Selasa, Agustus 25, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

IHSG Melemah Tertekan Ketidakpastian Global dan Suku Bunga AS

by dimas
Februari 24, 2026
in Bisnis, Reality
A A
Home Reality Bisnis
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Bisnis – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan Selasa (24/2/2026) sore di zona merah. Investor bereaksi terhadap ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat, sehingga IHSG turun 115,25 poin atau 1,37 persen ke posisi 8.280,83. Indeks LQ45 yang memantau 45 saham unggulan ikut melemah 10,13 poin atau 1,19 persen menjadi 837,63.

Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, tekanan global dan prospek suku bunga AS yang ketat memaksa pasar menahan diri. Selain itu, harga emas terkoreksi dari level tertinggi tiga pekan terakhir akibat aksi ambil untung pelaku pasar.

Dolar AS Menguat, Pasar Bersikap Hati-hati

Dolar AS kembali menguat, menambah tekanan terhadap pasar saham lokal. Investor menunggu pidato Presiden AS Donald Trump di Kongres yang membahas kondisi ekonomi dan rencana kebijakan pemerintah. Sementara itu, pelaku pasar Eropa memantau data GfK Consumer Confidence Jerman periode Maret 2026. Indeks ini diperkirakan naik sedikit menjadi minus 23,8 dari minus 24,1 sebelumnya.

Selain itu, inflasi Euro Area pada Januari 2026 diproyeksikan melambat ke 1,7 persen year on year dari 2 persen sebelumnya. Kondisi ini menegaskan bahwa ketidakpastian ekonomi global menembus Asia maupun Eropa, sehingga investor harus lebih selektif dalam mengambil keputusan.

Sektor Domestik Bergerak Beragam

Di Indonesia, IHSG sempat menguat di awal perdagangan, tetapi perlahan turun ke zona merah dan bertahan hingga penutupan. Sektor keuangan mencatat kenaikan 0,63 persen. Sebaliknya, sektor energi turun paling dalam sebesar 3,29 persen, diikuti barang konsumen non primer turun 3,05 persen, dan sektor teknologi turun 2,21 persen.

Ini Belum Selesai

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali, Kolom Abu Capai 250 Meter

500 Warga Kebumen ke Jakarta: Dukung Pemerintah, Tapi Tetap Kritik MBG

Investor mencermati saham-saham unggulan. ASHA, AIMS, MEGA, TFAS, dan PPRE mencatat kenaikan, sedangkan SSTM, RMKO, INDS, BLUE, dan SCNP mengalami penurunan terbesar.

Aktivitas Perdagangan dan Bursa Asia

Perdagangan saham berlangsung 3,36 juta kali transaksi dengan volume 58,06 miliar lembar saham senilai Rp29,51 triliun. Sebanyak 163 saham menguat, 596 melemah, dan 199 stagnan.

Pasar saham regional Asia menunjukkan pergerakan beragam. Indeks Nikkei naik 473,30 poin atau 0,83 persen ke 57.299,00. Shanghai Composite menguat 35,34 poin atau 0,87 persen ke 4.117,41. Sementara Hang Seng turun 491,59 poin atau 1,82 persen ke 26.590,32. Indeks Kuala Lumpur melemah 3,97 poin atau 0,23 persen ke 1.754,01, dan Straits Times turun 20,54 poin atau 0,41 persen ke 5.020,79.

Investor Lokal Paling Terpengaruh

Ketidakpastian global memaksa investor lokal menyesuaikan strategi. Mereka mengelola risiko portofolio dan mencari peluang di tengah gejolak pasar. Dengan dunia yang bergerak cepat dan tidak pasti, kemampuan beradaptasi menjadi kunci bertahan. Investor yang sigap menyesuaikan diri akan lebih siap menghadapi tekanan, sementara yang lambat berpotensi menanggung kerugian. @dimas

Tags: AsiaBursa Efek IndonesiaEkonomi IndonesiaEnergiGlobalIHSGInvestasiInvestorKeuanganPasarSaham

Kamu Melewatkan Ini

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

by dimas
Agustus 23, 2026

Negara memiliki mandat untuk menguasai sumber daya strategis. Namun, mandat itu bukan sekadar soal izin, regulasi, atau kepemilikan. Ukuran akhirnya...

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

by dimas
Agustus 22, 2026

Pasal 33 UUD 1945 bukan sekadar aturan ekonomi, tetapi tentang pengelolaan sumber daya, distribusi kekayaan, dan kemakmuran rakyat. Tabooo.id -...

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Investasi

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Investasi

by eko
Agustus 21, 2026

Ruben Onsu jadi tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan investasi. Polisi mengungkap kronologi perkara yang bermula dari tawaran usaha. Tabooo.id:...

Next Post
Kampung Ramadan atau Larangan Takjil? Polemik Pedagang di Jalan Protokol Solo

Dari Kolak ke Ketegangan: Kisah Pedagang Takjil di Jalan Protokol Solo

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id