Senin, April 6, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo Today
  • Tabooo
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Global

Tiga Nyawa TNI Melayang, Israel Belum Akui Keterlibatan

April 6, 2026
in Global, News
A A
Dua Prajurit RI Tewas, Dunia Diam: Siapa Lindungi Pasukan Perdamaian?

Prajurit TNI dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon; PBB mengonfirmasi dua personel asal Indonesia kembali gugur. (Foto istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Kematian tiga prajurit TNI di Lebanon langsung memicu respons dari Israel. Namun alih-alih mengakui, mereka justru membuka ruang kemungkinan lain.

Militer Israel menyatakan sedang menyelidiki dua insiden berbeda yang menewaskan prajurit Indonesia dari pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL).

“Insiden-insiden ini sedang ditinjau secara menyeluruh untuk memperjelas situasinya dan menentukan apakah akibat aktivitas Hizbullah atau aktivitas IDF,” tulis militer Israel dalam pernyataan resminya.

Dengan kata lain, Israel belum mau mengambil tanggung jawab.

Zona Perang Jadi Alasan

Israel menegaskan bahwa insiden terjadi di wilayah pertempuran aktif. Saat itu, mereka tengah menjalankan operasi militer melawan Hizbullah di Lebanon selatan.

Karena itu, mereka meminta publik tidak langsung menyimpulkan penyebab kematian prajurit UNIFIL.

“Oleh karena itu, tidak dapat langsung diasumsikan bahwa insiden tersebut disebabkan oleh IDF,” lanjut pernyataan tersebut.

Pernyataan ini menunjukkan satu hal Israel ingin menjaga posisi di tengah tekanan internasional.

RelatedPosts

Pernikahan Berujung Duka: Preman Bunuh Ayah Pengantin di Purwakarta

Iran Tak Sekadar Bertahan: Hormuz Kini Jadi Alat Tekan Global

Dua Insiden, Tiga Nyawa Melayang

Di lapangan, fakta yang terjadi jauh lebih tragis.

Menurut UNIFIL, dua prajurit tewas setelah ledakan menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan, Lebanon selatan. Selain itu, dua prajurit lain mengalami luka-luka.

Namun sehari sebelumnya, satu prajurit Indonesia juga gugur akibat proyektil yang meledak di dekat pos UNIFIL di wilayah Adchital-Qusayr.

Akibatnya, total tiga prajurit TNI meninggal dalam waktu kurang dari 24 jam.

Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menegaskan bahwa kedua kejadian itu berbeda.

“Ini merupakan dua insiden terpisah dan kami menanganinya secara terpisah,” tegasnya.

Korban Pertama di Konflik Baru

Kematian ini bukan sekadar angka.
Ini menjadi korban pertama dari pasukan penjaga perdamaian sejak konflik terbaru Israel dan Hizbullah meletus pada 2 Maret 2026.

Artinya, situasi di Lebanon tidak lagi sekadar tegang.
Kini, bahkan pasukan perdamaian pun ikut menjadi korban.

Kepala Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, memastikan bahwa dua korban dalam ledakan terbaru merupakan warga negara Indonesia.

Diplomasi vs Realitas Lapangan

Di satu sisi, pernyataan Israel terdengar diplomatis. Mereka menyebut “penyelidikan” dan membuka kemungkinan berbagai penyebab.

Namun di sisi lain, fakta di lapangan menunjukkan satu hal: zona konflik semakin tidak terkendali.

Pasukan UNIFIL yang seharusnya menjaga perdamaian justru berada di tengah baku tembak yang tidak mereka ciptakan.

Dan ketika peluru serta ledakan tidak mengenal batas, siapa yang benar sering kali jadi pertanyaan kedua.

Penutup: Siapa Bertanggung Jawab?

Tiga prajurit TNI berangkat sebagai penjaga perdamaian.
Namun mereka pulang sebagai korban konflik yang bukan milik mereka.

Israel masih menyelidiki. Hizbullah jadi kemungkinan.
Namun keluarga korban tidak menunggu hasil analisis geopolitik.

Mereka hanya tahu satu hal kehilangan.

Lalu pertanyaannya kini lebih besar di medan perang yang kabur batasnya, siapa benar-benar bertanggung jawab? @dimas

Tags: GeopolitikHizbullahIndonesiaIsraelKonflikLebanonPasukanPBBPerdamaianTimur TengahTNIUNIFIL

Recommended

Dukun Cabul di Magetan: Wajah Gelap ‘Pengobatan’ di Magetan

Dukun Cabul di Magetan: Wajah Gelap ‘Pengobatan’ di Magetan

April 4, 2026
Beasiswa Rp 898 Juta ke Inggris Dibuka: Kesempatan atau Ujian Mental?

Beasiswa Rp 898 Juta ke Inggris Dibuka: Kesempatan atau Ujian Mental?

April 4, 2026

Popular News

  • Air Mineral Terancam Mahal Gara-Gara Plastik: Wajar atau Alarm Bahaya?

    Air Mineral Terancam Mahal Gara-Gara Plastik: Wajar atau Alarm Bahaya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Nyawa TNI Melayang, Israel Belum Akui Keterlibatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pernikahan Berujung Duka: Preman Bunuh Ayah Pengantin di Purwakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cantik di Mata Dunia, Rapuh di Tangan Sendiri: Dilema Taman Nasional Komodo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Iran Tak Sekadar Bertahan: Hormuz Kini Jadi Alat Tekan Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.