Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Lonjakan Harga Pangan Tekan Rakyat, Dari Cabai hingga Minyak Goreng

by dimas
Februari 20, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Harga pangan kembali menguji ketahanan dapur masyarakat. Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga cabai rawit merah menembus Rp95.500 per kilogram. Sementara itu, telur ayam ras mencapai Rp35.600 per kilogram.

Lonjakan ini tidak berdiri sendiri. Pada saat yang sama, pedagang eceran di berbagai daerah juga menjual bawang merah di kisaran Rp51.550 per kilogram dan bawang putih Rp43.500 per kilogram. Angka-angka ini memperlihatkan tekanan nyata pada komoditas dasar yang setiap hari hadir di meja makan rakyat.

Kenaikan harga pangan seperti ini selalu datang pada waktu yang sensitif. Ketika masyarakat bersiap menyambut Ramadhan, kebutuhan meningkat, tetapi kemampuan membeli justru tergerus.

Beras dan lauk ikut merangkak naik

Selain cabai dan telur, harga beras juga menunjukkan tekanan yang konsisten. Pedagang menjual beras kualitas bawah I seharga Rp14.500 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II mencapai Rp15.150 per kilogram. Kemudian, beras kualitas medium I berada di Rp16.550 per kilogram dan medium II Rp15.700 per kilogram.

Tidak berhenti di situ, beras kualitas super I menyentuh Rp17.050 per kilogram, sementara super II berada di Rp16.800 per kilogram.

Ini Belum Selesai

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Mulai Berguguran

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

Di sisi lain, harga protein hewani juga ikut naik. Daging ayam ras kini mencapai Rp43.750 per kilogram. Selanjutnya, daging sapi kualitas I dijual Rp138.500 per kilogram, sedangkan kualitas II mencapai Rp132.200 per kilogram.

Kondisi ini membuat masyarakat harus memutar otak. Banyak keluarga mulai mengurangi porsi, mengganti menu, atau menunda pembelian.

Cabai, gula, dan minyak goreng mempersempit ruang napas

Tekanan harga semakin terasa ketika komoditas pelengkap dapur ikut merangkak naik. Cabai merah besar kini mencapai Rp50.300 per kilogram, cabai merah keriting Rp65.000 per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp61.250 per kilogram.

Sementara itu, gula pasir premium berada di Rp20.000 per kilogram, sedangkan gula lokal Rp18.800 per kilogram.

Pada saat yang sama, minyak goreng curah menyentuh Rp20.650 per liter. Kemudian, minyak goreng kemasan bermerek I mencapai Rp23.750 per liter, dan kemasan bermerek II berada di Rp22.550 per liter.

Rangkaian kenaikan ini memperlihatkan satu pola yang jelas dapur rumah tangga menghadapi tekanan dari hampir semua sisi.

Rumah tangga kecil paling merasakan dampaknya

Kenaikan harga pangan tidak memukul semua orang dengan cara yang sama. Namun, rumah tangga berpenghasilan rendah menjadi kelompok yang paling terdampak. Mereka tidak memiliki ruang untuk menunda makan atau menyimpan stok besar.

Selain itu, pedagang kecil seperti warung makan, pedagang gorengan, dan usaha kuliner rumahan juga menghadapi dilema. Mereka harus memilih antara menaikkan harga jual atau menanggung kerugian.

Jika mereka menaikkan harga, pelanggan bisa pergi. Namun, jika mereka bertahan, keuntungan bisa menghilang.

Antara angka statistik dan realitas dapur

Secara statistik, kenaikan harga mungkin terlihat sebagai fluktuasi biasa. Namun, bagi masyarakat, ini adalah soal bertahan hidup sehari-hari.

Harga pangan bukan sekadar angka di laporan. Ia menentukan apakah keluarga bisa makan dengan layak atau harus berhemat lebih dalam.

Dan seperti biasa, setiap kali harga cabai melonjak, yang benar-benar pedas bukan cabainya melainkan kenyataan bahwa dapur rakyat semakin mahal untuk dinyalakan. @dimas

Tags: berascabaiDaya BeliEkonomi IndonesiaHargaHarga PanganInflasiKebutuhanMahalmasyarakatminyakNasionalPanganPokokRamadhanSembako

Kamu Melewatkan Ini

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Mulai Berguguran

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Mulai Berguguran

by teguh
Juni 28, 2026

Pemerintah janji redam PHK tapi Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terus menekan sejumlah sektor industri nasional. Kenaikan biaya produksi membuat...

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

by teguh
Juni 13, 2026

Bagi banyak orang, subsidi BBM terlihat sebagai bentuk kehadiran negara. Selama harga bahan bakar tetap terjangkau, masyarakat merasa pemerintah masih...

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

by teguh
Juni 13, 2026

Pemerintah selama bertahun-tahun mengandalkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, temuan terbaru Bank Dunia menunjukkan...

Next Post
IHSG Menguat Tipis, Pasar Dibayangi Kebijakan BI dan Arah Suku Bunga AS

IHSG Menguat Tipis, Pasar Dibayangi Kebijakan BI dan Arah Suku Bunga AS

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id