Senin, November 2, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Yang Disebut Misi Damai Justru Paling Berbahaya: Di Balik Narasi UNIFIL

by dimas
April 11, 2026
in Deep
A A
Home Deep

Tabooo.id: Deep – Tiga prajurit TNI gugur di Lebanon saat menjalankan misi yang dunia sebut sebagai penjaga perdamaian. Peristiwa ini langsung memunculkan pertanyaan keras seberapa aman sebenarnya misi yang Indonesia jalankan di zona konflik?

Pemerintah menegaskan sikapnya jelas. Indonesia tidak menarik pasukan dari UNIFIL, meski evaluasi keamanan terus berjalan.

Indonesia Tegaskan Sikap, Evaluasi Jalan

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan pemerintah tidak akan menarik pasukan TNI dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

“Tidak ada untuk ke situ (penarikan pasukan). Evaluasi tetap berjalan, evaluasi ke dalam dan keluar,” kata Teddy di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Pemerintah tetap memegang komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Teddy menyebut amanat itu mengacu pada Pembukaan UUD 1945.

Ini Belum Selesai

Kenduri Dawet: Etika Masyarakat Jatinom dalam Merawat Alam

Berkas Lengkap, Kebenaran Belum Tentu: Lubang Verifikasi Ijazah Capres

Ia juga menjelaskan bahwa Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Menteri Luar Negeri Sugiono terus mengawasi aspek keamanan prajurit di lapangan.

Kronologi Serangan di Lebanon

Serangan di Lebanon selatan menewaskan tiga prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL.

Serangan artileri pertama terjadi di dekat Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026. Dalam insiden itu, Praka Dua Farizal Rhomadhon kehilangan nyawanya.

Sehari setelahnya, serangan terhadap konvoi pasukan kembali terjadi. Dua prajurit, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, gugur saat menjalankan pengawalan.

Selain itu, lima prajurit lain mengalami luka-luka dalam rangkaian serangan tersebut. Mereka termasuk Letnan Satu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana serta beberapa personel lainnya.

UNIFIL juga mencatat insiden lanjutan pada 3 April 2025 di El Addaiseh, yang melukai tiga prajurit Indonesia akibat ledakan.

Ketika Misi Damai Bertemu Realitas Perang

Jika dilihat secara permukaan, peristiwa ini berdiri sebagai bagian dari risiko operasi di wilayah konflik.

Namun jika ditarik lebih dalam, pola yang muncul jauh lebih kompleks. Pasukan perdamaian justru bergerak di ruang yang tidak benar-benar damai.

UNIFIL menempatkan prajurit di tengah dua kekuatan yang terus berkonflik. Di titik itu, status “netral” tidak selalu melindungi dari bahaya.

Dampak ke Prajurit dan Publik

Ini dampaknya buat kamu negara mengirim prajurit untuk menjaga perdamaian, tapi keluarga mereka tetap hidup dengan ketegangan yang sama setiap hari.

Indonesia ingin memperkuat posisi di panggung global melalui misi perdamaian. Namun di sisi lain, risiko di lapangan tetap nyata dan terus meningkat.

Pertanyaan penting pun muncul sampai batas mana sebuah negara siap menanggung risiko demi peran globalnya?

Analisis Tabooo

Pemerintah memilih tetap mempertahankan pasukan di UNIFIL sambil memperketat evaluasi keamanan.

Langkah ini menunjukkan konsistensi diplomatik, tetapi juga membuka ruang diskusi yang lebih dalam.

Apakah misi perdamaian global benar-benar berdiri di atas prinsip netralitas, atau justru ikut terseret dalam struktur konflik yang lebih besar?

Satu hal yang sering terlupakan: perang tidak selalu menolak kehadiran “penjaga perdamaian”, tetapi juga tidak selalu memberi mereka perlindungan.

Closing

Dunia tidak pernah benar-benar memberi ruang aman di tengah konflik.

Pertanyaannya kini bukan hanya soal bertahan atau mundur, tetapi berapa banyak nyawa yang masih bisa dianggap harga wajar atas nama perdamaian? @dimas

Tags: israel lebanonKonflik DuniaLebanonMisi PerdamaianSekretaris KabinetTeddy Indra WijayaTimur TengahTNI

Kamu Melewatkan Ini

TNI Turun Amankan Demonstrasi, Di Mana Batas Kewenangannya?

TNI Turun Amankan Demonstrasi, Di Mana Batas Kewenangannya?

by dimas
November 1, 2026

TNI turun mengamankan demonstrasi memunculkan pertanyaan tentang batas kewenangan militer, supremasi sipil, dan perlindungan kebebasan berpendapat. Tabooo.id - Demonstrasi merupakan...

Dua Tahun Prabowo–Gibran, 9.505 Personel Disiagakan: Hak Aspirasi Tetap Prioritas?

Dua Tahun Prabowo–Gibran, 9.505 Personel Disiagakan: Hak Aspirasi Tetap Prioritas?

by teguh
Oktober 20, 2026

Polda Metro Jaya bersama TNI menyiapkan ribuan personel untuk mengawal demonstrasi peringatan dua Tahun Prabowo-Gibran dan aktivitas publik di Jakarta....

HUT TNI: Batalyon Bertambah, Apakah Jaminan Pertahanan Menguat?

HUT TNI: Batalyon Bertambah, Apakah Jaminan Pertahanan Menguat?

by dimas
Oktober 5, 2026

HUT TNI 2026 ditandai penambahan batalyon. Namun, apakah ekspansi kekuatan itu benar-benar memperkuat pertahanan Indonesia menghadapi ancaman perang modern? Tabooo.id...

Next Post
Islamabad Jadi Titik Api Diplomasi: Damai atau Sekadar Taktik Tekanan?

Islamabad Jadi Titik Api Diplomasi: Damai atau Sekadar Taktik Tekanan?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id