Sabtu, April 11, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Deep

Yang Disebut Misi Damai Justru Paling Berbahaya: Di Balik Narasi UNIFIL

April 11, 2026
in Deep
A A
Yang Disebut Misi Damai Justru Paling Berbahaya: Di Balik Narasi UNIFIL

Ilustrasi konvoi pasukan perdamaian UNIFIL di Lebanon selatan saat senja memerah, merekam kontras tajam antara misi damai dan eskalasi konflik di lapangan. (Foto ilustrasi Tabooo.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Deep – Tiga prajurit TNI gugur di Lebanon saat menjalankan misi yang dunia sebut sebagai penjaga perdamaian. Peristiwa ini langsung memunculkan pertanyaan keras seberapa aman sebenarnya misi yang Indonesia jalankan di zona konflik?

Pemerintah menegaskan sikapnya jelas. Indonesia tidak menarik pasukan dari UNIFIL, meski evaluasi keamanan terus berjalan.

Indonesia Tegaskan Sikap, Evaluasi Jalan

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan pemerintah tidak akan menarik pasukan TNI dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

“Tidak ada untuk ke situ (penarikan pasukan). Evaluasi tetap berjalan, evaluasi ke dalam dan keluar,” kata Teddy di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Pemerintah tetap memegang komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Teddy menyebut amanat itu mengacu pada Pembukaan UUD 1945.

BacaJuga

Parkir Berbayar Tapi Tak Aman: Siapa Harus Bertanggung Jawab?

Di Antara Retakan Pesawat dan Retakan Bangsa: Kisah Habibie

Ia juga menjelaskan bahwa Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Menteri Luar Negeri Sugiono terus mengawasi aspek keamanan prajurit di lapangan.

Kronologi Serangan di Lebanon

Serangan di Lebanon selatan menewaskan tiga prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL.

Serangan artileri pertama terjadi di dekat Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026. Dalam insiden itu, Praka Dua Farizal Rhomadhon kehilangan nyawanya.

Sehari setelahnya, serangan terhadap konvoi pasukan kembali terjadi. Dua prajurit, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, gugur saat menjalankan pengawalan.

Selain itu, lima prajurit lain mengalami luka-luka dalam rangkaian serangan tersebut. Mereka termasuk Letnan Satu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana serta beberapa personel lainnya.

UNIFIL juga mencatat insiden lanjutan pada 3 April 2025 di El Addaiseh, yang melukai tiga prajurit Indonesia akibat ledakan.

Ketika Misi Damai Bertemu Realitas Perang

Jika dilihat secara permukaan, peristiwa ini berdiri sebagai bagian dari risiko operasi di wilayah konflik.

Namun jika ditarik lebih dalam, pola yang muncul jauh lebih kompleks. Pasukan perdamaian justru bergerak di ruang yang tidak benar-benar damai.

UNIFIL menempatkan prajurit di tengah dua kekuatan yang terus berkonflik. Di titik itu, status “netral” tidak selalu melindungi dari bahaya.

Dampak ke Prajurit dan Publik

Ini dampaknya buat kamu negara mengirim prajurit untuk menjaga perdamaian, tapi keluarga mereka tetap hidup dengan ketegangan yang sama setiap hari.

Indonesia ingin memperkuat posisi di panggung global melalui misi perdamaian. Namun di sisi lain, risiko di lapangan tetap nyata dan terus meningkat.

Pertanyaan penting pun muncul sampai batas mana sebuah negara siap menanggung risiko demi peran globalnya?

Analisis Tabooo

Pemerintah memilih tetap mempertahankan pasukan di UNIFIL sambil memperketat evaluasi keamanan.

Langkah ini menunjukkan konsistensi diplomatik, tetapi juga membuka ruang diskusi yang lebih dalam.

Apakah misi perdamaian global benar-benar berdiri di atas prinsip netralitas, atau justru ikut terseret dalam struktur konflik yang lebih besar?

Satu hal yang sering terlupakan: perang tidak selalu menolak kehadiran “penjaga perdamaian”, tetapi juga tidak selalu memberi mereka perlindungan.

Closing

Dunia tidak pernah benar-benar memberi ruang aman di tengah konflik.

Pertanyaannya kini bukan hanya soal bertahan atau mundur, tetapi berapa banyak nyawa yang masih bisa dianggap harga wajar atas nama perdamaian? @dimas

Tags: israel lebanonKonflikLebanonMisi Perdamaianprajurit TNISekretaris KabinetTeddy Indra WijayaTimur TengahTNIUNIFIL

REKOMENDASI TABOOO

Islamabad Jadi Titik Api Diplomasi: Damai atau Sekadar Taktik Tekanan?

Islamabad Jadi Titik Api Diplomasi: Damai atau Sekadar Taktik Tekanan?

by dimas
April 11, 2026

Tabooo.id: Deep - Dunia kembali menahan napas. Di Islamabad, dua kekuatan besar yang baru saja saling serang selama enam minggu...

15 Poin vs 10 Poin: Damai atau Perang Narasi yang Lebih Halus?

15 Poin vs 10 Poin: Damai atau Perang Narasi yang Lebih Halus?

by dimas
April 11, 2026

Tabooo.id: Global - Kenapa AS dan Iran Selalu Gagal Sepakat? Jawabannya Ada di Balik Meja Negosiasi. Dunia kembali menyorot Islamabad...

Pakistan Perketat Keamanan, Islamabad Jadi Pusat Negosiasi Panas AS-Iran

Pakistan Perketat Keamanan, Islamabad Jadi Pusat Negosiasi Panas AS-Iran

by dimas
April 10, 2026

Tabooo.id: Global - Islamabad berada dalam status siaga tinggi menjelang perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Pemerintah Pakistan langsung membatasi...

Next Post
Islamabad Jadi Titik Api Diplomasi: Damai atau Sekadar Taktik Tekanan?

Islamabad Jadi Titik Api Diplomasi: Damai atau Sekadar Taktik Tekanan?

Recommended

Dua HP dan SPPD Disita: Awal atau Akhir Kasus Korupsi di Madiun?

KPK geledah rumah Kadis Kominfo Madiun: Siapa Lagi yang Terseret?

April 6, 2026
6 Smartwatch yang Bisa Hidup Tanpa Charger Berhari-hari

6 Smartwatch yang Bisa Hidup Tanpa Charger Berhari-hari

April 5, 2026

Popular

Siapa Ibu Sebenarnya? Teror Psikologis di Balik Legenda Malin Kundang

Siapa Ibu Sebenarnya? Teror Psikologis di Balik Legenda Malin Kundang

April 2, 2026

Materialisme Tan Malaka: Realita Itu Nyata, Tapi Apa Kamu Siap Menerima? – Madilog Series #1

April 10, 2026

21 Ribu Motor Listrik MBG Tuai Sorotan, Ada Apa?

April 10, 2026

Tambang Tanpa Izin Berujung Maut, Siapa Bertanggung Jawab?

April 10, 2026

Motor Listrik MBG? Katanya Program Gizi

April 10, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.