Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jelang Ramadan, Pemerintah Jamin Stok Pangan dan Harga Stabil

by dimas
Februari 15, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pemerintah mulai memasang alarm lebih awal untuk menjaga dapur rakyat tetap aman. Menjelang Imlek, Nyepi, hingga Ramadan, negara berupaya mencegah lonjakan harga yang biasanya muncul saat permintaan meningkat tajam. Karena itu, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh pelaku usaha pangan.

Dalam acara Gerakan Pangan Murah di Jakarta Selatan, pada Jumat (13/2/2026), Amran meminta produsen, distributor, dan importir mematuhi aturan harga yang sudah ditetapkan. Ia memastikan stok nasional berada dalam kondisi aman, bahkan melampaui angka normal.

Secara rinci, pemerintah mencatat stok beras nasional mencapai 3,4 juta ton. Jumlah ini jauh di atas rata-rata yang biasanya hanya berkisar 1 hingga 1,5 juta ton. Selain itu, pemerintah juga menyediakan 1,5 juta ton beras SPHP dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram.

“Stok kita 3,4 juta ton. Biasanya hanya 1 sampai 1,5 juta ton. Sekarang dua kali lipat. Jadi tidak ada alasan harga naik,” tegas Amran.

Pernyataan tersebut bukan sekadar data, melainkan sinyal kuat bahwa pemerintah ingin menjaga stabilitas sebelum konsumsi masyarakat melonjak saat hari besar keagamaan.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Ancaman Tegas untuk Pelaku Usaha yang Bermain Harga

Di saat stok melimpah, pemerintah juga meningkatkan tekanan kepada pelaku usaha. Amran memperingatkan produsen dan distributor agar tidak menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Ia menegaskan negara tidak akan ragu menjatuhkan sanksi berat kepada pihak yang melanggar.

Bahkan, pemerintah membuka opsi pencabutan izin usaha hingga penghentian izin impor jika terbukti terjadi permainan harga.

“Kami mohon jangan ada yang menjual di atas HET. Stok melimpah, jadi tidak ada alasan harga naik,” ujarnya.

Meski begitu, ia meminta aparat tidak menyasar pedagang kecil. Sebaliknya, Satgas Pangan harus langsung menelusuri produsen dan distributor besar yang memegang kendali rantai pasok.

Menurut Amran, pedagang kecil hanya mengambil margin tipis. Di sisi lain, produsen memiliki ruang lebih besar untuk memengaruhi harga pasar. Karena itu, pemerintah berusaha menjaga keseimbangan antara penegakan hukum dan perlindungan usaha kecil.

Pasokan Komoditas Strategis Diklaim Tetap Aman

Tidak hanya beras, pemerintah juga memastikan ketersediaan komoditas penting lain. Saat ini, stok minyak goreng mencapai sekitar 700 ribu ton dengan HET Rp15.700 per liter.

Selain itu, pemerintah menetapkan harga maksimal daging ayam Rp40.000 per kilogram dan daging sapi Rp140.000 per kilogram.

Angka-angka tersebut menunjukkan satu pesan utama pasokan nasional masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, pemerintah memahami bahwa ketersediaan barang tidak selalu otomatis menahan harga. Karena itu, pengawasan terus diperketat untuk mencegah spekulasi dan penimbunan.

Ambisi Swasembada dan Proyek Besar Ketahanan Pangan

Di luar langkah jangka pendek, pemerintah juga mendorong agenda besar swasembada pangan. Amran menyebut Indonesia telah mencapai swasembada sembilan komoditas, termasuk beras, cabai, bawang merah, dan ayam.

Bahkan, produksi telur dan daging ayam kini mencatat surplus hingga masuk pasar ekspor.

Untuk memperkuat langkah tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp9-10 triliun untuk penyediaan bibit. Targetnya, penanaman 870 ribu hektare lahan baru dapat menyerap sekitar 1,6 juta tenaga kerja.

Langkah ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Ujian Sebenarnya Selalu Terjadi di Pasar, Bukan di Podium

Pada akhirnya, semua kebijakan itu bermuara pada satu tempat dapur rumah tangga.

Saat harga beras naik, keluarga langsung menekan pengeluaran. Ketika minyak goreng mahal, pedagang kecil ikut merasakan tekanan. Bahkan, saat harga daging melonjak, banyak orang terpaksa mengubah menu makan.

Karena itu, stabilitas pangan bukan sekadar angka dalam laporan pemerintah. Stabilitas itu menentukan daya beli, rasa aman, dan ketenangan hidup jutaan keluarga.

Pemerintah sudah menjanjikan stok melimpah. Negara juga sudah memperingatkan pelaku usaha.

Namun, masyarakat memahami satu hal sederhana kebenaran paling jujur tidak pernah muncul di konferensi pers melainkan di papan harga pasar. @dimas

Tags: 2026berasEkonomi IndonesiaHargaHarga PanganimlekKebijakanKetahananPanganrakyatRamadanStabilitasStokSubsidi

Kamu Melewatkan Ini

Rupiah Melemah, Harga Naik: Masih Yakin Ekonomi Baik-Baik Saja?

Rupiah Melemah, Harga Naik: Masih Yakin Ekonomi Baik-Baik Saja?

by dimas
Mei 13, 2026

Rupiah menyentuh rekor pelemahan baru saat harga kebutuhan pokok terus naik. Di tengah klaim ekonomi tumbuh, publik mulai mempertanyakan realita...

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

by dimas
Mei 12, 2026

Rupiah anjlok menyentuh angka Rp 17.500 per dolar AS. Tekanan global dan turunnya kepercayaan investor disebut jadi penyebab utama. Di...

Ketika Pembangunan Terlihat Megah, Tapi Rakyat Tetap Gelisah

Ketika Pembangunan Terlihat Megah, Tapi Rakyat Tetap Gelisah

by dimas
Mei 11, 2026

Pembangunan tampak megah lewat angka pertumbuhan, gedung tinggi, dan proyek infrastruktur besar yang terus dipamerkan. Namun bagi banyak orang, kemajuan...

Next Post
Laboratorium Sabu Jaringan Iran Terbongkar di Jakarta Utara

Laboratorium Sabu Jaringan Iran Terbongkar di Jakarta Utara

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id