Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

107 WNI Ditangkap di Kamboja: Sehat, Aman, tapi Tetap Jadi Tersangka Online Scam

by dimas
November 14, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Kabar terbaru dari Phnom Penh, Kedutaan Besar RI memastikan 107 WNI yang ditetapkan sebagai tersangka pelaku online scam oleh Kepolisian Kamboja dalam kondisi sehat dan aman. Mereka saat ini sudah dipindahkan ke Detensi Imigrasi Prek Pnov dan akan dideportasi dalam beberapa gelombang secara mandiri.

Terdengar melegakan? Ya. Tapi masalah sesungguhnya jauh lebih besar dari “mereka baik-baik saja”.

Operasi Besar, Jaringan Global

Penangkapan massal pada 31 Oktober 2025 itu bukan operasi kecil. Satgas Gabungan Kamboja sedang memburu jaringan penipuan internasional yang selama dua tahun terakhir menyedot korban dari Asia Tenggara hingga Eropa.
Dan di tengah operasi itu, 107 WNI ikut terseret dan langsung ditetapkan sebagai tersangka.

KBRI gerak cepat mengajukan akses kekonsuleran. Pada 2 November, staf kedutaan bertemu langsung para WNI termasuk satu pasangan suami-istri, dengan sang istri yang sedang hamil empat bulan.
Kondisi mereka disebut aman, sehat, dan hampir semuanya memegang paspor lengkap.

Siapa Diuntungkan? Siapa Dirugikan?

Diuntungkan:

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

  • Pemerintah Kamboja yang ingin menunjukkan ketegasan menghadapi jaringan scam internasional.
  • Perusahaan-perusahaan “nakal” yang merekrut WNI dengan janji palsu tetap saja tak tersentuh karena banyak yang beroperasi lintas negara, sulit dilacak.

Dirugikan:

  • Para WNI yang sebagian besar diduga direkrut melalui iklan kerja “gaji besar, kerja ringan”, dan berakhir menjadi operator penipuan.
  • Keluarga di Indonesia yang tiba-tiba mendapat kabar anak atau kerabatnya ditahan di luar negeri.
  • Masyarakat Indonesia yang namanya kembali tercoreng dalam statistik kasus scam global.

Kita bicara masalah yang bukan lagi sporadis:
Hingga September 2025, KBRI Phnom Penh menangani 4.030 kasus perlindungan WNI 3.323 di antaranya terkait online scam.
Angka yang lebih mirip laporan krisis daripada laporan diplomatik.

Peringatan Ini Sudah Berulang Kali Disampaikan

KBRI kembali mengingatkan, jangan gampang tergiur lowongan kerja fantasi gaji tinggi, kerja santai, syarat minim.
Kalimat itu mungkin terdengar klise, tapi kenyataannya masih ada ribuan orang yang terperangkap.

Hotline KBRI Phnom Penh tetap dibuka: +855 12 813 282.
Sayangnya, hotline tidak bisa menghentikan arus orang yang tetap percaya mimpi “kerja enak di luar negeri”.

Penutup

107 WNI itu memang sehat dan aman.
Tapi kondisi kita sebagai bangsa? Tidak sepenuhnya.

Karena selama masih ada yang percaya kerja mudah bisa menghasilkan gaji puluhan juta, jaringan scam internasional tidak akan pernah kekurangan karyawan.

Pelajaran hari ini sederhana, jangan jadi korban… atau kaki tangan. @dimas

Kamu Melewatkan Ini

VOC Runtuh karena Korupsi, Kenapa Indonesia Mengulang Pola yang Sama?

VOC Runtuh karena Korupsi, Kenapa Indonesia Mengulang Pola yang Sama?

by dimas
Mei 13, 2026

VOC runtuh karena korupsi besar, penggelapan uang, dan permainan elite kekuasaan. Dua abad berlalu, Indonesia masih menghadapi pola lama jabatan...

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

by eko
Mei 13, 2026

Kucumbu Tubuh Indahku bukan sekadar film yang memancing kontroversi. Film karya Garin Nugroho itu berubah menjadi simbol benturan besar antara...

Reformasi 1998: Luka yang Masih Menunggu Keadilan

Reformasi 1998: Luka yang Masih Menunggu Keadilan

by Naysa
Mei 13, 2026

Reformasi 1998 tidak hanya menjatuhkan rezim Orde Baru, tapi juga membuka janji besar tentang demokrasi, hukum, dan hak asasi manusia....

Next Post
Belum Rilis, iPhone 18 Sudah Bikin Netizen Gelisah Apa Saja Bocorannya?

Belum Rilis, iPhone 18 Sudah Bikin Netizen Gelisah Apa Saja Bocorannya?

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id