Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jelang Ramadan, Pemerintah Jamin Stok Pangan dan Harga Stabil

by dimas
Februari 15, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pemerintah mulai memasang alarm lebih awal untuk menjaga dapur rakyat tetap aman. Menjelang Imlek, Nyepi, hingga Ramadan, negara berupaya mencegah lonjakan harga yang biasanya muncul saat permintaan meningkat tajam. Karena itu, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh pelaku usaha pangan.

Dalam acara Gerakan Pangan Murah di Jakarta Selatan, pada Jumat (13/2/2026), Amran meminta produsen, distributor, dan importir mematuhi aturan harga yang sudah ditetapkan. Ia memastikan stok nasional berada dalam kondisi aman, bahkan melampaui angka normal.

Secara rinci, pemerintah mencatat stok beras nasional mencapai 3,4 juta ton. Jumlah ini jauh di atas rata-rata yang biasanya hanya berkisar 1 hingga 1,5 juta ton. Selain itu, pemerintah juga menyediakan 1,5 juta ton beras SPHP dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram.

“Stok kita 3,4 juta ton. Biasanya hanya 1 sampai 1,5 juta ton. Sekarang dua kali lipat. Jadi tidak ada alasan harga naik,” tegas Amran.

Pernyataan tersebut bukan sekadar data, melainkan sinyal kuat bahwa pemerintah ingin menjaga stabilitas sebelum konsumsi masyarakat melonjak saat hari besar keagamaan.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Ancaman Tegas untuk Pelaku Usaha yang Bermain Harga

Di saat stok melimpah, pemerintah juga meningkatkan tekanan kepada pelaku usaha. Amran memperingatkan produsen dan distributor agar tidak menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Ia menegaskan negara tidak akan ragu menjatuhkan sanksi berat kepada pihak yang melanggar.

Bahkan, pemerintah membuka opsi pencabutan izin usaha hingga penghentian izin impor jika terbukti terjadi permainan harga.

“Kami mohon jangan ada yang menjual di atas HET. Stok melimpah, jadi tidak ada alasan harga naik,” ujarnya.

Meski begitu, ia meminta aparat tidak menyasar pedagang kecil. Sebaliknya, Satgas Pangan harus langsung menelusuri produsen dan distributor besar yang memegang kendali rantai pasok.

Menurut Amran, pedagang kecil hanya mengambil margin tipis. Di sisi lain, produsen memiliki ruang lebih besar untuk memengaruhi harga pasar. Karena itu, pemerintah berusaha menjaga keseimbangan antara penegakan hukum dan perlindungan usaha kecil.

Pasokan Komoditas Strategis Diklaim Tetap Aman

Tidak hanya beras, pemerintah juga memastikan ketersediaan komoditas penting lain. Saat ini, stok minyak goreng mencapai sekitar 700 ribu ton dengan HET Rp15.700 per liter.

Selain itu, pemerintah menetapkan harga maksimal daging ayam Rp40.000 per kilogram dan daging sapi Rp140.000 per kilogram.

Angka-angka tersebut menunjukkan satu pesan utama pasokan nasional masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, pemerintah memahami bahwa ketersediaan barang tidak selalu otomatis menahan harga. Karena itu, pengawasan terus diperketat untuk mencegah spekulasi dan penimbunan.

Ambisi Swasembada dan Proyek Besar Ketahanan Pangan

Di luar langkah jangka pendek, pemerintah juga mendorong agenda besar swasembada pangan. Amran menyebut Indonesia telah mencapai swasembada sembilan komoditas, termasuk beras, cabai, bawang merah, dan ayam.

Bahkan, produksi telur dan daging ayam kini mencatat surplus hingga masuk pasar ekspor.

Untuk memperkuat langkah tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp9-10 triliun untuk penyediaan bibit. Targetnya, penanaman 870 ribu hektare lahan baru dapat menyerap sekitar 1,6 juta tenaga kerja.

Langkah ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Ujian Sebenarnya Selalu Terjadi di Pasar, Bukan di Podium

Pada akhirnya, semua kebijakan itu bermuara pada satu tempat dapur rumah tangga.

Saat harga beras naik, keluarga langsung menekan pengeluaran. Ketika minyak goreng mahal, pedagang kecil ikut merasakan tekanan. Bahkan, saat harga daging melonjak, banyak orang terpaksa mengubah menu makan.

Karena itu, stabilitas pangan bukan sekadar angka dalam laporan pemerintah. Stabilitas itu menentukan daya beli, rasa aman, dan ketenangan hidup jutaan keluarga.

Pemerintah sudah menjanjikan stok melimpah. Negara juga sudah memperingatkan pelaku usaha.

Namun, masyarakat memahami satu hal sederhana kebenaran paling jujur tidak pernah muncul di konferensi pers melainkan di papan harga pasar. @dimas

Tags: 2026berasEkonomi IndonesiaHargaHarga PanganimlekKebijakanKetahananPanganrakyatRamadanStabilitasStokSubsidi

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Klaim Banyak Capaian, Survei Publik Justru Menunjukkan Tren Menurun

Prabowo Klaim Banyak Capaian, Survei Publik Justru Menunjukkan Tren Menurun

by teguh
September 21, 2026

Presiden Prabowo klaim memasuki hampir dua tahun pemerintahannya dengan nada percaya diri. Di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19/09/2026, ia menyebut...

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

by dimas
Agustus 23, 2026

Negara memiliki mandat untuk menguasai sumber daya strategis. Namun, mandat itu bukan sekadar soal izin, regulasi, atau kepemilikan. Ukuran akhirnya...

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

by dimas
Agustus 22, 2026

Pasal 33 UUD 1945 bukan sekadar aturan ekonomi, tetapi tentang pengelolaan sumber daya, distribusi kekayaan, dan kemakmuran rakyat. Tabooo.id -...

Next Post
Laboratorium Sabu Jaringan Iran Terbongkar di Jakarta Utara

Laboratorium Sabu Jaringan Iran Terbongkar di Jakarta Utara

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id