Minggu, November 8, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
RADIO
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

UMP Jateng 2027, Buruh Tuntut Upah Rp3,5 Juta

by eko
November 6, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality

Buruh menuntut UMP Jateng 2027 mencapai Rp3,5 juta. Mereka mendesak pemerintah mengutamakan kebutuhan hidup layak pekerja.

Tabooo.id: Semarang – UMP Jateng 2027 menjadi sorotan setelah ratusan buruh menggelar demonstrasi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (5/11/2026). Mereka menuntut upah minimum mencapai Rp3,5 juta per bulan agar sesuai dengan 100 persen kebutuhan hidup layak (KHL).

Bagi buruh, upah bukan sekadar angka dalam slip gaji. Upah menentukan kemampuan pekerja memenuhi kebutuhan sehari-hari atau justru membuat mereka terus berjuang menjaga isi dompet.

Ratusan anggota Aliansi Buruh Jawa Tengah (ABJaT) menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (5/11/2026). Mereka mendesak pemerintah menetapkan UMP dan UMK 2027 dengan mengacu pada 100 persen kebutuhan hidup layak (KHL).

Tuntutan mereka jelas: upah minimum Jawa Tengah harus mencapai Rp3,5 juta per bulan.

Upah Rp2,3 Juta, KHL Rp3,5 Juta

Koordinator ABJaT, Aulia Hakim, menjelaskan bahwa angka Rp3,5 juta merujuk pada data pemerintah. Ia menyebut sejumlah sumber, mulai dari Kementerian Ketenagakerjaan, Dewan Ekonomi Nasional, BPS, hingga DPMPTSP.

Menurut Aulia, angka tersebut mencerminkan kebutuhan hidup layak pekerja di Jawa Tengah.

Sementara itu, UMP Jateng 2026 mencapai Rp2.327.386. Ada selisih sekitar Rp1,17 juta antara upah minimum saat ini dan angka KHL yang diperjuangkan buruh.

“Artinya ada jarak yang begitu lebar. Sehingga kami memberikan angka itu bukan dari independen buruh,” kata Aulia.

Selain menuntut kenaikan upah, Aulia meminta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menetapkan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP). ABJaT mengusulkan tambahan upah sektoral sebesar lima persen.

Mereka juga mendorong perluasan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK). Aulia berharap pemerintah menerapkan kebijakan tersebut di seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Buruh Perempuan Soroti Kesenjangan Upah

Ulfatul Hasanah, buruh perempuan dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), turut menyuarakan keresahan pekerja. Ia menilai upah di Jawa Tengah belum mampu memenuhi kebutuhan hidup layak.

Bahkan, menurut Ulfatul, standar upah Jateng masih tertinggal dari Jawa Barat dan Jawa Timur.

“Upah Jawa Tengah itu kesenjangannya terlalu jauh dari Jawa Barat dan Jawa Timur. Dampaknya sangat jelas, kita buruh Jawa Tengah sangat termiskinkan,” ujar Ulfatul.

Ia menyebut upah pekerja di Jawa Tengah baru mencapai sekitar 66 persen dari KHL. Karena itu, ia mendesak pemerintah memperluas cakupan UMSK agar lebih banyak pekerja memperoleh perlindungan upah sektoral.

Pemerintah Pertimbangkan Upah dan Investasi

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Setda Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, menyatakan pemerintah telah menerima aspirasi ABJaT.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah akan membahas usulan tersebut melalui Dewan Pengupahan. Namun, Iwanuddin juga mengingatkan pentingnya menjaga iklim investasi di Jawa Tengah.

Menurutnya, upah kompetitif menjadi salah satu faktor yang menarik investasi. Pemerintah juga mempertimbangkan kemudahan kebijakan, kepastian hukum, dan ketersediaan infrastruktur.

Di sisi lain, pemerintah pusat belum mengumumkan rumus penghitungan UMP dan UMK 2027. Karena itu, ABJaT mendesak pemerintah segera menerbitkan regulasi tersebut.

Sebagai pembanding, UMP Jateng 2026 naik 7,28 persen. Pemerintah menaikkan upah minimum dari Rp2.169.349 menjadi Rp2.327.386.

Upah Murah atau Hidup Layak?

Persoalan ini lebih besar daripada sekadar angka kenaikan upah. Pemerintah ingin menjaga daya tarik investasi, sedangkan buruh membutuhkan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Keduanya memang penting bagi pembangunan ekonomi. Namun, pertumbuhan investasi tidak otomatis meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Ukuran keberhasilan ekonomi seharusnya tidak berhenti pada jumlah investasi yang masuk. Pemerintah juga perlu melihat kemampuan pekerja memenuhi kebutuhan dasar dan menjalani kehidupan secara layak.

Pada akhirnya, penetapan UMP 2027 akan menguji arah kebijakan pemerintah: seberapa jauh pemerintah menjaga daya tarik investasi tanpa mengabaikan kebutuhan hidup para pekerja?@eko

Tags: Buruh JatengDemo BuruhUMP Jateng 2027upah minimum

Kamu Melewatkan Ini

Buruh Sudah Didengar, Tapi Kenapa Hidupnya Masih Tertekan?

Buruh Sudah Didengar, Tapi Kenapa Hidupnya Masih Tertekan?

by Waras
Mei 1, 2026

Setiap 1 Mei, ribuan buruh turun ke jalan. Mereka berteriak, membawa spanduk, dan menuntut perubahan. Banyak orang melihatnya sebagai rutinitas...

Upah Buruh Naik, Hidup Tetap Berat: Ilusi Kesejahteraan?

Upah Buruh Naik, Hidup Tetap Berat: Ilusi Kesejahteraan?

by Tabooo
April 30, 2026

Upah buruh Indonesia terus naik setiap tahun, tetapi kesejahteraan tidak ikut bergerak. Di sisi lain, biaya hidup justru melaju lebih...

Buruh Tolak Omnibus Law: Sekadar Demo atau Tanda Krisis Sistem?

Buruh Tolak Omnibus Law: Sekadar Demo atau Tanda Krisis Sistem?

by Tabooo
April 24, 2026

Rencana aksi buruh tolak Omnibus Law kembali memanas menjelang May Day 2026. Gelombang aksi ini bukan sekadar demonstrasi tahunan, tapi...

◉
TABOOO RADIOVERSE
SATU BUMI · RIBUAN FREKUENSI
RADIO ONLINE
Dimulai dari Indonesia, jelajahi seluruh dunia
Menyiapkan peta dunia…
Putar bumi · Klik titik kota · Dengarkan radio
🌏 INDONESIA FOCUS
JELAJAHI SUARA DUNIA

Temukan frekuensimu.

Pilih kota, lalu dengarkan siarannya.

⌕

Radio pilihan

— stasiun
Memuat direktori radio…
1 / 1
♫
SIAP MENDENGARKAN
Pilih stasiun radio
Jelajahi frekuensi dari seluruh dunia
◖))
Belum ada siaran
Powered by TABOOO · Radioverse v1.2Audio disiarkan oleh stasiun pihak ketiga · Radio Browser · Peta © OpenStreetMap

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
    • Pattern
  • Figures
  • Radioverse

© 2026 Tabooo.id