Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Benarkah Robot Bisa Gantikan Ibu Hamil? Cek Faktanya!

by eko
April 3, 2026
in Check
A A
Home Check
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Check – Pernah kebayang manusia digantikan mesin untuk hamil? Kedengarannya seperti film sci-fi. Tapi sekarang, narasi itu kembali viral dan banyak orang langsung percaya tanpa cek ulang.

Unggahan dari akun X “KangManto123” muncul pada Senin (26/2/2026). Dalam postingannya, ia mengklaim China mengembangkan “robot hamil” yang bisa menggantikan peran ibu. Hingga Selasa, unggahan ini mengumpulkan 70 likes, 55 komentar, dan 18 kali dibagikan ulang. Meski angkanya tidak besar, efeknya tetap terasa karena informasi ini menyebar cepat.

Klaimnya Viral, Tapi Sumbernya Bermasalah

Namun, hasil cek fakta Tempo.co menunjukkan hal berbeda. Narasi ini sebenarnya sudah beredar sejak Agustus 2025.

Saat itu, cerita menyebut seorang ilmuwan bernama Zhang Qifeng dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Ia diklaim mengembangkan robot kehamilan lewat perusahaan Kaiwa Technology.

Sayangnya, fakta tidak mendukung cerita ini.

Ini Belum Selesai

Benarkah Jakarta Sudah Bukan Ibu Kota Negara?

Kasus Korupsi Madiun Bikin Bingung? Ini Bedanya OTT, Gratifikasi, Suap, dan CSR

Pihak NTU langsung memberi klarifikasi. Mereka tidak mengenal nama Zhang Qifeng. Mereka juga tidak menjalankan riset tentang robot kehamilan. Selain itu, mereka tidak pernah meluluskan doktor dengan nama tersebut.

Dengan kata lain, klaim ini runtuh sejak awal.

Faktanya Ada, Tapi Beda Jauh

Meski begitu, perkembangan teknologi di bidang ini memang ada. Namun, arah penelitiannya berbeda jauh dari klaim viral tadi.

Sebagai contoh, peneliti di Children’s Hospital of Philadelphia (CHOP) mengembangkan alat bernama Extend. Mereka merancang alat ini untuk membantu bayi prematur bertahan hidup di luar rahim.

Sistem ini bekerja dengan kantung berisi cairan mirip ketuban. Selain itu, alat oksigenator menggantikan fungsi plasenta agar bayi tetap mendapat suplai oksigen.

Pada 2017, tim peneliti menguji teknologi ini pada janin domba. Hasilnya cukup menjanjikan. Janin tersebut mampu bertahan hingga satu bulan dengan perkembangan yang mendekati kondisi alami.

Namun demikian, teknologi ini masih dalam tahap penelitian. Para ilmuwan belum menggunakannya secara luas pada manusia.

Di sisi lain, startup AquaWomb di Jerman juga mengembangkan konsep serupa. Mereka fokus menciptakan lingkungan aman bagi bayi prematur ekstrem. Meski begitu, para peneliti masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam meniru fungsi paru-paru secara optimal.

Lalu, Kenapa Hoaks Ini Mudah Dipercaya?

Pertama, narasinya terdengar canggih. Kedua, topiknya menyentuh masa depan manusia. Karena itu, banyak orang langsung tertarik tanpa berpikir panjang.

Selain itu, perkembangan AI dan robotik membuat batas antara fakta dan imajinasi terasa semakin tipis. Akibatnya, publik lebih mudah percaya pada klaim ekstrem.

Padahal, jika ditelusuri, logikanya sering tidak masuk akal.

Kesimpulan: Bukan Teknologi, Tapi Narasi Viral

Jadi, kita bisa simpulkan dengan jelas. Tidak ada robot hamil dari China. Tidak ada ilmuwan bernama Zhang Qifeng di NTU. Dan tidak ada teknologi yang mampu menggantikan peran ibu mengandung.

Sebaliknya, para ilmuwan justru fokus menyelamatkan bayi prematur melalui riset medis yang kompleks.

Karena itu, kamu perlu lebih kritis saat menerima informasi. Jangan langsung percaya hanya karena terdengar futuristik.

Sebelum kamu klik “share”, coba tanya satu hal sederhana: ini fakta, atau cuma cerita yang kebetulan viral?@eko

Tags: CheckchinaFaktaHoaksRobot

Kamu Melewatkan Ini

Video Bea Cukai: Fakta atau Framing yang Keburu Meledak?

Video Bea Cukai: Fakta atau Framing yang Keburu Meledak?

by teguh
Mei 9, 2026

Video berdurasi 22 detik memicu gelombang opini di media sosial. Dua petugas berseragam Bea Cukai mendatangi Warung Madura pada malam...

Eropa Kunci Vendor, China Siap Serang Balik

Eropa Kunci Vendor, China Siap Serang Balik

by Naysa
Mei 2, 2026

Ketegangan global kembali naik level. China tidak tinggal diam setelah Uni Eropa merancang aturan keamanan siber baru. Beijing langsung memberi...

Singkong Keju: Murah di Ladang, Mahal di Etalase, Berbahaya di Dapur

Singkong Keju: Murah di Ladang, Mahal di Etalase, Berbahaya di Dapur

by Anisa
Mei 2, 2026

Aroma gurih singkong keju terasa sederhana, tapi ceritanya tidak sesederhana itu. Harga melonjak, branding terlihat meyakinkan, namun dapur di baliknya...

Next Post
Pulang Subuh Disiram Air Keras, Teror Sunyi Mengintai Bekasi

Direndahkan, Dibalas Air Keras: Konflik Lama Meledak di Bekasi

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id