Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

150 WNI Terancam Mati, Kita Terancam Cuek

by sigit
Desember 27, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Sebanyak 150 WNI di Semenanjung Malaysia kini menghadapi ancaman hukuman mati. Data ini berasal dari Atase Hukum KBRI Kuala Lumpur. Namun, ancaman itu bukan sekadar angka. Di baliknya, ada kisah kurir narkotika yang tertipu dan pekerja migran dengan pemahaman hukum terbatas. Selain itu, terdapat juga perkara berat, termasuk kasus pembunuhan. Karena itu, kondisi genting ini mendorong negara bergerak cepat agar nyawa tidak kembali melayang.

Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Kuala Lumpur, Danang Waskito, menegaskan bahwa setiap kasus membawa dimensi berbeda. Dimensi itu mencakup aspek hukum, sosial, dan kemanusiaan. Oleh sebab itu, negara tidak bisa menyamaratakan penanganan setiap kasus. Sebagian besar dari 150 kasus berkaitan dengan narkotika. Dalam banyak perkara, WNI menjadi kurir kecil yang terjebak sindikat. Sementara itu, sebagian lainnya tidak memahami konsekuensi hukum di Malaysia. Negara ini dikenal memiliki aturan narkotika paling keras di Asia Tenggara.

Langkah Aktif Perwakilan RI

KBRI Kuala Lumpur bersama KJRI Johor Bahru dan Penang kini bekerja dalam mode siaga permanen. Pertama, mereka menunjuk pengacara bagi WNI yang tidak mampu. Selanjutnya, mereka mengawal proses persidangan dan menghadiri sidang penting. Selain itu, petugas konsuler rutin mengunjungi para tahanan. Kunjungan ini bertujuan menjaga kondisi psikologis mereka.

“Kami membangun komunikasi intens dengan kepolisian, kejaksaan, pengadilan, hingga lembaga pemasyarakatan Malaysia,” ujar Danang, dikutip dari Kompas.com. Dengan langkah ini, perwakilan RI memastikan perlakuan manusiawi. Mereka juga berupaya memperoleh informasi yang akurat.

Tahap Banding dan Diplomasi Penentu

Ketegangan meningkat saat kasus memasuki tahap banding atau permohonan pengampunan. Pada fase ini, proses melibatkan Yang di-Pertuan Agong atau Sultan Negeri. Karena itu, diplomasi dan advokasi harus berjalan tanpa cela. Danang menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga. Di sisi lain, perbedaan bahasa sering menghambat proses. Kesulitan pembuktian dan lamanya tahap banding juga memperumit upaya penyelamatan.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Perhatian Pemerintah Pusat

Sekretaris Ditjen AHU Kemenkumham, Hantor Situmorang, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian khusus pada persoalan ini. Terutama, pemerintah menyoroti kepastian status kewarganegaraan WNI. Atase Hukum berperan menjembatani komunikasi hukum lintas negara. Selain itu, mereka mengawal layanan grasi, abolisi, dan Mutual Legal Assistance. Pemerintah memperkuat layanan tersebut melalui penyusunan RUU baru.

Mereka bukan sekadar statistik. Sebaliknya, mereka adalah pekerja migran dan saudara sebangsa. Nasib hukum mereka mencerminkan rapuhnya perlindungan warga negara di luar negeri. Dengan memahami kondisi ini, publik dapat melihat betapa mudahnya warga biasa terseret ke pusaran hukum asing.

Pada akhirnya, di tengah berbagai upaya diplomatik, satu pertanyaan tetap menggantung: sudahkah negara dan publik benar-benar hadir sebelum semuanya terlambat? (red)

Tags: hukuman matikbriterancam

Kamu Melewatkan Ini

Tiga Salib Berdiri: Satu Jadi Simbol, Dua Lainnya Dihapus dari Narasi?

Tiga Salib Berdiri: Satu Jadi Simbol, Dua Lainnya Dihapus dari Narasi?

by Tabooo
April 3, 2026

Tabooo.id: Deep - Jika bicara penyaliban, dunia hampir selalu berhenti pada satu nama, Yesus dari Nazaret. Narasi besar dibangun di sekelilingnya,...

Penyaliban Tidak Pernah Mati

Penyaliban Tidak Pernah Mati

by Tabooo
April 2, 2026

Tabooo.id: Vibes – Kamu mungkin tumbuh dengan satu narasi sederhana, penyaliban berakhir bersama kisah Yesus. Narasi itu nyaman, karena membuat sejarah...

Karst Dihancurkan, Rakyat Disingkirkan: Ini Pembangunan atau Pengorbanan?

Karst Dihancurkan, Rakyat Disingkirkan: Ini Pembangunan atau Pengorbanan?

by dimas
April 1, 2026

Tabooo.id: Deep - Suara itu pelan, tapi tegas. “Kalau air hilang, kami harus hidup dari apa?” Ucapan itu bukan retorika...

Next Post
50 Heli Turun di Sumatera: Negara Gerak Cepat atau Gimik Belaka?

50 Heli Turun di Sumatera: Negara Gerak Cepat atau Gimik Belaka?

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id