Tabooo.id: Check – Akun Facebook “Muhamad Cahya Kesuma” mengunggah foto arsip pada Minggu (15/2/2026). Ia menulis bahwa warga Jawa Tengah kompak tidak membayar pajak kendaraan, dan polisi melakukan razia paksa di mall serta swalayan. Narasinya bahkan menyebut baku hantam karena warga merasa “dijajah negara sendiri”.
Hingga Senin (23/2/2026), unggahan itu sudah disukai sekitar 2.400 akun, dibagikan lebih dari seratus kali, dan memicu ribuan komentar. Tingginya interaksi membuat klaim ini tampak seolah benar-benar terjadi.
Fakta Sebenarnya
Tim Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri klaim dengan mencari kata kunci tentang razia paksa di mall akibat gerakan “stop bayar pajak”. Mereka tidak menemukan laporan kredibel yang mendukung klaim tersebut.
Pencarian lanjutan mengarah pada berita tentang Operasi Lalu Lintas Candi 2026 oleh Polda Jawa Tengah. Polisi mengadakan operasi rutin selama 14 hari untuk menjaga keselamatan dan ketertiban lalu lintas, yang berakhir pada 15 Februari.
Berita itu tidak menyebut razia paksa di mall atau swalayan, dan tidak mengaitkan operasi itu dengan gerakan menolak pajak.
Kenapa Orang Bisa Salah Paham?
Unggahan ini menggabungkan foto arsip dengan narasi bombastis. Pola ini sering membuat orang merasa ada peristiwa besar, padahal bukti faktual tidak ada.
Isu pajak dan penegakan hukum memang sensitif. Tapi kalau benar terjadi kericuhan massal di mall, media lokal dan nasional pasti melaporkannya. Tidak adanya laporan kredibel jelas menandakan klaim itu menyesatkan.
Kesimpulan & Pesan Bijak
Warga Jawa Tengah tidak menolak bayar pajak kendaraan, dan polisi tidak menggelar razia paksa di mall. Unggahan itu masuk kategori konten menyesatkan (misleading content).
Di era informasi cepat, jangan langsung percaya narasi yang memancing emosi. Cek fakta dulu sebelum membagikan biar gak ikut dosa digital.@eko




