Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ramadan dan Kenaikan Harga Pangan Jadi Tradisi Tahunan

by dimas
Februari 18, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Deep – Di pasar tradisional Jakarta Selatan, ibu-ibu mengantre panjang. Tangan mereka menggenggam daftar belanjaan yang tampak semakin pendek karena dompet yang menipis. “Kemarin harga minyak 20 ribu, sekarang sudah 27 ribu,” keluh Sari, seorang ibu rumah tangga, sambil memeriksa etalase kosong.

Setiap Ramadan, adegan serupa terulang. Harga pangan merangkak naik, warga mengeluh, pemerintah turun tangan, lalu pasar kembali tenang sementara. Pola ini muncul setiap tahun, tapi akar persoalannya tetap sama manajemen stok yang lemah dan distribusi yang tak presisi.

Lonjakan Permintaan, Persediaan Gagal Mengimbangi

Menurut Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital Center of Economics and Law Studies (Celios), kenaikan harga bukan hanya akibat permintaan musiman. Pemerintah seharusnya bisa memprediksi pola ini karena terjadi tiap tahun.

“Kenaikan harga terjadi karena ada lonjakan permintaan. Permintaan meningkat hampir setiap Ramadan-Lebaran,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).

Namun, masalah utama justru di sisi penawaran. Ketika masyarakat mulai belanja lebih banyak, stok di pasar tidak siap mengimbangi lonjakan tersebut. Klaim pemerintah tentang ketersediaan stok sering bertolak belakang dengan kenyataan di lapangan. Pedagang justru menghadapi kekurangan pasokan, dan harga melonjak.

Ini Belum Selesai

Membaca Pengamanan Demo Dua Tahun Prabowo–Gibran: Jalan Dijaga, Suara Diawasi?

Tawuran: Ancaman Polisi, Pengawasan Orang Tua, Siapa yang Benar-Benar Bekerja?

BUMN Pangan Bisa Turun Tangan, Tapi Tidak

Negara memiliki instrumen kuat. Perum Bulog dan ID Food memegang peran penting dalam stabilisasi harga. Mereka bisa melepas stok ke pasar sebelum harga naik tajam. Mereka juga bisa mengisi ulang cadangan saat situasi stabil.

“Kapan harus mengeluarkan, kapan harus melakukan re-stock, itu salah satu manajemen stok yang harus dilakukan,” tegas Huda.

Dengan perencanaan yang disiplin, gejolak harga bisa ditekan sejak awal.

Namun kenyataannya, distribusi sering terlambat, stok dikeluarkan ketika harga sudah tinggi, dan masyarakat yang paling rentan menanggung beban.

Data Beda, Kebijakan Melenceng

Huda menyoroti ketidaksinkronan data antar kementerian. Data Kementerian Pertanian bisa berbeda dengan Kementerian Perdagangan. Perbedaan ini memicu salah hitung kebutuhan pangan.

Akibatnya, pemerintah kadang salah menentukan kebutuhan impor atau distribusi. Pasar bereaksi cepat. Harga naik, stok hilang, dan spekulan atau pelaku usaha yang memanfaatkan celah distribusi mendapat keuntungan. Sementara masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah menanggung beban paling berat.

Siapa Untung, Siapa Tertekan

Distributor besar mendapat margin lebih tinggi saat harga melonjak. Pedagang tertentu ikut meraup keuntungan. Namun rumah tangga dengan penghasilan tetap harus memotong anggaran belanja, mengurangi lauk, atau menunda kebutuhan penting.

Ramadan yang seharusnya menjadi momen ibadah dan kebersamaan berubah menjadi waktu kecemasan. Anak-anak menatap ibu mereka menimbang belanjaan, dan Sari mengelus kepala sambil berpikir bagaimana memenuhi kebutuhan keluarga.

Sistem yang Menyembunyikan Fakta

Di balik kenaikan harga, ada sistem yang tampak diam. Perencanaan stok tidak berjalan disiplin. Data tidak sinkron. Cadangan pangan yang ada seolah hanya menunggu momen untuk dilepas. Pola ini menguntungkan sebagian pihak, sementara masyarakat menanggung dampak penuh.

Pertanyaannya apakah kenaikan harga pangan setiap Ramadan benar-benar “kejutan”? Atau ada pihak yang sengaja bermain dengan kelangkaan untuk meraup untung lebih besar?

Refleksi Akhir

Setiap tahun, kita menyaksikan harga naik, stok langka, dan warga menanggung beban. Seolah negara lupa mengatur distribusi, dan pasar memaksa masyarakat menjadi korban. Ramadan seharusnya momen ibadah dan kebersamaan. Tapi sampai kapan kita membiarkan siklus ini berulang?

Mungkin jawabannya ada pada manajemen yang disiplin, data yang valid, dan keberanian untuk menegakkan sistem. Tanpa itu, Ramadan hanya menjadi saksi kenaikan harga yang bisa diprediksi, tapi selalu mengejutkan rakyat kecil. @dimas

Tags: Harga NaikKebijakanManajemenPanganPedagangpemerintahrakyatRamadanStok

Kamu Melewatkan Ini

Kaltim Tertekan dari Asap, Air hingga BBM: Ke Mana Pemerintah?

Kaltim Tertekan dari Asap, Air hingga BBM: Ke Mana Pemerintah?

by dimas
September 18, 2026

Kaltim tertekan oleh asap karhutla, ancaman krisis air, dan antrean BBM. Warga menanti kehadiran pemerintah menyelesaikan masalah. Tabooo.id - Pagi...

Anggaran BGN 2027 Turun Rp30 Triliun, MBG Tetap Dominan

Anggaran BGN 2027 Turun Rp30 Triliun, MBG Tetap Dominan

by dimas
September 17, 2026

Anggaran BGN 2027 turun Rp30 triliun menjadi Rp240,2 triliun, tetapi MBG tetap dominan dengan alokasi Rp232,5 triliun. Tabooo.id - Rp240,2...

Di Balik Merah Putih, Ada Pedagang yang Mengejar Hari Ini

Di Balik Merah Putih, Ada Pedagang yang Mengejar Hari Ini

by eko
Agustus 19, 2026

Pagi 17 Agustus, merah putih memenuhi kawasan Sriwedari. Peserta upacara datang dengan seragam rapi untuk mengikuti peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan...

Next Post
Konsep Otomatis

Sopir Elf Terjepit, Minibus Tabrak Bus Sugeng Rahayu di Kartasura

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id