Tabooo.id: Check – Video viral soal pecahan roket yang disebut jatuh di Lampung sempat bikin panik. Banyak orang langsung percaya karena visualnya terlihat dramatis.
Tapi faktanya jelas tidak ada roket yang jatuh di daratan Lampung.
Polisi dan ahli langsung turun tangan untuk meluruskan informasi ini.
Klaim Viral: Roket Jatuh dan Picu Kebakaran
Sejumlah akun media sosial mengunggah video pada Sabtu malam. Narasinya menyebut pecahan roket jatuh di Lampung Timur dan Tulang Bawang.
Video itu menampilkan cahaya terang yang melintas di langit. Beberapa unggahan bahkan menyebut kejadian itu memicu kebakaran.
Narasi seperti ini cepat menyebar. Sayangnya, banyak yang langsung percaya tanpa cek fakta.
Fakta Lapangan: Situasi Aman, Tidak Ada Laporan
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, langsung memberi klarifikasi tegas.
“Hasil koordinasi dengan Kapolres Lampung Timur dan Kapolres Tulang Bawang, situasi aman dan terkendali. Tidak ada laporan benda jatuh di wilayah Lampung,” ujarnya.
Artinya, tidak ada kejadian roket jatuh seperti yang beredar di media sosial.
Penjelasan Ahli: Ini Sampah Antariksa, Bukan Roket Jatuh
Tim dari Institut Teknologi Sumatera (Itera) juga langsung menganalisis fenomena tersebut. Mereka memastikan objek itu tidak jatuh di daratan.
Kepala Observatorium Astronomi Itera, Annisa Novia Indra Putri, menjelaskan asal-usulnya.
“Roket ini diluncurkan pada 23 Januari 2025 lalu,” jelasnya.
Objek yang terlihat di langit merupakan bagian roket CZ-3B R/B milik China. Setelah menyelesaikan misinya, bagian roket itu tetap mengorbit bumi.
Seiring waktu, atmosfer bumi menariknya turun. Proses ini memicu gesekan yang menghasilkan cahaya terang saat objek masuk kembali ke atmosfer.
“Cahaya merah dan dentuman itu merupakan peristiwa re-entry dari sampah antariksa,” tambahnya.
Kenapa Publik Mudah Terkecoh?
Fenomena ini memang terlihat ekstrem. Cahaya terang, ekor panjang, dan suara dentuman membuatnya mirip meteor atau rudal.
Di sisi lain, media sosial mempercepat penyebaran informasi tanpa filter. Narasi yang dilebihkan sering membuat orang salah paham.
Kurangnya literasi digital juga memperparah situasi. Banyak orang lebih cepat membagikan daripada memverifikasi.
Penutup: Viral Boleh, Percaya Jangan Langsung
Kasus ini jadi pengingat penting. Tidak semua yang viral itu benar, bahkan jika terlihat meyakinkan.
Sebelum kamu share, pastikan dulu faktanya. Karena hoaks tidak butuh waktu lama untuk menyebar tapi dampaknya bisa panjang.
Jadi, kamu masih mau percaya video viral tanpa cek dulu? @dimas



