Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tahta Berganti di Depan Jenazah Sang Ayahanda, KGPAA Hamangkunegoro Resmi Jadi Paku Buwono XIV

by Anisa
November 5, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Di tengah suasana haru perpisahan dengan sang ayah, langit Keraton Surakarta menyaksikan babak baru. Putra mahkota KGPAA Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram mengukuhkan diri sebagai Paku Buwono XIV, meneruskan tahta ratusan tahun Mataram yang sarat makna dan sejarah.


Rabu Legi, 5 November 2025, menjadi tanggal sakral bagi Keraton Solo. Dalam prosesi pelepasan jenazah PB XIII, Hamangkunegoro membacakan ikrar penuh khidmat di hadapan keluarga besar, abdi dalem, dan sentono. Dengan busana kebesaran dan nada suara tegas, ia melafalkan sumpah kesetiaan dan kesanggupan untuk melanjutkan kepemimpinan ayahandanya.

“Ingsun Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram… hanglintir kaprabon Dalem minangka Sri Susuhunan Karaton Surakarta Hadiningrat, kanthi sesebutan Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Boewono kaping Patbelas (XIV)” ujarnya lantang, seolah mengunci sejarah di tengah kesedihan rakyat keraton.

Dalam terjemahan bebas, ia menyatakan diri telah naik takhta sebagai Susuhunan Paku Buwono XIV, penerus sah Keraton Surakarta Hadiningrat. Para abdi dalem yang telah mengabdi lintas generasi menyambut ikrar itu dengan doa dan tangis haru.

GKR Timoer Rumbaikusuma Dewayani, putri sulung PB XIII, menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar simbol adat, tapi wujud kesetiaan kepada nilai luhur Mataram.

“Sampeyandalem Sinuhun XIV menjalankan sabda pelepasan dengan penuh tata krama dan makna. Inilah tanda bakti seorang putra kepada ayahandanya dan kepada adat Mataram,” ujarnya dalam siaran pers.

Penobatan PB XIV menjadi penting bukan hanya bagi warga keraton, tapi juga bagi masyarakat luas karena di era yang makin modern ini, nilai-nilai kearifan lokal, spiritualitas, dan budaya istana menjadi jangkar identitas bangsa. Keluarga besar dan rakyat Keraton menyematkan harapan besar di pundak sang raja muda agar ia menjaga Surakarta tetap hidup sebagai sumber nilai dan kebijaksanaan.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?


Duka dan sukacita kini berbaur di alun-alun keraton. Seorang ayah berpulang, seorang anak naik takhta. Tradisi terus berdenyut di tengah arus zaman.
Karena di balik upacara megah dan gelar panjang, selalu ada pertanyaan yang sama: masihkah kita setia pada akar sejarah kita sendiri? (Sigit)

Tags: KGPAA HamangkunagoroSolotahta

Kamu Melewatkan Ini

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

by teguh
Oktober 13, 2026

Museum tak harus menunggu pengunjung datang. Kali ini, koleksi sejarah dan budaya Solo yang biasanya tersimpan di gedung museum justru...

Patriot Bengawan Bidik Posisi Kedua PORPROV Jateng

Patriot Bengawan Bidik Posisi Kedua PORPROV Jateng

by eko
Oktober 8, 2026

Patriot Bengawan siap berlaga di PORPROV Jateng 2026. Kontingen Surakarta membidik posisi kedua dengan target 95 medali emas. Tabooo.id: Surakarta...

Api Padam, Panas Belum Pergi: Apa yang Sebenarnya Terjadi di TPA Putri Cempo?

Api Padam, Panas Belum Pergi: Apa yang Sebenarnya Terjadi di TPA Putri Cempo?

by teguh
September 25, 2026

Api kembali muncul di TPA Putri Cempo, Solo, Kamis 24/9/2026. Petugas sebelumnya terus membasahi titik panas setelah kebakaran besar melanda...

Next Post
PB XIII Dimakamkan di Imogiri: Saat Raja Pulang ke Rumah Terakhirnya

PB XIII Dimakamkan di Imogiri: Saat Raja Pulang ke Rumah Terakhirnya

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id