Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

10 Pahlawan Nasional Baru : Jasanya Apa?

by sigit
November 11, 2025
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Prabowo baru saja nge-update patch sejarah menambahkan 10 nama ke daftar “Pahlawan Nasional DLC 2025” kayak game yang nggak mau tamat-tamat. Ada Gus Dur si pluralis sejati, Marsinah si buruh pemberani, sampai Soeharto, bapak stabilitas yang… ya, stabil banget sampai semua orang diam.

1. Pembuka Lucu (ala komedi situasi)

Bayangkan: kamu lagi nonton upacara Hari Pahlawan di TV, masih pakai daster dan sendal jepit, tiba-tiba nama Soehartodisebut di antara daftar penerima gelar Pahlawan Nasional 2025. Kamu tersedak kopi, kucing kamu kaget, dan Wi-Fi tiba-tiba lemot karena semesta pun butuh waktu memproses plot twist ini.

“Lah… bukannya beliau udah punya museum sendiri?”
Tenang, Indonesia memang suka rebranding. Dulu jenderal, terus presiden, sekarang pahlawan. Versi 3.0.


2. Fakta Singkat (biar tetap kelihatan pintar)

Presiden Prabowo menetapkan sepuluh Pahlawan Nasional baru, dari Gus Dur sampai Marsinah, dari Sultan Tidore sampai Jenderal Soeharto.
Keluarga penerima menangis haru, pemerintah bagi tunjangan Rp50 juta per tahun, dan internet pun langsung berubah jadi ruang debat terbuka dengan tone: “Serius nih?”


3. Komentar Sosial (tajam tapi ngakak)

Negara kita memang punya keahlian langka: multiverse of heroism. Di satu podium, Gus Dur ikon pluralisme dan demokrasi berdampingan dengan Soeharto, simbol stabilitas versi Orde Baru (baca: diam adalah emas, kritik adalah masalah).
Bayangin mereka berdua satu grup WhatsApp “Pahlawan Nasional 2025”:
Gus Dur: “Pluralisme itu penting, Bro.”
Soeharto: “Yang penting stabil.”
Marsinah: “Stabil apanya? Aku diculik sistem!”
Admin grup: left the chat.

Ini Belum Selesai

Bayar Tepat Waktu, Layanan Kapan Tepat?

Reformati: Ketika Jalanan Menjadi Pengadilan Kekuasaan

Tapi mungkin inilah beauty of Indonesia: semuanya bisa jadi pahlawan, tergantung siapa yang pegang pena Keppres. Di negara ini, sejarah bukan ditulis pemenang, tapi direvisi editor politik tiap lima tahun.


4. Punchline Penutup (ironis, reflektif)

Lucunya, tiap tahun kita nambah daftar pahlawan, tapi bukan jumlah orang yang berani berjuang kayak mereka.
Kita makin sering pakai baju batik bertema perjuangan, tapi makin malas mikirin siapa yang masih dijajah entah oleh utang, sistem, atau algoritma.
Karena di Republik Seribu Gelar ini, jadi pahlawan itu bukan soal darah dan air mata… tapi siapa yang approve di Istana.


“Kalau semua bisa jadi pahlawan, siapa yang masih belajar jadi rakyat?” (Sigit)

Tags: pahlawanpahlawan nasionalprabowopresiden

Kamu Melewatkan Ini

Agus Salim: Ketika Kecerdasan Tidak Berujung pada Kekayaan

Agus Salim: Ketika Kecerdasan Tidak Berujung pada Kekayaan

by teguh
Juni 9, 2026

"Agus Salim, Orang tua yang sangat pintar ini seorang jenius dalam bidang bahasa, bicara, dan menulis dengan sempurna, paling sedikit...

Raden Mas Soerjapranata: Sang Priyayi yang Menjadi Raja Mogok

Raden Mas Soerjapranata: Sang Priyayi yang Menjadi Raja Mogok

by Tabooo
Mei 31, 2026

Raden Mas Soerjapranata lahir dekat takhta, tapi memilih berdiri bersama buruh dan tani. Dari pabrik gula hingga penjara kolonial, ia...

Sertifikasi Naik, Tekanan Ikut Naik: Kisah Sunyi di Balik Profesi Guru

Sertifikasi Naik, Tekanan Ikut Naik: Kisah Sunyi di Balik Profesi Guru

by teguh
Mei 2, 2026

Pagi itu, di sebuah ruang kelas sederhana pada masa awal kemerdekaan, seorang guru berdiri tanpa seragam resmi, tanpa tunjangan, bahkan...

Next Post
Nordic Walking: Jalan Kaki Upgrade yang Lagi Hits di Dunia, Sehat Tanpa Drama Sendi

Nordic Walking: Jalan Kaki Upgrade yang Lagi Hits di Dunia, Sehat Tanpa Drama Sendi

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id