Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Terbongkar! Modus Campur Ganja ke Kopi, 30 Kg Disita Polisi di Bekasi

by dimas
Maret 4, 2026
in Kriminal, Reality
A A
Home Reality Kriminal
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Kriminal – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi Kota menangkap AS, pria yang mengendalikan peredaran ganja jaringan Sumatera. Pada Selasa (3/3/2026), tim menyelidiki rumah kontrakan AS di Jalan Bintara Jaya RT 014 RW 09, Kecamatan Bekasi Barat. Dari pengembangan kasus, penyidik membongkar modus unik yang ia gunakan untuk menutupi bisnis ilegal tersebut.

Modus Kopi Bubuk untuk Mengelabui Petugas

AS bekerja sebagai pekerja harian lepas. Kepada orang tuanya, ia mengaku berjualan kopi bubuk. Namun, ia justru mencampur bubuk kopi dengan ganja untuk mengelabui keluarga sekaligus menyamarkan aktivitasnya.

Komisaris Untung Riswaji, Kasat Narkoba Polres Metro Bekasi Kota, menjelaskan bahwa tersangka sengaja mencampur kopi ke dalam kemasan ganja agar orang tuanya tidak curiga.

“Dia mengaku jualan kopi. Padahal, AS mencampur kopi ke ganja supaya orang tuanya percaya,” ujarnya.

Selain itu, AS menaburkan bubuk kopi untuk menyamarkan bau ganja saat mengirim paket melalui jasa ekspedisi. Ia juga memasarkan barang haram tersebut lewat Instagram dan menyasar kalangan muda.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

“Pembelinya biasanya anak-anak muda, transaksi lewat media sosial,” tambahnya.

Penggerebekan dan Penemuan Barang Bukti

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menyita lebih dari 30 kilogram ganja dari rumah kontrakan AS. Sebelumnya, anggota lebih dulu menyamar dan membeli sekitar dua kilogram ganja sebagai bagian dari penyelidikan yang dipimpin Kanit Narkoba. Dari transaksi itu, tim mengembangkan kasus hingga mengarah ke Bintara Jaya.

AS mengemas ganja dalam paket satu kilogram dan menjualnya seharga Rp4,5 juta per paket. Tak hanya di Bekasi Barat, polisi juga menemukan 10 kilogram ganja lain di Tambun, Kabupaten Bekasi, yang masih berkaitan dengan jaringan tersangka.

Jaringan Sumatera dan Dampaknya

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, menegaskan bahwa AS bukan sekadar kurir. Ia berperan sebagai bandar dalam jaringan narkoba Sumatera.

“Kalau barang dikirim dalam jumlah besar, jelas bukan hanya kurir. Ini bandar. Ganja sudah beredar ke Jakarta, Depok, Bekasi, hingga Surabaya,” tegas Kusumo.

Menurut polisi, AS menjalankan bisnis ini selama dua hingga tiga bulan terakhir, meski ia sudah menyewa rumah kontrakan tersebut sejak enam bulan lalu. Saat ini, penyidik terus memburu jaringan di atasnya untuk memutus rantai distribusi.

Kalangan Muda Jadi Sasaran

AS secara aktif menyasar anak muda sebagai pasar utama. Akibatnya, peredaran ganja meningkatkan risiko penyalahgunaan narkoba di Bekasi dan kota-kota sekitarnya. Karena itu, polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus baru, termasuk yang tampak sepele seperti penjualan kopi bubuk.

Kasus ini menegaskan bahwa aparat mampu membongkar kejahatan, sekalipun pelaku berusaha menyamarkan aksinya dengan cara yang terlihat sederhana. @dimas

Tags: ASbekasiJaringanKejahatanKriminalnarkobaNasionalPolisiSumatera

Kamu Melewatkan Ini

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Mentan Tantang Kampus Wujudkan Swasembada Pangan

Mentan Tantang Kampus Wujudkan Swasembada Pangan

by teguh
Juni 6, 2026

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, mengajak seluruh perguruan tinggi di Indonesia mengambil peran lebih besar dalam mewujudkan swasembada...

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

by jeje
Juni 2, 2026

Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Indonesia sebelum Indonesia benar-benar ada? Pertanyaan itu muncul ketika membaca Naar de Republiek Indonesia, karya Tan...

Next Post
Prabowo, SBY, Jokowi Duduk Bersama, Bahas Masa Depan Bangsa

Prabowo, SBY, Jokowi Duduk Bersama, Bahas Masa Depan Bangsa

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id