Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

IHSG Melemah Tertekan Ketidakpastian Global dan Suku Bunga AS

by dimas
Februari 24, 2026
in Bisnis, Reality
A A
Home Reality Bisnis
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Bisnis – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan Selasa (24/2/2026) sore di zona merah. Investor bereaksi terhadap ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat, sehingga IHSG turun 115,25 poin atau 1,37 persen ke posisi 8.280,83. Indeks LQ45 yang memantau 45 saham unggulan ikut melemah 10,13 poin atau 1,19 persen menjadi 837,63.

Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, tekanan global dan prospek suku bunga AS yang ketat memaksa pasar menahan diri. Selain itu, harga emas terkoreksi dari level tertinggi tiga pekan terakhir akibat aksi ambil untung pelaku pasar.

Dolar AS Menguat, Pasar Bersikap Hati-hati

Dolar AS kembali menguat, menambah tekanan terhadap pasar saham lokal. Investor menunggu pidato Presiden AS Donald Trump di Kongres yang membahas kondisi ekonomi dan rencana kebijakan pemerintah. Sementara itu, pelaku pasar Eropa memantau data GfK Consumer Confidence Jerman periode Maret 2026. Indeks ini diperkirakan naik sedikit menjadi minus 23,8 dari minus 24,1 sebelumnya.

Selain itu, inflasi Euro Area pada Januari 2026 diproyeksikan melambat ke 1,7 persen year on year dari 2 persen sebelumnya. Kondisi ini menegaskan bahwa ketidakpastian ekonomi global menembus Asia maupun Eropa, sehingga investor harus lebih selektif dalam mengambil keputusan.

Sektor Domestik Bergerak Beragam

Di Indonesia, IHSG sempat menguat di awal perdagangan, tetapi perlahan turun ke zona merah dan bertahan hingga penutupan. Sektor keuangan mencatat kenaikan 0,63 persen. Sebaliknya, sektor energi turun paling dalam sebesar 3,29 persen, diikuti barang konsumen non primer turun 3,05 persen, dan sektor teknologi turun 2,21 persen.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Investor mencermati saham-saham unggulan. ASHA, AIMS, MEGA, TFAS, dan PPRE mencatat kenaikan, sedangkan SSTM, RMKO, INDS, BLUE, dan SCNP mengalami penurunan terbesar.

Aktivitas Perdagangan dan Bursa Asia

Perdagangan saham berlangsung 3,36 juta kali transaksi dengan volume 58,06 miliar lembar saham senilai Rp29,51 triliun. Sebanyak 163 saham menguat, 596 melemah, dan 199 stagnan.

Pasar saham regional Asia menunjukkan pergerakan beragam. Indeks Nikkei naik 473,30 poin atau 0,83 persen ke 57.299,00. Shanghai Composite menguat 35,34 poin atau 0,87 persen ke 4.117,41. Sementara Hang Seng turun 491,59 poin atau 1,82 persen ke 26.590,32. Indeks Kuala Lumpur melemah 3,97 poin atau 0,23 persen ke 1.754,01, dan Straits Times turun 20,54 poin atau 0,41 persen ke 5.020,79.

Investor Lokal Paling Terpengaruh

Ketidakpastian global memaksa investor lokal menyesuaikan strategi. Mereka mengelola risiko portofolio dan mencari peluang di tengah gejolak pasar. Dengan dunia yang bergerak cepat dan tidak pasti, kemampuan beradaptasi menjadi kunci bertahan. Investor yang sigap menyesuaikan diri akan lebih siap menghadapi tekanan, sementara yang lambat berpotensi menanggung kerugian. @dimas

Tags: AsiaBursa Efek IndonesiaEkonomi IndonesiaEnergiGlobalIHSGInvestasiInvestorKeuanganPasarSaham

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Rupiah Melemah, Harga Naik: Masih Yakin Ekonomi Baik-Baik Saja?

Rupiah Melemah, Harga Naik: Masih Yakin Ekonomi Baik-Baik Saja?

by dimas
Mei 13, 2026

Rupiah menyentuh rekor pelemahan baru saat harga kebutuhan pokok terus naik. Di tengah klaim ekonomi tumbuh, publik mulai mempertanyakan realita...

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

by dimas
Mei 12, 2026

Rupiah anjlok menyentuh angka Rp 17.500 per dolar AS. Tekanan global dan turunnya kepercayaan investor disebut jadi penyebab utama. Di...

Next Post
Kampung Ramadan atau Larangan Takjil? Polemik Pedagang di Jalan Protokol Solo

Dari Kolak ke Ketegangan: Kisah Pedagang Takjil di Jalan Protokol Solo

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id