modifikasi sedikit di peraturan,” ujarnya kepada Tabooo.id, Sabtu (28/2/26).

Seribuan Peserta Padati Lokasi

Panitia mencatat sekitar seribu orang mendaftar untuk mengikuti Golek Garwo 3. Pada sesi pertama, 580 peserta langsung hadir di lokasi. Mereka datang dari berbagai kota di Indonesia, dan mayoritas berasal dari Jawa Tengah.

Angka ini menunjukkan realitas sosial yang tak bisa diabaikan. Banyak lajang usia produktif kesulitan menemukan pasangan lewat jalur konvensional. Kesibukan kerja, lingkar pergaulan yang sempit, hingga tekanan sosial mendorong mereka mencari alternatif.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Alih-alih mengandalkan aplikasi kencan, sebagian peserta memilih forum tatap muka yang terkurasi dan bernuansa religius. Mereka ingin proses yang lebih terarah, lebih aman, dan lebih serius.

Tanpa Biaya, Panitia Tanggung Hingga Akad

Panitia tidak memungut biaya apa pun dari peserta. Relawan mendukung seluruh rangkaian kegiatan agar peserta bisa fokus mengikuti proses.

“Pada pelaksanaan ini tidak ada biaya sama sekali, semua dibantu relawan,” jelas Munajat.

Lebih dari itu, pihak masjid juga menanggung dana dan persiapan akad nikah dengan dukungan sponsor. Jadi, jika peserta menemukan pasangan yang cocok, panitia siap membantu hingga prosesi resmi berlangsung.

Di tengah mahalnya biaya pernikahan, langkah ini jelas meringankan beban calon pengantin.

Siapa yang Paling Terdampak?

Para lajang usia 20-40 tahun merasakan dampak paling langsung. Terutama mereka yang bekerja di kota besar, jarang bersosialisasi, atau tidak memiliki jaringan pertemanan luas.

Selain itu, keluarga juga ikut merasakan efeknya. Dalam masyarakat yang masih memandang pernikahan sebagai fase penting, orang tua sering mendorong anaknya segera menikah. Program seperti Golek Garwo memberi mereka harapan konkret.

Di sisi lain, pengelola masjid memperluas perannya. Mereka tidak hanya mengurus ibadah, tetapi juga ikut menjawab persoalan sosial.

Potret Zaman yang Bergerak

Munajat berharap program ini benar-benar mempertemukan jodoh bagi para peserta. Ia bahkan ingin peserta menikah di Masjid Zayed maupun di luar masjid.

Program ini bukan sekadar ajang perkenalan. Ia mencerminkan perubahan cara masyarakat membangun relasi. Ketika ruang pertemuan alami makin terbatas dan ritme hidup makin cepat, orang mencari sistem yang membantu mereka menyaring pilihan.

Jika dulu jodoh datang lewat tetangga atau teman kantor, kini sebagian orang datang ke masjid dengan formulir pendaftaran di tangan.

Barangkali ini bukan soal sulitnya mencari cinta melainkan soal semakin seriusnya orang ingin menemukannya. @eko

Tags: RamadanSoloSurakarta

Kamu Melewatkan Ini

Becak Tidak Mati. Mereka Hanya Disembunyikan.

Becak Tidak Mati: Mereka Hanya Disembunyikan

by jeje
Mei 6, 2026

Pagi belum benar-benar terang ketika Slamet mengayuh becaknya pelan di sudut kota. Roda tuanya berderit kecil. Tangannya kasar. Punggungnya sedikit...

Bukan Skill, Tapi Kepatuhan: Cara Baru Sistem Memilih Manusia

Bukan Skill, Tapi Kepatuhan: Cara Baru Sistem Memilih Manusia

by jeje
Mei 1, 2026

Kita selalu percaya pengalaman adalah kunci. Tapi di sini, tidak ada yang bertanya kamu sudah sejauh apa belajar. Sistem hanya...

Ikuti Aturan atau Ikut Ego: Kamu di Kubu Mana?

Ikuti Aturan atau Ikut Ego: Kamu di Kubu Mana?

by jeje
Mei 1, 2026

Kita sering bilang dunia kerja butuh orang pintar. Tapi kalau kamu diminta diam tanpa alasan, kamu masih mau ikut? Atau...

Next Post
Siswa SMP di Sikka Tewas, Kakak Kelas Diduga Habisi Korban dengan Parang

Siswa SMP di Sikka Tewas, Kakak Kelas Diduga Habisi Korban dengan Parang

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id