Selasa, Agustus 25, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Sering Pusing dan Lemas Saat Puasa? Perhatikan Asupan Air Harianmu

by eko
Mei 8, 2026
in Health, Life
A A
Home Life Health
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Health – Pernah nggak sih kamu merasa lebih cepat capek saat puasa… padahal aktivitasmu nggak berubah? Kamu tetap bangun sahur, tetap kerja, bahkan tetap rajin scroll TikTok. Tapi entah kenapa badan terasa lemas, kepala agak pusing, dan mood gampang turun. Banyak orang langsung menyalahkan “kurang makan”. Padahal, biang keroknya sering jauh lebih sederhana: kurang minum air.

Ramadan, Haus, dan Realita Gaya Hidup Modern

Ramadan selalu membawa perubahan pola makan dan tidur. Selama lebih dari 12 jam, tubuh tidak menerima asupan cairan sama sekali. Secara fisiologis, kondisi ini sebenarnya aman selama kamu menggantinya dengan cukup saat sahur dan berbuka. Namun faktanya, banyak orang justru lebih fokus pada makanan manis, gorengan, atau minuman kekinian daripada air putih.

Para ahli kesehatan menyarankan orang dewasa memenuhi kebutuhan cairan sekitar delapan gelas per hari. Kamu bisa membaginya dengan pola sederhana: dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur. Sayangnya, kebiasaan ini kalah populer dibanding tren minuman manis yang terlihat lebih menarik di media sosial.

Air Putih vs Minuman Kekinian: Siapa Menang?

Di sinilah fenomena lifestyle Ramadan terasa unik. Puasa bukan hanya soal ibadah, tetapi juga pengalaman sosial. Banyak orang menjadikan bukber sebagai ajang kumpul, memotret makanan untuk konten, bahkan mencoba minuman unik sebagai bagian dari gaya hidup. Tanpa sadar, mereka justru menomorduakan air putih — padahal tubuh paling membutuhkannya.

Air mineral memiliki peran penting dalam tubuh. Cairan membantu metabolisme bekerja optimal, menjaga suhu tubuh stabil, melancarkan pencernaan, hingga mendukung fungsi otak. Kekurangan cairan sedikit saja sudah bisa memicu dehidrasi ringan dengan gejala nyata seperti lemas, sulit fokus, sakit kepala, bahkan perubahan suasana hati. Jadi kalau kamu merasa lebih sensitif selama puasa, penyebabnya mungkin bukan lapar… tetapi kurang hidrasi.

Ini Belum Selesai

Lewat Karnaval, SD Tarakanita Tumbuhkan Kreativitas Anak

Ketika Jadi Camat Berarti Harus Menjawab 21.171 Orang Sekaligus

Kenapa Kita Sering “Lupa” Minum?

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga mengimbau masyarakat membatasi minuman berkafein dan tinggi gula saat sahur maupun berbuka. Alasannya jelas: kafein memicu tubuh lebih sering buang air kecil, sementara gula berlebih justru meningkatkan rasa haus. Ironisnya, dua jenis minuman ini justru paling banyak dikonsumsi saat Ramadan.

Dari sisi psikologis, manusia memang cenderung mencari reward instan. Minuman manis memberi sensasi nikmat yang cepat terasa, sedangkan air putih terasa biasa saja. Selain itu, faktor sosial juga berperan. Banyak orang lebih tertarik mencoba sesuatu yang baru daripada memenuhi kebutuhan dasar tubuh.

Fenomena ini mirip dengan pola hidup modern lainnya. Orang rela membeli suplemen mahal, tetapi sering mengabaikan tidur cukup. Mereka rajin olahraga, tetapi jarang minum air. Masalah utamanya bukan kurang pengetahuan, melainkan prioritas yang bergeser.

Self-Care Paling Murah Selama Puasa

Menariknya, generasi muda mulai menunjukkan kesadaran baru tentang kesehatan holistik. Banyak kreator konten mengingatkan pentingnya hidrasi, bahkan menjadikan botol minum sebagai bagian dari lifestyle. Perubahan ini menunjukkan satu hal: sehat bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan nyata.

Kalau kamu pikirkan lagi, mencukupi air saat puasa sebenarnya bentuk self-care paling sederhana. Kamu tidak perlu biaya mahal, tidak perlu usaha rumit, dan manfaatnya langsung terasa. Tubuh lebih segar, ibadah lebih nyaman, energi lebih stabil, bahkan kualitas tidur bisa meningkat ketika cairan tercukupi.

Ramadan sering disebut sebagai momen memperbaiki diri. Banyak orang fokus pada ibadah spiritual, yang memang penting. Namun menjaga kesehatan juga termasuk bentuk tanggung jawab. Tubuh yang sehat membantu kamu menjalankan ibadah dengan lebih maksimal — tarawih lebih kuat, tadarus lebih fokus, dan aktivitas harian tetap produktif.

Akhirnya, pertanyaannya kembali ke kamu: selama ini kamu menjalani puasa sambil benar-benar merawat tubuh, atau hanya menahan lapar dan haus saja?

Karena sering kali, perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil. Termasuk kebiasaan sederhana: minum air putih yang cukup setiap hari. @eko

Tags: HealthPuasaRamadan

Kamu Melewatkan Ini

Superbug: Ketika Antibiotik Dianggap Obat Segala Penyakit

Superbug: Ketika Antibiotik Dianggap Obat Segala Penyakit

by Anisa
Juli 31, 2026

Superbug bukan hanya cerita tentang bakteri yang kebal terhadap antibiotik. Ia juga mencerminkan bagaimana masyarakat perlahan mengubah makna antibiotik, dari...

Jika Tubuh Manusia Bisa Mengalahkan Virus HIV, Kenapa Kasus Seperti Ini Begitu Langka?

Jika Tubuh Manusia Bisa Mengalahkan Virus HIV, Kenapa Kasus Seperti Ini Begitu Langka?

by teguh
Juni 7, 2026

Selama lebih dari empat dekade, Virus HIV menjadi salah satu musuh terbesar dunia medis. Virus ini menginfeksi puluhan juta manusia,...

Tubuhmu Sebenarnya Kuat atau Cuma Bertahan Karena Kafein?

Tubuhmu Sebenarnya Kuat atau Cuma Bertahan Karena Kafein?

by teguh
Mei 26, 2026

Ada orang yang tidak bisa memulai pagi tanpa kopi. Ada juga yang merasa hidupnya “mati gaya” kalau belum menyeruput Americano...

Next Post
Semeru Meletus Lagi, Kolom Abu 800 Meter Jadi Alarm Nyata Warga Lereng

Gunung Semeru Kembali Erupsi, PVMBG Tingkatkan Status Siaga

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id